Banjir Rob Mengancam 15 Provinsi, Kenali Wilayah dan Cara Mengantisipasinya

Minggu, 1 November 2026 - 06:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi kawasan pesisir yang perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir rob.
(Posnews/NET)

ilustrasi kawasan pesisir yang perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir rob. (Posnews/NET)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Memasuki November 2026, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai ancaman bencana hidrometeorologi.

Selain banjir akibat hujan deras, warga di kawasan pesisir juga perlu mengantisipasi banjir rob yang berpotensi menggenangi permukiman dan mengganggu aktivitas nelayan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat agar menyiapkan langkah mitigasi sejak dini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesiapsiagaan menjadi penting karena sejumlah wilayah Indonesia masih menghadapi risiko banjir, angin kencang, dan tanah longsor.

BNPB telah menerbitkan Surat Direktur Peringatan Dini Nomor B-79/BNPB/PDin/BP.03.02/10/2026 tertanggal 22 Oktober 2026. Surat tersebut memuat arahan kesiapsiagaan dan peringatan dini untuk menghadapi potensi banjir pesisir atau rob.

Potensi rob dalam peringatan tersebut berkaitan dengan fase Bulan Purnama pada 26 Oktober, fase Perigee pada 29 Oktober 2026, serta dinamika oseanografi yang memengaruhi pasang air laut.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan menyebut ancaman banjir pesisir perlu diwaspadai di 15 provinsi.

“Wilayah pesisir yang terancam meliputi pesisir Sumatra Utara, Sumatra Barat, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, hingga Maluku,” kata Berton, dikutip dari laman BNPB, Sabtu (31/10/2026).

15 Provinsi Masuk Wilayah Kewaspadaan Rob

Untuk mengurangi risiko, BNPB meminta masyarakat membatasi aktivitas di pantai saat air laut mencapai pasang maksimum. Nelayan juga perlu menunda kegiatan melaut apabila gelombang tinggi membahayakan keselamatan.

Warga pesisir diminta mengamankan perahu dan barang berharga agar tidak rusak atau terseret air pasang. Selain itu, masyarakat perlu mengetahui jalur evakuasi serta lokasi yang lebih aman apabila air laut mulai memasuki permukiman.

Pemerintah daerah bersama BPBD juga diminta mengoptimalkan pemantauan informasi BMKG, memeriksa kesiapan tempat pengungsian, membersihkan drainase pesisir, dan memastikan tanggul pantai dalam kondisi aman.

BNPB turut meminta pemerintah daerah menyiapkan personel dan logistik evakuasi. Koordinasi dengan masyarakat harus diperkuat agar informasi peringatan dini dapat segera ditindaklanjuti.

Baca Juga :  Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam

BNPB Catat 2.247 Kejadian Bencana

Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya kejadian bencana di berbagai daerah. BNPB mencatat total 2.247 kejadian bencana di Indonesia hingga Jumat (30/10/2026).

Dalam rekap tersebut, terdapat tambahan enam kejadian banjir di Sumatra Utara dan Aceh serta dua kejadian cuaca ekstrem di Kalimantan Selatan dan Jawa Timur.

Dampak banjir cukup besar terjadi di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara. Sebanyak 7.615 kepala keluarga (KK) terdampak dan 7.327 rumah terendam. Sementara itu, banjir di Kota Medan berdampak terhadap 2.405 KK.

Laporan perkembangan BNPB periode 30–31 Oktober juga mencatat banjir di Kabupaten Langkat yang merendam 310 rumah di tiga desa Kecamatan Tanjung Pura. Hujan berintensitas tinggi menyebabkan tanggul jebol sehingga air menggenangi permukiman.

Di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, banjir luapan disertai tanah longsor mengakibatkan 27 rumah mengalami kerusakan ringan.

Adapun angin kencang di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, berdampak terhadap 82 KK atau 294 jiwa dan merusak 80 rumah. Sebanyak delapan warga dilaporkan mengungsi.

BMKG Ingatkan Hujan Lebat Masih Berpotensi Terjadi

Memasuki awal November, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan potensi hujan lebat meskipun sebagian wilayah Indonesia masih mengalami kondisi panas dan kering.

Dalam prakiraan cuaca periode 30 Oktober hingga 5 November 2026, BMKG menyebut aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Kelvin, Gelombang Rossby Ekuatorial, serta sirkulasi siklonik di Laut Andaman dapat mendukung pertumbuhan awan hujan.

BMKG juga mencatat hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah pada akhir Oktober. Curah hujan harian mencapai 131 milimeter di Sumatra Utara, 97 milimeter di Sumatra Barat, dan 75 milimeter di Aceh.

