Peserta Ungkap Dugaan Kecurangan Rekrutmen Damkar DKI Jakarta 2025

Rabu, 17 September 2025 - 10:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Apel Pasukan Gulkarmat DKI Jakarta. Dok-Humas DKI

Ilustrasi Apel Pasukan Gulkarmat DKI Jakarta. Dok-Humas DKI

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Rekrutmen Petugas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Tahun Anggaran 2025 yang digelar Pemprov DKI Jakarta kembali menuai kritik.

Sejumlah peserta menuding seleksi Calon Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) sarat permainan dan tidak transparan.

Seorang peserta mengaku mulai mencium kejanggalan saat membuat surat kesehatan di Puskesmas Jakarta Timur. Ia menuturkan ada oknum yang menawarkanjalan pintas” agar peserta bisa lolos.

“Waktu buat surat kesehatan, ada yang menawarkan bantuan biar bisa lulus. Dari situ kami sudah curiga ada permainan,” kata Ucok (nama samaran), Selasa (16/9/2025).

Kejanggalan di Seleksi Jasmani

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peserta juga menilai seleksi jasmani di Brigif 1/Jaya Sakti, Jakarta Timur penuh tanda tanya. Panitia kerap memanggil nama peserta tertentu tanpa alasan jelas sehingga menimbulkan kebingungan.

Baca Juga :  Ditjenpas Pindahkan 130 Napi High Risk ke Nusakambangan, Total 1.882 Sepanjang 2025

Petugas sering menyebut nama peserta tertentu. Kami bingung, maksud pemanggilan itu apa,” ujar Ucok.

Beberapa minggu setelah seleksi jasmani, pengumuman hasil Tes Kesamaptaan keluar. Banyak peserta protes karena peserta dengan kemampuan rendah justru mendapat nilai tinggi.

“Ada yang gak bisa push up, gak bisa berenang, malah dapat nilai tinggi. Sementara saya yang ikut semua tes nilainya di bawah 30. Ini jelas tidak adil,” tegas Ucok.

Ia menambahkan, seharusnya panitia membuka rincian nilai setiap tahapan, bukan sekadar hasil akhir.

Kalau memang fair, nilai tes satu per satu harus diumumkan. Tapi yang kelihatan cuma keluarga dan kerabat Damkar atau orang-orang Pemprov DKI yang diprioritaskan,” sambungnya.

Baca Juga :  DPR-Pemerintah Setuju Hilangkan PHD, Seleksi Petugas Haji Kini di Kementerian

Kritik untuk Pemprov DKI

Ucok menilai Pemprov DKI gagal menjaga transparansi dalam seleksi Damkar. Ia bahkan menyindir agar rekrutmen hanya dibuka untuk keluarga besar Pemprov jika praktik curang tetap dibiarkan.

Kalau terus begini, lebih baik Gubernur buka lowongan khusus untuk keluarga Pemprov DKI saja. Jadi gak usah pakai seleksi untuk masyarakat. Saya harap Pak Gubernur bisa mengecek seleksi ini,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Pemprov DKI maupun Dinas Gulkarmat belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan ketidaktransparanan tersebut. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB