Paus Leo XIV Desak Penghormatan Migran dan Hukum Internasional

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

MADRID, POSNEWS.CO.ID – Para anggota parlemen Spanyol memberikan penghormatan berdiri (standing ovation) yang sangat meriah kepada Paus Leo XIV pada hari Senin. Sebab, Paus menyampaikan pidato bersejarah yang menyerukan penghormatan terhadap hak-hak migran dan hukum internasional.

Pemimpin umat Katolik asal Amerika Serikat ini menyerukan pentingnya pembaruan moral dalam lembaga legislatif. Oleh karena itu, pembaruan ini menjadi kunci utama untuk menjaga martabat manusia secara menyeluruh. Perlindungan tersebut harus menyasar kelompok migran, anak yang belum lahir, hingga kaum paling rentan.

Desakan Moral dan Penerimaan Gereja Katolik

Pidato di depan parlemen Spanyol ini menjadi peristiwa yang sangat langka terjadi dalam sejarah modern. Sebab, momen ini menunjukkan tingkat penerimaan baru bagi Gereja Katolik di Spanyol.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pengaruh gereja sebenarnya sempat merosot tajam setelah berakhirnya era kediktatoran militer pada tahun 1970-an. Namun, para politisi Spanyol kini tetap memberikan tepuk tangan meriah selama tujuh menit bagi Paus.

Antusiasme luar biasa ini selaras dengan kehadiran jutaan umat selama rangkaian kunjungan Paus. Sebagai contoh, Misa akbar hari Minggu kemarin sukses menarik hingga 1,5 juta jemaah di Plaza de Cibeles. Sementara itu, ibadah vigili sabtu malam juga berhasil mengumpulkan 600.000 anak muda untuk berdoa bersama.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Mengintai, BMKG Prediksi Hujan Petir Landa Jabodetabek Hari Ini

Kritik Terhadap Persenjataan Eropa dan AI

Dalam pidatonya, Paus juga menyoroti eskalasi konflik bersenjata yang kembali membara antara Israel dan Iran. Akibatnya, ia mendesak para pemimpin dunia untuk mengedepankan jalur diplomasi internasional yang damai.

Paus juga menyesali peningkatan anggaran pertahanan militer oleh negara-negara Eropa saat ini. Sebab, langkah rearmamen kembali menjadi pilihan utama untuk merespons ketidakpastian situasi global.

Selain itu, Paus kembali mengingatkan ancaman krisis iklim global yang berisiko melewati ambang batas 1,5 derajat celcius. Ia juga memperingatkan bahaya penggunaan kecerdasan buatan pada sistem persenjataan otomatis. Dengan demikian, keputusan hidup dan mati seseorang tidak boleh diserahkan pada algoritma mesin.

Dukungan Terhadap Kebijakan Imigrasi Spanyol

Kebijakan imigrasi Spanyol sendiri saat ini berada pada jalur yang sangat progresif. Pemerintah sosialis Spanyol tetap membela kedatangan imigran berdasarkan alasan ekonomi dan kemanusiaan.

Sebagai contoh, Perdana Menteri Pedro Sanchez mempercepat legalisasi ratusan ribu migran gelap sejak awal tahun. Langkah berani ini bertujuan untuk mengatasi penuaan tenaga kerja lokal di Spanyol secara terstruktur.

Baca Juga :  Ledakan Rumah Mewah di Cengkareng, 2 Warga Luka Bakar 70 Persen

Oleh sebab itu, Paus memberikan apresiasi tinggi terhadap komitmen kemanusiaan pemerintah Spanyol tersebut. Ia menyerukan agar jalur migrasi yang aman dan legal tetap terbuka bagi para pengungsi dunia.

Refleksi Sejarah dan Hubungan dengan PM Sanchez

Paus juga merefleksikan sejarah tradisi pemikiran hukum para teolog Spanyol pada abad ke-16. Ia memuji para pemikir masa lalu yang berani meletakkan batas moral bagi sebuah kekuasaan.

Namun, ia mengakui gereja tidak selalu mampu menerapkan nilai moral tersebut sepanjang sejarah. Pengakuan jujur ini merujuk pada keterlibatan masa lalu dalam perdagangan budak trans-atlantik.

Di sisi lain, kunjungan bersejarah ini terjadi di tengah badai politik domestik Spanyol. Koalisi pemerintah pimpinan PM Pedro Sanchez kini menghadapi serangkaian tuduhan kasus korupsi. Akibatnya, polarisasi politik di dalam negeri Spanyol menjadi semakin menajam dan meresahkan.

Paus memperingatkan agar pluralisme politik tidak merusak hubungan baik antar-adversari politik di parlemen. Sebab, Sanchez dan Paus memiliki keselarasan visi yang kuat dalam menolak perang energi di Timur Tengah. Pada akhirnya, kolaborasi moral ini diharapkan mampu membawa kestabilan bagi masyarakat global.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Vietnam Siapkan Aturan Ketat Larang Anak di Bawah 16 Tahun
Warga al-Obeid Hadapi Serangan Drone dan Pemerkosaan
Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan
Houthi Blokade Selat Bab el-Mandeb dan Serang Kapal
Mandat B50 Indonesia dan Tensi Geopolitik Tahan Harga CPO
Afrika Selatan Hentikan Sementara Pemakzulan Presiden
Perusahaan Pelayaran Hentikan Operasi ke Ukraina
Pakistan Minta Bantuan Finansial 10 Miliar Dolar AS

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:24 WIB

Vietnam Siapkan Aturan Ketat Larang Anak di Bawah 16 Tahun

Sabtu, 25 Juli 2026 - 15:18 WIB

Warga al-Obeid Hadapi Serangan Drone dan Pemerkosaan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 13:04 WIB

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:27 WIB

Houthi Blokade Selat Bab el-Mandeb dan Serang Kapal

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:19 WIB

Mandat B50 Indonesia dan Tensi Geopolitik Tahan Harga CPO

Berita Terbaru