Untuk periode 30 Oktober hingga 1 November, BMKG menetapkan status Siaga hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Sumatra, termasuk Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, dan Lampung.

Selanjutnya, pada periode 2–5 November, Sumatra Barat menjadi wilayah yang masuk status Siaga dalam prakiraan tersebut. BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang di beberapa wilayah.

Baca Juga :  Tim SAR Evakuasi 17 Pendaki dari Gunung Dukono, 2 WNA dan 1 WNI Belum Ditemukan

Di sisi lain, BMKG memantau Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman. Dinamika atmosfer di sekitar sistem tersebut berpotensi mendukung pembentukan awan hujan, terutama di wilayah utara Sumatra.

BMKG juga mengeluarkan peringatan gelombang sedang setinggi 1,25–2,5 meter di sejumlah perairan Aceh dan Banten. Peringatan tersebut berlaku hingga 3 November 2026 pukul 07.00 WIB.

Masyarakat perlu memahami bahwa gelombang tinggi dan banjir rob merupakan dua kondisi berbeda. Namun, keduanya sama-sama berisiko bagi nelayan, operator kapal, serta warga yang beraktivitas di kawasan pantai.

Ini Langkah BNPB untuk Mengantisipasi Bencana

BNPB mengajak masyarakat mengurangi risiko banjir dengan membersihkan saluran air dan drainase secara bergotong royong. Warga juga dapat melakukan pemantauan sungai bersama petugas BPBD dengan tetap mengutamakan keselamatan.

Setiap keluarga perlu mengenali jalur evakuasi dan lokasi aman. BNPB menyarankan warga menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan darurat untuk sedikitnya tiga hari, seperti air minum, makanan tahan lama, obat-obatan, pakaian, senter, baterai, dokumen penting, dan alat komunikasi.

Pemeriksaan bendungan serta infrastruktur pengendali banjir harus dikoordinasikan dengan instansi berwenang dan dilakukan petugas yang kompeten.

Untuk menghadapi angin kencang atau puting beliung, masyarakat perlu memeriksa kekuatan atap rumah dan memangkas ranting pohon yang rapuh. Pemangkasan pohon berisiko sebaiknya dilakukan tenaga yang memiliki peralatan memadai.

Ketika angin kencang terjadi, jangan berlindung di dekat pohon besar, papan reklame, baliho, tiang, atau bangunan yang berpotensi roboh. Segera cari perlindungan di dalam bangunan yang kokoh.

Sementara itu, warga yang tinggal di kawasan perbukitan dan daerah rawan longsor harus segera menjauh ke tempat aman apabila hujan lebat berlangsung lama, terutama jika hujan juga mengguyur wilayah hulu.

Kenali tanda-tanda awal longsor, seperti retakan pada tanah atau lantai rumah, pohon dan tiang yang mulai miring, serta munculnya rembesan air yang tidak biasa.

BNPB mengimbau masyarakat terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan mengikuti arahan BPBD setempat. Kesiapsiagaan sejak dini dan keputusan evakuasi yang tepat dapat membantu mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian akibat bencana. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Poliran, Program Kapolri Bantu Pengangguran Mendapat Pekerjaan
Heboh Teh Kemasan Karton Berbusa Saat Demo, Ini Langkah Tegas BPOM
Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan
Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam
Salib Merah Politik, Jangan Ulangi Sejarah Gelap ‘Perang Salib’: Kalian Jahat Betul !!!
KPK Gali Aliran Suap Lahan Bogor, Dirut Anak Usaha Summarecon Dipanggil
Awas Cuaca Ekstrem! Bibit Siklon 91B Ancam Sejumlah Wilayah, Cek Daerahmu
Cegah Judol dan Narkoba, Polri Gandeng Muhammadiyah Masuk Sekolah

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 06:24 WIB

Banjir Rob Mengancam 15 Provinsi, Kenali Wilayah dan Cara Mengantisipasinya

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Poliran, Program Kapolri Bantu Pengangguran Mendapat Pekerjaan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:35 WIB

Heboh Teh Kemasan Karton Berbusa Saat Demo, Ini Langkah Tegas BPOM

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam

Berita Terbaru

Ilustrasi prakiraan cuaca Jabodetabek Minggu 1 November 2026, sejumlah wilayah berpotensi hujan ringan.
(Posnews/Net)

JABODETABEK

Minggu 1 November, Hujan Ringan Mengintai Jakarta hingga Tangerang

Minggu, 1 Nov 2026 - 05:13 WIB