WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Perang di kawasan Timur Tengah semakin memperparah krisis energi dan pelayaran global.
Tanker Saudi Putar Balik Pasca-Ancaman Houthi
Dua kapal tanker pengangkut minyak mentah Saudi mendadak memutar balik arah di Laut Merah pada Selasa.
Kapal-kapal tersebut membawa pasokan minyak menuju pasar China dan India.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Nakhoda membelokkan arah kapal menuju Terusan Suez guna menghindari ancaman bahaya.
Langkah taktis ini merespons ancaman blokade laut dari kelompok milisi Houthi di Yaman.
Houthi mengancam akan menyerang seluruh kapal yang mengangkut minyak dari Saudi.
Penutupan jalur vital ini mengancam kelancaran pasokan energi global secara serius.
Gempuran Udara Malam Ke-11 AS ke Iran
Sementara itu, militer Amerika Serikat terus membom target di berbagai wilayah Iran.
Jet tempur AS melancarkan serangan udara selama sebelas malam berturut-turut.
Warga Teheran mendengar ledakan keras pada Rabu dini hari.
Pemerintah Iran langsung mengaktifkan sistem pertahanan udara di ibu kota.
Ledakan juga mengguncang kota pesisir Chabahar, Konarak, dan Bushehr.
Wilayah Bushehr merupakan lokasi satu-satunya pembangkit listrik tenaga nuklir milik Iran.
Serangan Balasan Iran dan Melonjaknya Harga Minyak
Iran segera meluncurkan serangan balasan ke berbagai fasilitas militer AS.
Pasukan Iran mengincar pangkalan militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania.
Sebuah proyektil juga menghantam kapal tanker di Selat Hormuz.
Ledakan tersebut memaksa kru kapal melompat ke perahu penyelamat demi keselamatan jiwa.
Presiden AS Donald Trump memperingatkan Houthi agar tidak menutup Selat Bab el-Mandeb.
Trump mengonfirmasi kematian 18 prajurit AS sepanjang konflik berkecamuk.
Konflik bersenjata ini memicu kenaikan harga minyak Brent melampaui 91 dolar AS per barel.
Tuntutan Anggaran Perang Tambahan dan Usulan Damai
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mendesak Kongres menyetujui dana perang tambahan.
Hegseth meminta anggaran ekstra sebesar 70 miliar dolar AS.
Dana raksasa ini bertujuan untuk mengisi kembali pasokan rudal yang menipis.
Meskipun demikian, para mediator internasional terus mengupayakan jalur diplomasi.
Teheran telah menerima usulan gencatan senjata sementara selama sepuluh hari.
Menteri Dalam Negeri Iran Eskandar Momeni mendatangi Pakistan guna membahas langkah perdamaian.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













