JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Di perairan hangat pesisir, sungai, dan laguna di seluruh dunia, hiduplah mamalia air yang tenang dan lembut: manatee. Orang-orang sering menyebutnya “sapi laut” karena kebiasaannya merumput tanaman air selama delapan jam sehari. Makhluk ini adalah raksasa yang damai. Namun, di balik ketenangannya, ketiga spesies manatee—India Barat, Afrika, dan Amazon—sedang berjuang dalam pertarungan senyap untuk bertahan hidup.
Mengenal sang Raksasa Lembut
Manatee adalah mamalia air herbivora yang memiliki tubuh besar, kulit tebal berkerut, dan sirip depan yang fleksibel. Berbeda dengan mamalia lain, mereka hanya punya enam tulang leher, yang membatasi gerakan kepala mereka ke samping. Untuk melihat sekeliling, seekor manatee harus memutar seluruh tubuhnya.
Meskipun hidup sepenuhnya di air, manatee harus naik ke permukaan setiap beberapa menit untuk bernapas. Mereka menghabiskan sebagian besar waktunya untuk makan, dengan mengonsumsi tanaman air hingga 15% dari berat badan mereka setiap hari.
Ancaman di Balik Gelombang
International Union for Conservation of Nature (IUCN) menetapkan semua spesies manatee dalam status terancam atau berisiko tinggi punah. Berbagai ancaman dari manusia menyebabkan populasi mereka terus menurun drastis.
- Tabrakan dengan Perahu: Di Florida, tabrakan dengan perahu menjadi penyebab utama kematian manatee India Barat. Gerakan mereka yang lambat membuat mereka sulit menghindari baling-baling kapal yang melaju kencang.
- Jaring Ikan dan Sampah Plastik: Jaring ikan dan sampah plastik menjerat atau meracuni ratusan manatee setiap tahun. Sebuah studi di perairan AS dari 2009 hingga 2020 menemukan setidaknya 700 kasus manatee menjadi korban.
- Perburuan Ilegal: Meskipun hukum kini melarang perburuan manatee, praktik ini masih terjadi di beberapa wilayah, terutama di Afrika. Secara historis, manusia memburu puluhan ribu manatee Amazon untuk mengambil daging, lemak, dan kulitnya.
IUCN mengklasifikasikan manatee Afrika dan Amazon sebagai “Rentan” (Vulnerable), sementara dua subspesies manatee India Barat berstatus “Terancam Punah” (Endangered). Para ahli memperkirakan populasi manatee India Barat akan menurun 20% lagi dalam 40 tahun ke depan jika tidak ada tindakan serius.
Upaya Konservasi
Beberapa upaya konservasi mulai menunjukkan hasil. Di Florida, pemerintah memberlakukan batas kecepatan perahu di area-area tertentu selama musim dingin. Aturan ini memberi manatee lebih banyak waktu untuk merespons dan menghindar. Namun, tantangan global tetap besar.
Nasib raksasa lembut ini bergantung pada kesadaran dan tindakan kita untuk melindungi habitat mereka dari polusi, lalu lintas kapal, dan sampah plastik. Tanpa perlindungan yang lebih kuat, dunia berisiko kehilangan salah satu mamalia laut paling unik dan damai selamanya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia

















