Kapolda Maluku Pecat Bripda MS, Kapolri Perintahkan Usut Tuntas

Selasa, 24 Februari 2026 - 10:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bripda MS Dipecat Polda Maluku Usai Aniaya Pelajar 14 Tahun di Tual hingga Tewas. (Posnews/Ist)

Bripda MS Dipecat Polda Maluku Usai Aniaya Pelajar 14 Tahun di Tual hingga Tewas. (Posnews/Ist)

MALUKU, POSNEWS.CO.ID – Polda Maluku resmi memecat anggota Satuan Brimob, Bripda Masias Siahaya (MS), setelah terbukti menganiaya AT (14), pelajar MTs Negeri Kota Tual, hingga meninggal dunia.

Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Kapolda Maluku, Dadang Hartanto, langsung mengumumkan putusan tersebut. Ia menegaskan institusinya tidak mentoleransi kekerasan maupun pelanggaran kode etik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

β€œProses kami jalankan secara objektif, transparan, dan berkeadilan,” tegasnya, Selasa (24/2/2026).

14 Saksi Dihadirkan, Pelanggaran Terbukti

Sidang KKEP yang dipimpin Kombes Indera Gunawan menghadirkan 14 saksi. Sepuluh saksi hadir langsung, sementara empat lainnya memberikan keterangan secara daring, termasuk saksi korban dan anggota kepolisian.

Baca Juga :  29 Siswa SMAN 72 Jakarta Masih Dirawat, Sebagian Besar Alami Gangguan Pendengaran

Majelis menyatakan Bripda MS melanggar kewajiban menjaga kehormatan institusi, menaati hukum, serta larangan melakukan kekerasan.

Selain dinyatakan melakukan perbuatan tercela, ia juga sempat menjalani penempatan khusus selama lima hari.

Meski demikian, Bripda MS menyatakan pikir-pikir atas putusan tersebut dan masih memiliki hak mengajukan banding sesuai mekanisme internal Polri.

Kapolri Murka, Perintahkan Usut Tuntas

Sebelumnya, Kapolri Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajarannya mengusut tuntas kasus ini dan memastikan pelaku menerima hukuman setimpal.

β€œSaya perintahkan usut tuntas dan tegakkan keadilan bagi keluarga korban,” tegasnya, Senin (23/2/2026).

Ia juga menyampaikan belasungkawa dan mengaku marah atas insiden yang mencoreng nama Brimob.

Kronologi: Helm Taktikal Hantam Pelipis Korban

Baca Juga :  Polisi Observasi Kejiwaan Pelaku Pembunuhan Ibu Kandung di Pekalongan

Peristiwa bermula saat patroli Brimob melakukan cipta kondisi di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara, Kamis (19/2/2026) dini hari.

Tim bergerak dari Kompleks Mangga Dua, Langgur, lalu menuju Desa Fiditan setelah menerima laporan dugaan keributan.

Di lokasi, dua sepeda motor melaju kencang. Bripda MS kemudian mengayunkan helm taktikal. Helm itu menghantam pelipis kanan AT hingga korban terjatuh telungkup.

Warga membawa korban ke RSUD Karel Sadsuitubun Langgur. Namun pada pukul 13.00 WIT, dokter menyatakan korban meninggal dunia.

Kasus ini memicu sorotan nasional dan menjadi peringatan keras bagi seluruh anggota Polri agar menjaga profesionalisme serta mengutamakan perlindungan masyarakat. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diskon Tambah Daya PLN 50 Persen HUT Jakarta 2026, Cek Syarat dan Caranya
Portugal dan Dua Puluh Negara Desak Israel Buka Akses Bantuan
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ciduk 2 Kurir Narkoba di Tamansari, Sita 2,07 Kg Sabu
Mahasiswa Kepung Bundaran HI Besok, Bawa 5 Tuntutan untuk Pemerintah Prabowo
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Tolak Perjodohan, Wanita di Banyuasin Diduga Rancang Pembunuhan Bersama Kekasih
Reaksi Keras Tehran: Iran Gempur Pangkalan Militer AS
LDP Jepang Sepakati Draf Revisi Dokumen Keamanan Nasional

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:59 WIB

Diskon Tambah Daya PLN 50 Persen HUT Jakarta 2026, Cek Syarat dan Caranya

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:51 WIB

Portugal dan Dua Puluh Negara Desak Israel Buka Akses Bantuan

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:09 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ciduk 2 Kurir Narkoba di Tamansari, Sita 2,07 Kg Sabu

Kamis, 11 Juni 2026 - 15:20 WIB

Mahasiswa Kepung Bundaran HI Besok, Bawa 5 Tuntutan untuk Pemerintah Prabowo

Kamis, 11 Juni 2026 - 14:48 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Berita Terbaru

Desakan kemanusiaan bagi Gaza. Portugal bersama dua puluh negara lainnya mendesak Israel untuk mematuhi hukum humaniter internasional dan menjamin kelancaran pasokan bantuan. Dok: Istimewa

INTERNASIONAL

Portugal dan Dua Puluh Negara Desak Israel Buka Akses Bantuan

Kamis, 11 Jun 2026 - 16:51 WIB

Krisis kesehatan di Afrika Tengah. Republik Demokratik Kongo menghadapi peningkatan tajam kasus Ebola jenis Bundibugyo di tengah hambatan konflik bersenjata. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Kamis, 11 Jun 2026 - 14:48 WIB