RIYADH, POSNEWS.CO.ID – Pejabat senior Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menggelar aksi diplomasi digital bersama hari Selasa.
Mereka mengunggah pesan persaudaraan secara serentak di media sosial X.
Langkah ini meredakan ketegangan politik kedua negara monarki Teluk selama beberapa bulan terakhir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menteri Media Saudi Salman Al-Dosary merilis pernyataan resmi pada pukul tujuh malam waktu Riyadh.
Ketua Otoritas Media Nasional UEA Abdulla bin Mohammed Alhamed mengunggah pesan serupa pada waktu bersamaan.
Kedua pejabat menegaskan sejarah panjang serta ikatan persaudaraan erat antarbangsa.
Mereka meminta media massa memperkuat hubungan positif kedua negara.
Satu jam sebelumnya, pejabat senior Saudi Turki Alalshikh membagikan foto hangat.
Foto tersebut menampilkan Menteri Pertahanan Saudi Khalid bin-Salman merangkul Wakil Presiden UEA Sheikh Mansour.
Penasihat Diplomatik Presiden UEA Anwar Gargash menyambut baik foto kenegaraan tersebut.
Gargash menegaskan pentingnya persatuan persaudaraan kawasan Teluk saat ini.
Deretan Perselisihan Yaman dan Kebijakan Minyak
Hubungan kedua raksasa Teluk ini sempat mengalami krisis diplomasi cukup tajam.
Perbedaan pandangan politik luar negeri memicu perselisihan terbuka sejak akhir tahun lalu.
Kedua negara mendukung faksi militer yang saling berhadapan dalam perang sipil Yaman.
Jet tempur Saudi bahkan sempat menggempur pengiriman peralatan militer UEA di Yaman.
Perselisihan tersebut meluas ke ranah media massa dan industri minyak.
Otoritas UEA memblokir akun X stasiun televisi Saudi Al-Arabiya pada bulan Maret lalu.
Selanjutnya, UEA secara mengejutkan memutuskan keluar dari organisasi produsen minyak OPEC pada bulan Mei.
Kedua negara juga berbeda pandangan mengenai respons terbaik menghadapi krisis perang Iran.
Urgensi Konsolidasi Keamanan Teluk
Meskipun demikian, ancaman keamanan regional mendesak kedua negara bersatu kembali.
Eskalasi serangan militer Iran mengancam stabilitas kawasan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk.
Selain itu, kelompok Houthi juga meningkatkan ancaman terhadap jalur pelayaran internasional di Laut Merah.
Kondisi darurat ini menuntut konsolidasi ketat di antara negara-negara anggota aliansi Teluk.
Pengamat politik Direktur Lembaga Riset Dubai Mohammed Baharoon memberikan analisisnya.
Baharoon menilai perselisihan kedua negara merupakan dinamika politik biasa.
Ia meyakini kesamaan kepentingan strategis Saudi dan UEA jauh melebihi perbedaan mereka.
Kini publik menanti penguatan kerja sama konkret kedua negara di kawasan.













