Udara Jakarta Memburuk, Pramono Siagakan 367 Fasilitas Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Ist)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kualitas udara Jakarta memburuk dalam dua hingga tiga hari terakhir.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun meminta jajaran kesehatan bersiaga agar warga yang mengalami gangguan pernapasan dan masalah kesehatan lainnya segera mendapat pertolongan.

Pramono mengakui kondisi udara Ibu Kota sedang tidak baik. Namun, ia memilih tidak menyalahkan pihak mana pun sebelum penyebab penurunan kualitas udara dipastikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang pertama, saya tidak mau menyalahkan siapa pun. Memang sekarang ini dalam dua-tiga hari ini kondisi asap kita, kondisi udara kita mengalami kondisi yang memburuk,” kata Pramono kepada wartawan di Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Sebagai langkah antisipasi, Pramono menginstruksikan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk meningkatkan kesiapsiagaan rumah sakit, puskesmas, dan puskesmas pembantu.

Ia meminta seluruh fasilitas tersebut memberikan pelayanan optimal kepada warga yang terdampak.

“Memberikan bantuan sepenuhnya bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan ataupun hal-hal yang lain yang berkaitan dengan kondisi udara yang seperti ini,” ujarnya.

367 Fasilitas Kesehatan Disiagakan

Pemprov DKI menyiagakan 31 rumah sakit, 44 puskesmas, dan 292 puskesmas pembantu.

Baca Juga :  Begal Matraman Raya Hajar Korban hingga Tak Berdaya, Motor Honda Beat Raib

Total 367 fasilitas kesehatan tersebut disiapkan untuk menangani warga yang mengalami gangguan kesehatan di tengah memburuknya kondisi udara.

Pramono berharap kesiapan layanan medis dapat membantu warga memperoleh penanganan tanpa harus menunggu kondisi kesehatan semakin parah.

“Dan saya sudah memerintahkan 31 rumah sakit, 44 puskesmas, 292 pembantu puskesmas sekarang ini sudah disiagakan untuk menangani hal yang berkaitan dengan efek dari kondisi cuaca ini,” katanya.

Sejumlah Titik Jakarta Masuk Kategori Tidak Sehat

Data pemantauan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta memperkuat peringatan mengenai kondisi udara tersebut.

Pada pukul 03.00 WIB, Jumat (16/10/2026), indeks standar pencemar udara (ISPU) berbasis PM2.5 tercatat mencapai 130 di Kebon Jeruk, 122 di Bundaran HI, 121 di Lubang Buaya, serta 110 di Kelapa Gading. Sementara itu, Jagakarsa mencatat angka 108.

Angka tersebut masuk kategori tidak sehat, yakni rentang ISPU 101–199. Paparan polusi pada tingkat ini dapat berdampak buruk bagi kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif.

Namun, data dari beberapa stasiun pemantauan tidak otomatis menggambarkan kondisi seluruh wilayah Jakarta.

Pramono mengatakan Pemprov DKI memiliki ratusan alat pemantau emisi untuk memantau perubahan kualitas udara. Meski demikian, ia belum ingin menyimpulkan penyebab memburuknya kondisi tersebut.

Baca Juga :  Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat Guyur Jabodetabek Akhir Pekan Ini

Pramono Tak Ingin Polemik Menghambat Penanganan

Pramono mengungkapkan, dirinya sebenarnya sudah mempertimbangkan untuk menyampaikan kondisi udara Jakarta kepada masyarakat sejak tiga hari sebelumnya.

Namun, ia menahan pernyataan itu karena tidak ingin memicu perdebatan mengenai penyebab pencemaran.

“Sebenarnya dari tiga hari yang lalu saya ingin menyampaikan kepada publik, tetapi saya tidak ingin kemudian ini malah menjadi pro-kontra, apakah ini disebabkan oleh apa.

Tapi yang jelas bahwa betul sekarang ini kondisinya mengalami kondisi yang tidak baik,” tuturnya.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Warga sebaiknya mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan ketika kualitas udara masuk kategori tidak sehat.

Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta orang dengan penyakit pernapasan atau penyakit kronis perlu lebih berhati-hati.

Jika mengalami sesak napas, nyeri dada, atau gejala yang memburuk, segera cari pertolongan medis.

Pemantauan kualitas udara dan kesiapan fasilitas kesehatan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kesehatan, sembari menunggu penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab penurunan kualitas udara Jakarta. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asap Karhutla Melintasi Jakarta, BMKG Imbau Warga Pakai Masker
Kapolda Metro Jaya Tanam 25 Pohon, Green Policing Dimulai dari Internal Polri
Jabodetabek Berawan Tebal Seharian! Bogor Paling Adem, Jakarta Panas 36°C4
Dua Tewas Ledakan Pasar Cimanggis, 12 Korban Luka Dirawat di 3 Rumah Sakit
Diduga Terkait Gas LPG, Ledakan Pasar Cimanggis Masih Diselidiki
Jabodetabek Berawan Tebal, Suhu Bisa Tembus 36 Derajat pada Kamis Ini
Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel, 8 Korban Luka – Personel Brimob Dikerahkan
Polisi Sahabat Anak, Polda Metro Jaya Bangun Kepercayaan Sejak Dini

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:25 WIB

Asap Karhutla Melintasi Jakarta, BMKG Imbau Warga Pakai Masker

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Udara Jakarta Memburuk, Pramono Siagakan 367 Fasilitas Kesehatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Kapolda Metro Jaya Tanam 25 Pohon, Green Policing Dimulai dari Internal Polri

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:44 WIB

Jabodetabek Berawan Tebal Seharian! Bogor Paling Adem, Jakarta Panas 36°C4

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Dua Tewas Ledakan Pasar Cimanggis, 12 Korban Luka Dirawat di 3 Rumah Sakit

Berita Terbaru

Citra sebaran asap karhutla BMKG yang menunjukkan asap melintasi Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. (Posnews/BMKG)

JABODETABEK

Asap Karhutla Melintasi Jakarta, BMKG Imbau Warga Pakai Masker

Jumat, 16 Okt 2026 - 17:25 WIB

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Udara Jakarta Memburuk, Pramono Siagakan 367 Fasilitas Kesehatan

Jumat, 16 Okt 2026 - 16:15 WIB