Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Memanas Usai Ledakan Granat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bentrokan unjuk rasa pelajar di Prancis memanas setelah ledakan granat polisi melukai tangan remaja 15 tahun menjelang aksi nasional. Dok: Istimewa.

Bentrokan unjuk rasa pelajar di Prancis memanas setelah ledakan granat polisi melukai tangan remaja 15 tahun menjelang aksi nasional. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, JAKARTA – Ledakan granat kejut polisi menghancurkan tangan seorang remaja 15 tahun di kota Lens.

Peristiwa tragis ini berlangsung saat gelombang unjuk rasa pelajar memasuki minggu ketiga.

Oleh karena itu, ketegangan aksi protes pelajar di berbagai kota Prancis terus meningkat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, para siswa memprotes kekurangan anggaran serta kondisi fasilitas sekolah yang buruk.

Baca Juga :  Kanada Jajaki Status Anggota Asosiasi Uni Eropa

Pemerintah Menuduh Kelompok Sayap Kiri Memprovokasi Massa

Sebelumnya, aparat kepolisian menahan ribuan demonstran muda di berbagai wilayah Prancis.

Bahkan, kelompok demonstran membakar puluhan gedung sekolah serta merusak berbagai fasilitas publik.

Namun, pemerintah menuduh partai politik sayap kiri menghasut para siswa untuk merusuh.

Meskipun demikian, pemimpin sayap kiri Jean-Luc Melenchon menolak tegas tuduhan pemerintah tersebut.

Baca Juga :  Sam Altman dan Bernie Sanders Bahas Kemitraan Sipil

Serikat Buruh Mendukung Aksi Demonstrasi Nasional

Sementara itu, organisasi hak asasi manusia mengecam tindakan keras aparat terhadap remaja.

Sebab, polisi menyemprotkan gas air mata serta menembakkan peluru karet ke arah kerumunan.

Selanjutnya, serikat buruh berjanji mengawal unjuk rasa besar-besaran pada hari Selasa.

Dengan demikian, gelombang unjuk rasa ini makin memperberat beban politik pemerintah Presiden Macron.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Organisasi Lingkungan Menggugat Pemerintahan Trump Atas
Rusia Menghantam Jembatan Utama di Kyiv Dua Hari
Arab Saudi Merancang Serangan Militer Besar-Besaran
Korea Utara Meluncurkan Rudal Balistik Usai Menolak Permintaan
Identitas Ko-Pilot FlyDubai Terungkap Usai Serang Kapten
Sebuah Mobil Menabrak Kerumunan Warga di Newcastle Australia
Ko-Pilot Mencoba Menjatuhkan Pesawat Rute Dubai Tel Aviv
Amerika Serikat Mengirimkan 9.000 Prajurit dan Kapal Induk Ketiga

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Memanas Usai Ledakan Granat

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Organisasi Lingkungan Menggugat Pemerintahan Trump Atas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Rusia Menghantam Jembatan Utama di Kyiv Dua Hari

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Arab Saudi Merancang Serangan Militer Besar-Besaran

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Korea Utara Meluncurkan Rudal Balistik Usai Menolak Permintaan

Berita Terbaru

Bentrokan unjuk rasa pelajar di Prancis memanas setelah ledakan granat polisi melukai tangan remaja 15 tahun menjelang aksi nasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Memanas Usai Ledakan Granat

Selasa, 6 Okt 2026 - 15:10 WIB

Donald Trump memindahkan pesawat pembom B-1 dari Inggris usai mendeteksi ancaman keamanan yang berkaitan dengan pihak Iran. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Trump Mengonfirmasi Pemindahan Jet Pembom B-1 dari Inggris

Selasa, 6 Okt 2026 - 14:44 WIB

Rusia mengarantina rumah sakit di Siberia setelah peneliti lembaga riset pes meninggal karena pneumonia dari penyebab tak dikenal. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Otoritas Rusia Mengarantina Rumah Sakit Siberia

Selasa, 6 Okt 2026 - 14:07 WIB

Nacon meluncurkan pengontrol Revolution 5 Unlimited berlayar internal dan berstik TMR anti-drift untuk PS5 dan PC. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Nacon Merilis Pengontrol Nirkabel Revolution 5 Unlimited

Selasa, 6 Okt 2026 - 12:26 WIB