Raksasa Lembut Lautan di Ambang Batas: Kisah Manatee yang Berjuang untuk Bertahan Hidup

Kamis, 16 Oktober 2025 - 15:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Dikenal sebagai

Ilustrasi, Dikenal sebagai "sapi laut" yang damai, ketiga spesies manatee di dunia kini menghadapi ancaman kepunahan akibat aktivitas manusia. Dok: Istimewa

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Di perairan hangat pesisir, sungai, dan laguna di seluruh dunia, hiduplah mamalia air yang tenang dan lembut: manatee. Orang-orang sering menyebutnya “sapi laut” karena kebiasaannya merumput tanaman air selama delapan jam sehari. Makhluk ini adalah raksasa yang damai. Namun, di balik ketenangannya, ketiga spesies manatee—India Barat, Afrika, dan Amazon—sedang berjuang dalam pertarungan senyap untuk bertahan hidup.

Mengenal sang Raksasa Lembut

Manatee adalah mamalia air herbivora yang memiliki tubuh besar, kulit tebal berkerut, dan sirip depan yang fleksibel. Berbeda dengan mamalia lain, mereka hanya punya enam tulang leher, yang membatasi gerakan kepala mereka ke samping. Untuk melihat sekeliling, seekor manatee harus memutar seluruh tubuhnya.

Meskipun hidup sepenuhnya di air, manatee harus naik ke permukaan setiap beberapa menit untuk bernapas. Mereka menghabiskan sebagian besar waktunya untuk makan, dengan mengonsumsi tanaman air hingga 15% dari berat badan mereka setiap hari.

Baca Juga :  Ali Larijani Tewas, Mojtaba Khamenei Tolak Damai Saat Trump Kecam NATO

Ancaman di Balik Gelombang

International Union for Conservation of Nature (IUCN) menetapkan semua spesies manatee dalam status terancam atau berisiko tinggi punah. Berbagai ancaman dari manusia menyebabkan populasi mereka terus menurun drastis.

  • Tabrakan dengan Perahu: Di Florida, tabrakan dengan perahu menjadi penyebab utama kematian manatee India Barat. Gerakan mereka yang lambat membuat mereka sulit menghindari baling-baling kapal yang melaju kencang.
  • Jaring Ikan dan Sampah Plastik: Jaring ikan dan sampah plastik menjerat atau meracuni ratusan manatee setiap tahun. Sebuah studi di perairan AS dari 2009 hingga 2020 menemukan setidaknya 700 kasus manatee menjadi korban.
  • Perburuan Ilegal: Meskipun hukum kini melarang perburuan manatee, praktik ini masih terjadi di beberapa wilayah, terutama di Afrika. Secara historis, manusia memburu puluhan ribu manatee Amazon untuk mengambil daging, lemak, dan kulitnya.
Baca Juga :  Jepang Kembali Diguncang: Gempa M 6,7 Hantam Aomori, Tsunami Kecil Terpantau

IUCN mengklasifikasikan manatee Afrika dan Amazon sebagai “Rentan” (Vulnerable), sementara dua subspesies manatee India Barat berstatus “Terancam Punah” (Endangered). Para ahli memperkirakan populasi manatee India Barat akan menurun 20% lagi dalam 40 tahun ke depan jika tidak ada tindakan serius.

Upaya Konservasi

Beberapa upaya konservasi mulai menunjukkan hasil. Di Florida, pemerintah memberlakukan batas kecepatan perahu di area-area tertentu selama musim dingin. Aturan ini memberi manatee lebih banyak waktu untuk merespons dan menghindar. Namun, tantangan global tetap besar.

Nasib raksasa lembut ini bergantung pada kesadaran dan tindakan kita untuk melindungi habitat mereka dari polusi, lalu lintas kapal, dan sampah plastik. Tanpa perlindungan yang lebih kuat, dunia berisiko kehilangan salah satu mamalia laut paling unik dan damai selamanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan
LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar
Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi
Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas
Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump
101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis
Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:33 WIB

Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:18 WIB

LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:13 WIB

Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Berita Terbaru

Ilustrasi, Eskalasi kekerasan di perbatasan. Pembunuhan seorang tetua suku yang anti-militan memicu baku tembak sengit antara komite perdamaian lokal dan kelompok bersenjata di wilayah Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Menepis spekulasi. Pejabat senior Iran menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei dalam kondisi kesehatan yang prima dan tetap menjalankan tugas negara secara aktif, membantah laporan mengenai cedera akibat serangan udara. Dok: Xinhua.

INTERNASIONAL

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB