JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polda Metro Jaya menaikkan status kasus kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di kawasan Stasiun Bekasi Timur dari tahap penyelidikan ke penyidikan.
Polisi kini mulai mendalami dugaan kelalaian dalam insiden tragis yang menewaskan 16 orang dan melukai 90 penumpang tersebut.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan penyidik akan memeriksa sejumlah pihak tambahan pada Senin (4/5/2026) untuk melengkapi proses hukum.
“Senin mendatang, penyidik akan meminta keterangan dari Dinas Tata Ruang, Dinas Pekerjaan Umum, pihak Taksi Green SM, serta Direktorat Jenderal Perkeretaapian,” kata Budi, Minggu (3/5/2026).
Menurut dia, pemeriksaan itu dilakukan agar penyidik mendapatkan gambaran utuh terkait rangkaian kecelakaan maut tersebut.
“Tujuannya untuk melengkapi proses penyidikan dan memperoleh gambaran peristiwa secara objektif,” ujarnya.
Polisi Periksa 31 Saksi
Sejauh ini, penyidik telah memeriksa 31 saksi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka terdiri dari:
- pelapor
- pengemudi taksi
- penjaga palang pintu
- saksi di lokasi
- korban
- petugas operasional PT KAI
- pihak lain yang mengetahui kejadian
Selain memeriksa saksi, polisi juga telah melakukan:
- olah TKP
- penyitaan barang bukti
- analisis rekaman CCTV
- koordinasi dengan rumah sakit
- permintaan visum korban
Kasus ini kini ditangani Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Kronologi Kecelakaan Beruntun
Insiden maut itu terjadi pada Senin malam (27/4/2026) di dekat Stasiun Bekasi Timur.
Peristiwa bermula saat sebuah taksi listrik Green SM diduga mengalami korsleting lalu berhenti di tengah rel perlintasan.
Taksi tersebut kemudian tertabrak KRL Commuter Line rute Cikarang-Jakarta hingga membuat perjalanan kereta terganggu.
Tak lama kemudian, KRL yang berhenti di area stasiun justru tertabrak KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta.
Tabrakan beruntun itu memicu kepanikan besar dan menyebabkan puluhan korban berjatuhan.
Green SM Buka Suara
Perusahaan taksi listrik Green SM Indonesia akhirnya angkat bicara terkait insiden tersebut.
Melalui akun Instagram resminya @id.greensm, perusahaan menyatakan mendukung penuh proses investigasi polisi.
“Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang dan mendukung penuh investigasi yang sedang berlangsung,” tulis Green SM.
Perusahaan juga menegaskan keselamatan tetap menjadi prioritas utama mereka. (red)
Editor : Hadwan


















