Kapolri Minta Propam Usut Video Brimob Tabrak Driver Ojol di RSCM

Jumat, 29 Agustus 2025 - 06:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memeluk ayah korban driver ojol di RSCM, Jakarta, Kamis (28/8/2025). (Dok-Polri)

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memeluk ayah korban driver ojol di RSCM, Jakarta, Kamis (28/8/2025). (Dok-Polri)

JAKARTA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk memastikan penanganan korban driver ojek online (ojol) yang tewas tertabrak mobil Brimob.

Keluarga korban langsung menyambut Kapolri saat ia tiba di RSCM. Bahkan, ia memeluk ayah korban sebagai bentuk empati dan dukungan. Raut wajah Kapolri dan keluarga korban tak bisa menyembunyikan kesedihan mendalam atas peristiwa tragis ini.

Baca Juga :  Keluarga Desak Polisi Tangkap Otak di Balik Pembunuhan Ilham Pradipta di Bekasi

Lebih lanjut, Kapolri telah menginstruksikan Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri untuk mengusut tuntas viralnya video kendaraan taktis Brimob yang diduga melindas pengendara ojol.

“Saya minta Propam untuk melakukan penanganan lebih lanjut,” ujar Sigit, Kamis (28/8/2025).

Selain itu, Kapolri juga menyampaikan permohonan maaf terkait viralnya video tersebut. “Saya menyesali peristiwa ini dan mohon maaf sedalam-dalamnya,” katanya.

Baca Juga :  Cara Ambil BSU Rp600.000 di Kantor Pos, Jangan Lewatkan Deadline 6 Agustus 2025!

Sigit menegaskan pihak kepolisian saat ini tengah mencari keberadaan korban. Kapolri telah memerintahkan Propam Polri untuk menindaklanjuti kasus ini secara serius.

“Saat ini kami sedang mencari keberadaan korban, dan saya minta Propam melakukan penanganan lebih lanjut. Sekali lagi, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk korban, seluruh keluarga, serta keluarga besar ojol,” tutup Kapolri. (red)

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB