Bentrokan Pemuda di Tual Tewaskan 1 Warga, Polisi Amankan Terduga Pelaku

Senin, 21 September 2026 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tual Berduka, Keributan Antarpemuda Berujung Kematian, Terduga Pelaku Ditangkap. (Posnews/Ist)

Tual Berduka, Keributan Antarpemuda Berujung Kematian, Terduga Pelaku Ditangkap. (Posnews/Ist)

TUAL, POSNEWS.CO.ID – Keributan antarkelompok pemuda di Kota Tual, Maluku, berujung duka.

Seorang warga berinisial RAR meninggal dunia setelah terkena anak panah dalam aksi saling serang di kawasan Pertigaan Pertamina, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Dullah Selatan, Sabtu (19/9/2026) dini hari.

Polres Tual langsung bergerak setelah menerima laporan. Polisi kemudian mengamankan seorang terduga pelaku dan membawanya ke Mako Polres Tual untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kapolres Tual AKBP Whansi Des Asmoro mengatakan penyidik masih mendalami perkara berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan.

Karena itu, status terduga pelaku tetap harus mengikuti proses hukum dan asas praduga tak bersalah.

“Peristiwa ini merupakan tindak pidana penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya seseorang. Polres Tual bergerak cepat untuk mengamankan terduga pelaku dan selanjutnya melakukan proses penyidikan secara profesional berdasarkan fakta dan alat bukti yang ada,” kata Whansi.

Berawal dari Adu Mulut

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 WIT. Polisi menyebut keributan melibatkan kelompok pemuda Tembok Berlin Wara dan kelompok pemuda Kompleks Pertamina Wear.

Perselisihan yang semula hanya berupa adu mulut kemudian berubah menjadi aksi saling serang. Batu, senjata tajam hingga panah digunakan dalam keributan tersebut.

Baca Juga :  Update Tanah Longsor di Banjarnegara Tewaskan 2 Orang, 27 Warga Masih Hilang

Di tengah situasi yang semakin tidak terkendali, RAR yang merupakan warga Jalan Yos Sudarso terkena anak panah.

Warga dan keluarga sempat memberikan pertolongan. Namun, kondisi korban memburuk hingga nyawanya tidak tertolong.

Korban kemudian dibawa ke RSUD Karel Sadsuitubun, Langgur. Sekitar pukul 02.00 WIT, petugas memastikan korban telah meninggal dunia.

Polisi Datang, Massa Dibubarkan

Begitu menerima laporan, personel Polres Tual yang dipimpin Pamapta II SPKT Polres Tual Ipda Ryan G. Parera bersama unsur piket fungsi, Piket KRYD, Piket SS dan personel Samapta bergerak ke lokasi.

Polisi tiba sekitar pukul 01.15 WIT. Personel langsung membubarkan massa dan mengamankan kawasan tersebut untuk mencegah keributan kembali pecah.

Selanjutnya, petugas mendatangi RSUD Karel Sadsuitubun untuk memastikan kondisi korban.

Keluarga korban kemudian membuat laporan resmi ke SPKT Polres Tual. Laporan itu menjadi dasar bagi penyidik untuk melakukan proses hukum.

Sekitar pukul 04.20 WIT, Wakapolres Tual Kompol Roni Ferdi Manawan bersama Plt Kasat Samapta Iptu Agustinus Frans Sapury tiba di SPKT untuk menerima laporan keluarga korban.

Wakapolres juga mengarahkan anggota agar menangani perkara secara cepat, transparan dan menyeluruh.

Penyidik Amankan Terduga Pelaku

Setelah menerima laporan, personel Reskrim Polres Tual melakukan penyelidikan terhadap rangkaian kejadian.

Baca Juga :  Gubernur DIY Ungkap Penyebab Makanan MBG Cepat Basi Hingga Picu Keracunan

Hasil penyelidikan membawa polisi kepada seorang terduga pelaku yang kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Polisi belum menyimpulkan keterlibatan seseorang hanya berdasarkan dugaan. Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti untuk mengungkap peran masing-masing pihak dalam keributan tersebut.

Kapolres menegaskan proses hukum akan berjalan berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperoleh selama penyidikan.

Polisi Cegah Bentrokan Susulan

Polres Tual juga mengingatkan keluarga korban maupun kelompok pemuda yang terlibat agar tidak melakukan aksi balasan.

Menurut kepolisian, tindakan main hakim sendiri hanya berpotensi memperpanjang konflik dan menimbulkan korban baru.

“Kami meminta seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi. Jangan melakukan aksi saling serang atau tindakan main hakim sendiri. Percayakan penanganan perkara ini kepada Polres Tual,” ujar Whansi.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa perselisihan kecil dapat berubah menjadi tragedi ketika emosi tidak terkendali dan kekerasan digunakan sebagai jalan keluar.

Karena itu, masyarakat diharapkan tidak mudah terpancing provokasi. Jika terjadi perselisihan, penyelesaian melalui tokoh masyarakat, aparat keamanan dan jalur hukum jauh lebih aman daripada melakukan aksi balasan.

Perkembangan terbaru: hingga laporan terbaru pada 21 September 2026, seorang terduga pelaku telah diamankan untuk diperiksa, sementara polisi tetap melakukan pendalaman dan pengamanan guna mencegah konflik susulan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Ungkap 20 Video A Day in My Life, 2 Tersangka Pernah Jadi Karyawan Swasta
Banjir Bandang Solok Putus Jalan Solok-Padang, 70 Rumah Terdampak
Satu Keluarga Tewas Kecelakaan di Gempol, Dua Truk Kabur
Dua Pemeran ‘A Day in My Life’ Mengidap HIV, Uang Rp19 Juta dari Akses Berbayar
PNS di OKI Tewas Bersimbah Darah, Istri Diamankan Polisi
Viral Video Kekerasan Balita di Palembang, Pengasuh Ditangkap Polisi
Viral A Day in My Life, Polisi Bongkar 20 Video yang Diproduksi Dua Pria
Heboh Air Kolam di Bogor Berubah Merah, Begini Penjelasan Polisi

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 08:58 WIB

Banjir Bandang Solok Putus Jalan Solok-Padang, 70 Rumah Terdampak

Selasa, 22 September 2026 - 08:27 WIB

Satu Keluarga Tewas Kecelakaan di Gempol, Dua Truk Kabur

Selasa, 22 September 2026 - 06:39 WIB

Dua Pemeran ‘A Day in My Life’ Mengidap HIV, Uang Rp19 Juta dari Akses Berbayar

Selasa, 22 September 2026 - 06:19 WIB

PNS di OKI Tewas Bersimbah Darah, Istri Diamankan Polisi

Selasa, 22 September 2026 - 06:01 WIB

Viral Video Kekerasan Balita di Palembang, Pengasuh Ditangkap Polisi

Berita Terbaru

Pengembang merilis keyboard split open-source Tiwaz dengan dua joystick dan soket hot-swap. Simak spesifikasi teknis dan panduan rakitnya. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Pengembang Luncurkan Tiwaz Keyboard Split Open Source

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:25 WIB

PM Italia Giorgia Meloni mengusulkan batasan kuota siswa asing dan larangan burqa di sekolah. Simak rincian aturan baru dan agenda pemilu. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Giorgia Meloni Usul Pembatasan Siswa Asing dan Larangan Burqa

Selasa, 22 Sep 2026 - 09:18 WIB