WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pelaksanaan perundingan dengan pihak Iran pada Senin sore demi membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz dan menyelesaikan krisis nuklir Tehran.
Langkah Diplomasi dan Dampak Pasar Minyak Dunia
Trump menyampaikan keputusan tersebut kepada para wartawan saat kembali ke Washington dari New Jersey pada hari Minggu. Sebelumnya, Trump mengunggah pernyataan melalui platform Truth Social bahwa negara-negara Timur Tengah meminta waktu tambahan untuk merampungkan kesepakatan damai. Trump menegaskan keinginannya untuk menghindari jatuhnya korban jiwa akibat eskalasi militer lanjutan.
Langkah penundaan serangan militer ini langsung memberi sinyal positif bagi pasar global. Harga minyak dunia tercatat merosot lebih dari 4 persen pada awal perdagangan hari Senin. Selat Hormuz sendiri memegang peranan vital karena mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia sebelum konflik pecah pada akhir Februari lalu. Penutupan selat oleh Iran sebelumnya sempat memicu lonjakan harga energi dan inflasi global.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Negosiasi Jalur Pelayaran dan Sikap Keras Israel
Di pihak Tehran, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menggelar komunikasi intensif dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir. Kantor berita resmi IRNA menyebutkan bahwa negosiasi antara Iran dan Oman mengenai Selat Hormuz telah memasuki tahap akhir. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menjelaskan bahwa pembahasan berfokus pada kesepakatan rute baru di selat tersebut.
Sementara itu, Menteri Energi Israel Eli Cohen menegaskan bahwa pemerintahannya terus berkoordinasi secara ketat dengan intelijen Amerika Serikat. Kendati demikian, Cohen memeringatkan bahwa Israel akan tetap melancarkan serangan militer terhadap fasilitas nuklir dan industri rudal balistik Iran jika Tehran nekat melanjutkan program tersebut, tanpa memedulikan ada atau tidaknya kesepakatan diplomasi antara AS dan Iran.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













