POSNEWS.CO.ID, SEOUL – Raksasa teknologi Samsung menghadirkan peningkatan fitur pemantauan kesehatan tidur berbasis kecerdasan buatan (AI) terbaru.
Perusahaan mengembangkan fitur deteksi sleep apnea yang lebih canggih untuk jajaran perangkat wearable Galaxy Watch dan Galaxy Ring.
Gangguan sleep apnea sendiri menyebabkan pernapasan seseorang terhenti atau terganggu berulang kali saat terlelap di malam hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, sistem perangkat Samsung hanya mampu mendeteksi keberadaan indikasi sleep apnea secara umum tanpa kategorisasi rinci.
Namun demikian, algoritma AI terbaru kini mengelompokkan tingkat gangguan pernapasan menjadi tiga kategori utama secara mendalam.
Sistem membagi analisis kondisi pengguna ke dalam kategori ringan (mild), sesekali (occasional), serta sering (frequent).
Syarat Penggunaan Dan Prosedur Pemantauan Melalui Aplikasi Samsung Health Monitor
Fitur terbaru ini bekerja dengan menganalisis pola frekuensi gangguan pernapasan secara otomatis sepanjang malam pengguna terlelap.
Pengguna wajib mengenakan Galaxy Watch atau Galaxy Ring saat tidur minimal lima jam sebanyak dua kali dalam sepuluh hari.
Pengguna dapat melihat seluruh hasil analisis evaluasi kondisi tidur melalui aplikasi Samsung Health Monitor di ponsel pintar.
Oleh karena itu, pengguna tidak perlu melakukan pengukuran setiap malam secara terus-menerus untuk memperoleh gambaran kesehatan.
Kementerian Keamanan Makanan dan Obat-obatan (MFDS) Korea Selatan telah merestui dan memberikan izin resmi untuk fitur ini.
Samsung akan mulai meluncurkan pembaruan perangkat lunak kesehatan ini di pasar Korea Selatan pada November 2026.
Dukungan Perangkat Galaxy Dan Penegasan Batas Fungsi Pemantauan Medis
Pada tahap awal peluncuran, fitur ini akan hadir langsung untuk Galaxy Watch Ultra 2, Galaxy Watch 9 Series, dan Galaxy Ring.
Samsung juga berencana menyalurkan fitur ini ke Galaxy Watch 7 dan Galaxy Watch 8 Series yang menjalankan Wear OS 7.0.
Meskipun demikian, Samsung menegaskan bahwa teknologi analisis AI ini bukanlah alat diagnosis medis utama pengganti dokter.
Hasil pemantauan perangkat lunak berfungsi sebagai rujukan awal guna membantu pengguna mengenali potensi masalah kesehatan diri.
Pihak Samsung belum mengumumkan jadwal ketersediaan pembaruan fitur kesehatan digital ini untuk pasar Indonesia secara resmi.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













