Trump Tunda Serangan Militer dan Buka Perundingan dengan Iran

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

DPR AS mengesahkan RUU Sanksi Rusia

DPR AS mengesahkan RUU Sanksi Rusia "Lindsey Graham Act". Simak rincian wewenang tarif Trump dan target sanksi energi Rusia di sini. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan pelaksanaan perundingan dengan pihak Iran pada Senin sore demi membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz dan menyelesaikan krisis nuklir Tehran.

Langkah Diplomasi dan Dampak Pasar Minyak Dunia

Trump menyampaikan keputusan tersebut kepada para wartawan saat kembali ke Washington dari New Jersey pada hari Minggu. Sebelumnya, Trump mengunggah pernyataan melalui platform Truth Social bahwa negara-negara Timur Tengah meminta waktu tambahan untuk merampungkan kesepakatan damai. Trump menegaskan keinginannya untuk menghindari jatuhnya korban jiwa akibat eskalasi militer lanjutan.

Baca Juga :  Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Langkah penundaan serangan militer ini langsung memberi sinyal positif bagi pasar global. Harga minyak dunia tercatat merosot lebih dari 4 persen pada awal perdagangan hari Senin. Selat Hormuz sendiri memegang peranan vital karena mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia sebelum konflik pecah pada akhir Februari lalu. Penutupan selat oleh Iran sebelumnya sempat memicu lonjakan harga energi dan inflasi global.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Negosiasi Jalur Pelayaran dan Sikap Keras Israel

Di pihak Tehran, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menggelar komunikasi intensif dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir. Kantor berita resmi IRNA menyebutkan bahwa negosiasi antara Iran dan Oman mengenai Selat Hormuz telah memasuki tahap akhir. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei menjelaskan bahwa pembahasan berfokus pada kesepakatan rute baru di selat tersebut.

Baca Juga :  AS Berencana Hentikan Layanan Imigrasi di Kota Suaka

Sementara itu, Menteri Energi Israel Eli Cohen menegaskan bahwa pemerintahannya terus berkoordinasi secara ketat dengan intelijen Amerika Serikat. Kendati demikian, Cohen memeringatkan bahwa Israel akan tetap melancarkan serangan militer terhadap fasilitas nuklir dan industri rudal balistik Iran jika Tehran nekat melanjutkan program tersebut, tanpa memedulikan ada atau tidaknya kesepakatan diplomasi antara AS dan Iran.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama
AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa
Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang
Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan
Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak
AS Persiapkan Pasukan Tempur Luar Angkasa
DPR AS Sahkan RUU Sanksi dan Tarif Rusia
Bank of Japan Bersiap Naikkan Suku Bunga Utama

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 14:59 WIB

Uni Eropa Wacanakan Kanada Jadi Anggota Asosiasi Pertama

Jumat, 18 September 2026 - 13:30 WIB

AS Resmi Konfirmasi Pengoperasian Senjata Luar Angkasa

Jumat, 18 September 2026 - 12:23 WIB

Runtuhnya Tambang Emas di Sudan Tewaskan 82 Orang

Jumat, 18 September 2026 - 11:16 WIB

Arab Saudi Kehabisan Stok Rudal Pencegat dan Minta Bantuan

Jumat, 18 September 2026 - 10:12 WIB

Uni Eropa Wacanakan Larangan Media Sosial bagi Anak

Berita Terbaru

Produksi sawit Kalimantan diproyeksi anjlok hingga 15% pada Q4 akibat kemarau panjang dan karhutla. Simak data kerusakan lahan dan estimasi GAPKI. Dok: Istimewa.

NASIONAL

Produksi Kelapa Sawit Kalimantan Diproyeksi Anjlok 15 Persen

Jumat, 18 Sep 2026 - 17:20 WIB