Baku Tembak Pecah di Papua Tengah, 4 Anggota OPM Dilaporkan Tewas

Jumat, 25 September 2026 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Satgas Koops TNI Habema mengamankan barang bukti setelah kontak senjata dengan kelompok bersenjata di Papua Tengah. (Posnews/Ist)

Satgas Koops TNI Habema mengamankan barang bukti setelah kontak senjata dengan kelompok bersenjata di Papua Tengah. (Posnews/Ist)

PAPUA TENGAH, POSNEWS.CO.ID – Suara tembakan pecah di sekitar Kampung Done Balogo, Papua Tengah, Jumat (25/9/2026).

Satgas Koops TNI Habema terlibat kontak senjata dengan kelompok bersenjata yang disebut sebagai OPM Kodap VIII/Intan Jaya pimpinan Daniel Aibon Kogoya.

Kontak senjata itu terjadi ketika personel TNI melakukan pengamanan wilayah setelah menerima informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata di sekitar lokasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan personel lebih dulu melakukan pemantauan dan pengecekan secara hati-hati. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan situasi sekaligus mencegah ancaman terhadap masyarakat.

“Personel kemudian melakukan pengecekan dan pemantauan secara hati-hati untuk memastikan situasi serta mencegah ancaman terhadap masyarakat,” ujar Riyanto.

Empat Anggota Kelompok Bersenjata Dilaporkan Tewas

Berdasarkan laporan sementara dari lapangan, empat anggota kelompok bersenjata dilaporkan meninggal dunia setelah kontak senjata tersebut.

Dua orang ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Sementara dua lainnya dilaporkan jatuh ke area jurang ketika kontak berlangsung.

Namun, informasi tersebut masih merupakan laporan sementara dari pihak keamanan. Identitas dan kondisi seluruh korban masih menjadi bagian dari pendalaman aparat.

TNI juga belum memberikan informasi mengenai korban dari pihak prajurit dalam kontak senjata tersebut.

Karena itu, perkembangan di lapangan masih dipantau untuk memastikan situasi setelah baku tembak.

Senjata dan Puluhan Peluru Diamankan

Selain menemukan korban yang dilaporkan tewas, personel Satgas Koops TNI Habema mengamankan sejumlah barang dari lokasi kontak senjata.

Barang yang diamankan antara lain satu pucuk senjata SS2 V1, satu senjata api laras panjang yang dilengkapi alat bidik Trijicon, 50 butir munisi kaliber 5,56 milimeter, serta satu magazen SS2 V1.

Baca Juga :  Fakta Baru Ledakan Bom Mortir di Biak, TNT Aktif Saat Digergaji

Petugas juga mengamankan alat komunikasi, telepon seluler dan sejumlah perlengkapan lapangan lainnya.

“Seluruh temuan selanjutnya diamankan untuk pendalaman sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Riyanto.

Barang bukti tersebut kini menjadi bagian dari proses pendalaman untuk mengetahui aktivitas kelompok bersenjata serta rangkaian kejadian sebelum kontak senjata.

Sebelumnya, Koops Habema juga beberapa kali melaporkan pengamanan senjata dan amunisi yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata di wilayah Papua.

Pada Juli 2026, misalnya, personel menemukan senjata dan amunisi di sebuah rumah adat yang disebut diduga digunakan sebagai markas OPM di Intan Jaya.

TNI Tegaskan Tindakan Harus Terukur

Riyanto menegaskan bahwa operasi keamanan di wilayah Papua harus tetap mengedepankan profesionalitas dan ketentuan hukum.

Menurut dia, prajurit tidak hanya dituntut menghadapi ancaman keamanan, tetapi juga wajib memastikan keselamatan masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasi.

“Ketegasan terhadap ancaman dan perlindungan terhadap masyarakat harus berjalan bersama. Setiap tindakan prajurit harus terukur, selektif, profesional,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya menghormati nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Dan tetap menghormati nilai-nilai kemanusiaan. Tujuan akhirnya bukan sekadar mengatasi gangguan keamanan, tetapi menciptakan ruang aman agar masyarakat dapat menjalani kehidupannya dengan tenang,” sambung Riyanto.

Pesan tersebut menjadi penting karena konflik bersenjata di sejumlah wilayah Papua tidak hanya berdampak terhadap aparat dan kelompok bersenjata.

Masyarakat sipil juga dapat menghadapi gangguan aktivitas ekonomi, pendidikan, pelayanan kesehatan hingga mobilitas sehari-hari.

Wakapolda Papua Brigjen Pol Muhajir sebelumnya juga menyatakan penanganan kelompok kriminal bersenjata dilakukan sesuai standar operasional prosedur.

Ia menyebut pendekatan sosial dan kemanusiaan, termasuk akses pendidikan bagi masyarakat di wilayah terdampak, tetap didorong.

Warga Diharapkan Bisa Kembali Berkebun dan Bersekolah

Riyanto mengatakan ukuran keberhasilan pengamanan bukan hanya ketika ancaman bersenjata berhasil ditangani.

Menurut dia, kondisi aman harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Warga diharapkan dapat kembali berkebun dan bekerja tanpa rasa takut. Anak-anak bisa bersekolah, sementara pelayanan kesehatan dan pemerintahan tetap berjalan.

Baca Juga :  Kerusuhan Pekerja Tambang Nikel Kolaka, Dua TKA China Diamankan Polisi

Begitu pula dengan kehidupan adat dan kegiatan keagamaan yang dapat berlangsung tanpa gangguan keamanan.

Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam menciptakan kondisi yang memungkinkan masyarakat kembali menjalankan aktivitas normal setelah situasi keamanan terganggu.

Dalam beberapa pekan terakhir, Koops Habema juga menjalankan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan masyarakat.

Pada pertengahan September, misalnya, TNI mengevakuasi Sinta Bilolo, istri sopir Aris Sanda yang sebelumnya menjadi korban kekerasan kelompok bersenjata, menggunakan jalur udara karena akses darat Mbua-Wamena terganggu.

TNI Buka Jalan Pulang bagi Anggota Kelompok Bersenjata

Di tengah operasi keamanan, Riyanto juga kembali menyampaikan ajakan kepada anggota kelompok bersenjata yang masih berada di hutan dan pegunungan agar meninggalkan kekerasan.

Ia meminta mereka kembali kepada keluarga dan masyarakat.

“Kepada saudara-saudara kita yang masih berada di luar kampung, jalan untuk kembali selalu terbuka. Kembalilah kepada keluarga, masyarakat, dan kampung halaman,” ujarnya.

Menurut Riyanto, memilih meninggalkan kekerasan juga membutuhkan keberanian.

“Mari kita bangun Papua bersama. Keberanian bukan hanya ketika seseorang mampu mengangkat senjata, tetapi juga ketika berani meletakkannya dan memilih kehidupan yang lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, pascapertempuran di Done Balogo, personel masih melakukan pengamanan dan pendalaman terhadap temuan di lokasi.

Polisi dan TNI juga terus menghadapi dinamika keamanan di sejumlah wilayah Papua. Sebelumnya, kontak senjata antara Satgas Koops Habema dan kelompok TPNPB-OPM juga terjadi di Nduga pada 21 September 2026.

Dalam peristiwa itu, TNI menyebut pasukannya berhasil memukul mundur kelompok bersenjata menjauh dari pemukiman dan pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Hingga informasi terbaru, situasi di sekitar lokasi kontak senjata di Done Balogo masih dalam penanganan aparat.

Pemerintah dan aparat keamanan diharapkan memastikan setiap tindakan tetap terukur serta mengutamakan keselamatan masyarakat sipil. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolda Bengkulu Turun ke Lahan, Tanam Jagung untuk Perkuat Ketahanan Pangan
Misteri Kematian Istri Dokter di Cirebon, Ditemukan Bersimbah Darah di Kamar
Pencuri Brankas Masjid Al Markaz Gasak Rp75 Juta, Uangnya Ludes untuk Sabu dan Judol
Ditolak Bawa Anak, Pria di Kupang Diduga Bacok Mantan Istri dan Bocah 10 Tahun
Polisi Tangkap NB, Tersangka Penembakan ASN Yahukimo dan Sita 3 Amunisi
Mediasi Dua Ormas di Sukabumi Berubah Jadi Adu Bacok, 5 Orang Diamankan
KM Virgo Transport 8: 19 Meninggal, 116 Orang Masih Dicari Tim SAR
Galodo Solok Tewaskan 1 Warga, Polri Buka Pengungsian dan Cari Korban Hilang

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 17:01 WIB

Baku Tembak Pecah di Papua Tengah, 4 Anggota OPM Dilaporkan Tewas

Jumat, 25 September 2026 - 11:18 WIB

Misteri Kematian Istri Dokter di Cirebon, Ditemukan Bersimbah Darah di Kamar

Jumat, 25 September 2026 - 06:04 WIB

Pencuri Brankas Masjid Al Markaz Gasak Rp75 Juta, Uangnya Ludes untuk Sabu dan Judol

Kamis, 24 September 2026 - 14:19 WIB

Ditolak Bawa Anak, Pria di Kupang Diduga Bacok Mantan Istri dan Bocah 10 Tahun

Rabu, 23 September 2026 - 20:21 WIB

Polisi Tangkap NB, Tersangka Penembakan ASN Yahukimo dan Sita 3 Amunisi

Berita Terbaru

Ilustrasi, Senat Italia menyetujui RUU kerangka hukum energi nuklir generasi baru. Simak rincian kebijakan PM Giorgia Meloni dan reaksi aktivis. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Senat Italia Sahkan Aturan Kerangka Hukum Energi Nuklir

Jumat, 25 Sep 2026 - 15:08 WIB