POSNEWS.CO.ID, JAKARTA – Platform komunitas kebugaran ternama Strava resmi menjalin integrasi bersama asisten kecerdasan buatan Google Gemini.
Kerja sama ini memungkinkan para pengguna Strava memperoleh analisis aktivitas olahraga yang jauh lebih personal dan mendalam.
Pengguna dapat menyambungkan akun Strava mereka ke platform Google Gemini melalui fitur pendukung Connected Apps.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Layanan integrasi inovatif ini sudah mulai meluncur untuk pasar Amerika Serikat khusus bagi pengguna pelanggan Gemini.
Melalui integrasi ini, data catatan olahraga yang menumpuk dapat terolah menjadi informasi praktis yang sangat mudah dipahami.
Kemudahan Menggali Tren Performa Fisik Melalui Sesi Percakapan Interaktif
Pengguna dapat mengajukan berbagai pertanyaan spesifik mengenai perkembangan latihan fisik mereka secara langsung kepada Google Gemini.
Sebagai contoh, pengguna bisa meminta evaluasi peningkatan kecepatan lari pada tingkat detak jantung yang sama.
Google Gemini akan membandingkan data detak jantung, grafik kecepatan, konsistensi durasi latihan, hingga variasi jenis olahraga.
Sistem kecerdasan buatan ini juga sanggup mengevaluasi perbandingan waktu tempuh per mil saat pengguna mengikuti ajang lomba.
Bahkan, pengguna dapat menanyakan sejauh mana pengaruh cuaca terhadap tingkat kelelahan tubuh saat melangsungkan sesi latihan.
Guna mengaktifkan fitur ini, pengguna cukup membuka menu Personal Intelligence di Gemini dan memilih opsi perizinan Strava.
Strava Semakin Berkomitmen Mengembangkan Ekosistem Kecerdasan Buatan Modern
Kehadiran integrasi Google Gemini semakin memperkuat komitmen Strava dalam memanfaatkan kecerdasan buatan untuk kenyamanan para pengguna.
Sebelumnya, Strava telah mempopulerkan fitur Athlete Intelligence guna menganalisis berbagai sesi latihan tanpa peta lokasi GPS.
Fitur tersebut sanggup membaca aktivitas lari di atas treadmill hingga olahraga bersepeda menggunakan alat pengukur daya.
Strava turut melengkapi aplikasinya dengan fitur AI Performance Predictions untuk memproyeksikan estimasi waktu tempuh ajang maraton.
Sistem memerlukan setidaknya 20 catatan aktivitas terrekam agar sanggup menyajikan estimasi proyeksi waktu tempuh secara akurat.
Integrasi bersama Google Gemini menghadirkan cara baru bagi para penggiat olahraga dalam memahami kondisi fisik melalui percakapan.













