Ketua Komisi X DPR Semprot Unsri, Mahasiswa Baru Dipaksa Ciuman Saat Kegiatan Kampus

Kamis, 25 September 2025 - 12:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyoroti kasus ciuman paksa mahasiswa baru Unsri. Dok: DPR RI

Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyoroti kasus ciuman paksa mahasiswa baru Unsri. Dok: DPR RI

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Dunia pendidikan kembali tercoreng! Aksi bejat kakak tingkat (kating) Universitas Sriwijaya (Unsri) bikin geger setelah memaksa mahasiswa baru berciuman di depan umum.

Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, langsung turun tangan menyoroti kasus memalukan ini.

Ia menegaskan, tindakan tersebut masuk kategori kekerasan berdasarkan Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT).

“Ini jelas bentuk kekerasan psikis sekaligus perundungan. Unsri wajib aktifkan satgas antikekerasan dan lindungi korban,” tegas Hetifah, Kamis (25/9/2025).

DPR Minta Unsri Tegas

Hetifah menuntut pihak kampus segera bertindak. Korban wajib didampingi, sementara pelaku harus disanksi.

“Unsri jangan main-main. Satgas harus aktif, korban dilindungi, pelaku diberi sanksi administratif. Itu perintah aturan,” tandasnya.

Baca Juga :  DPR RI Percepat Reforma Agraria dengan Pansus Penyelesaian Konflik Lahan

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Politisi Golkar ini juga mendesak Kemendiktisaintek turun tangan. Evaluasi dan pengawasan ketat harus dilakukan agar kasus serupa tidak terulang di kampus lain.

“Pengawasan kementerian wajib jalan terus. Kampus harus patuh demi cegah kekerasan,” lanjutnya.

Peristiwa menjijikkan itu terjadi di Kampus Unsri Indralaya, Ogan Ilir, Sabtu (20/9) siang. Dalam video yang viral, puluhan mahasiswa baru dipaksa berciuman oleh kating saat kegiatan resmi kampus.

Diduga, insiden itu dilakukan mahasiswa dari Fakultas Pertanian, Prodi Teknologi Pertanian (HIMATETA). Aksi konyol itu dipimpin langsung oleh senior di depan mahasiswa lain.

Baca Juga :  Isu Pergantian Kapolri: DPR Bantah Terima Surpres dari Presiden Prabowo

Kampus Bertindak, HIMATETA Dibekukan

Kepala Humas dan Protokol Unsri, Nurly Meilinda, membenarkan pihak kampus sudah turun tangan.

“Itu dilakukan mahasiswa Fakultas Pertanian Prodi Teknologi Pertanian. Mereka sudah dipanggil, diberi teguran, dan organisasi HIMATETA resmi dibekukan satu tahun,” jelas Nurly, Selasa (23/9/2025).

Ia menambahkan, tim investigasi internal juga sudah dibentuk. Unsri berjanji kasus ini dituntaskan agar tidak ada lagi pelecehan berkedok kegiatan kampus.

Kasus mahasiswa Unsri dipaksa berciuman ini langsung jadi sorotan publik. DPR, kementerian, hingga pihak kampus ditekan untuk memastikan dunia pendidikan bebas dari aksi bejat, kekerasan, dan perundungan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB