POSNEWS.CO.ID, TOKYO – Raksasa teknologi MSI meluncurkan monitor gaming Rapid IPS MAG 271KPD7.
Fitur Dual Mode dan Spesifikasi Layar Utama
Produsen membekali layar 26,9 inci ini dengan kemampuan dual mode resolusi yang sangat unik.
Mode pertama menyajikan resolusi tajam 5K 5120×2880 pixel dengan refresh rate 75Hz.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, mode kedua mengubah tampilan menjadi WQHD 2560×1440 pixel dengan kecepatan 300Hz.
Bahkan, layar ini mencatat tingkat kerapatan piksel mencapai 218 PPI pada mode 5K.
Oleh karena itu, mode WQHD 300Hz memotong beban grafis sambil memberikan waktu respon 0,5ms.
Fitur Esports Khusus dan Fleksibilitas Penggunaan
MSI memasukkan Mode 24,5 Inci untuk membantu para pemain game FPS kompetitif.
Fitur ini mengecilkan area tampilan aktif agar mata pemain memantau seluruh area layar secara cepat.
Selain itu, teknologi AMD FreeSync Premium memangkas gangguan tearing serta stuttering saat bermain game.
Fitur SLMB Sync juga menjaga kejernihan objek yang bergerak sangat cepat di dalam layar.
Namun, MSI tidak hanya merancang monitor ini khusus untuk keperluan bermain game semata.
Panel ini mencakup cakupan warna 99,1 persen sRGB serta 95 persen DCI-P3 untuk kebutuhan kreator.
Bahkan, M-Color Mode menyelaraskan profil warna layar dengan perangkat laptop MacBook secara presisi.
Konektivitas Lengkap dan Harga Pasar
MSI menyediakan konektor dua HDMI 2.1, DisplayPort 1.4a, serta USB-C dengan DisplayPort Alt Mode.
Pengguna juga mendapatkan fitur KVM switch untuk mengendalikan dua PC menggunakan satu set keyboard.
Fitur AI Vision mengoptimalkan tingkat kecerahan, kontras, serta saturasi gambar secara otomatis.
Sebab, AI Dual Mode membantu perpindahan mode resolusi dan refresh rate secara mulus.
Pasar Jepang akan menyambut penjualan monitor ini pada tanggal 1 Oktober 2026 mendatang.
MSI mematok harga monitor ini sebesar 98.800 Yen atau sekitar 11,1 juta Rupiah.
Dengan demikian, monitor dual mode ini menjadi pilihan menarik bagi gamer dan profesional.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













