Warga Baduy Dibegal dan Ditolak RS karena Tak Punya KTP, Menko PMK Turun Tangan

Rabu, 5 November 2025 - 21:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

warga baduy jadi korban begal dan ditolak rumah sakit karena tidak punya KTP. (Ist)

warga baduy jadi korban begal dan ditolak rumah sakit karena tidak punya KTP. (Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Tragis dan menyayat hati, sudah jatuh tertimpa tangga lagi. Itu-lah yang dialami seorang warga Baduy Dalam bernama Repan menjadi korban begal sadis di Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Tak hanya kehilangan uang Rp3 juta dan 10 botol madu dagangannya, ia juga mengalami luka-luka. Namun lebih memilukan, Repan justru ditolak rumah sakit karena tidak memiliki KTP. Korban terkapar — negara seolah tak hadir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Peristiwa yang menimpa Repan terjadi pada Minggu (26/10) di kawasan Rawasari dan sempat viral di media sosial. Publik mendidih, sebab korban kriminal malah diperlakukan seperti bukan warga negara.

Baca Juga :  Sportswashing: Alat Diplomasi Pembersih Citra

Menanggapi kejadian itu, Menko PMK Pratikno langsung bergerak cepat.

“Ya Allah, kami lacak ya,” tegas Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (5/11/2025).

Selanjutnya, Pratikno memastikan akan berkoordinasi dengan Kemendagri terkait persoalan administrasi kependudukan Repan.

“Oke, kami bicarakan dengan Kemendagri ya, di Adminduk itu,” katanya singkat.

Penolakan RS Bikin Geram

Kasus ini memunculkan kemarahan publik. Bagaimana mungkin korban kejahatan yang membutuhkan pertolongan justru ditolak hanya karena persoalan dokumen?

Baca Juga :  Relawan Ebola Hadapi Ancaman Virus dan Kemarahan Warga

Di saat Jakarta mengklaim kota ramah masyarakat adat, kenyataannya masih ada perlakuan diskriminatif yang bikin miris.

Insiden ini menjadi alarm keras bagi pemerintah dan fasilitas kesehatan:

Korban kriminal wajib mendapat prioritas penanganan medis, Administrasi tidak boleh jadi penghalang nyawa manusia, Masyarakat adat harus mendapat perlindungan dan akses layanan setara

Kini publik menunggu langkah nyata: pakah pelaku begal ditangkap? Apakah rumah sakit diberi sanksi? Apakah hak warga adat akan dijamin penuh? Negara harus hadir — bukan hanya bicara. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Motor Warga Dibidik Saat Lengah, 5 Kasus Curanmor Penjaringan Akhirnya Terbongkar
Jangan Terkecoh Langit Cerah, Hujan Lebat Mengintai 7 Wilayah Jabodetabek
Motor Coba Salip Trailer, Pelajar 15 Tahun Tewas Tabrak Truk Tangki
Mengenaskan! Dua Pemuda Terjebak Api di Lantai 2, Pintu Rumah Terkunci
Malam Mencekam di Tebet, Koordinator BEM UI Hafidz Diduga Diserang OTK
Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Bogor Berpotensi Hujan, Suhu Capai 34 Derajat
Demi Sabu, Pria di Tamansari Curi Motor Istri Siri Saat Terlelap
Kebakaran Rumah di Pulogadung Tewaskan 2 Lansia, 25 Warga Selamat

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:51 WIB

Motor Warga Dibidik Saat Lengah, 5 Kasus Curanmor Penjaringan Akhirnya Terbongkar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:36 WIB

Jangan Terkecoh Langit Cerah, Hujan Lebat Mengintai 7 Wilayah Jabodetabek

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Motor Coba Salip Trailer, Pelajar 15 Tahun Tewas Tabrak Truk Tangki

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:58 WIB

Mengenaskan! Dua Pemuda Terjebak Api di Lantai 2, Pintu Rumah Terkunci

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:04 WIB

Malam Mencekam di Tebet, Koordinator BEM UI Hafidz Diduga Diserang OTK

Berita Terbaru

Serangan drone menenggelamkan kapal kargo ALFA WATAN di perairan ZEE Bulgaria. Zelenskyy menuding Rusia di tengah ancaman eskalasi konflik maritim. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Serangan Drone Menenggelamkan Kapal Dagang di Laut Hitam

Rabu, 7 Okt 2026 - 09:30 WIB

Pernyataan Donald Trump tentang serangan Iran ke kota Los Angeles dan San Diego memicu kecaman politisi California menjelang pemilu sela. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Memicu Gelombang Kecaman

Rabu, 7 Okt 2026 - 08:56 WIB

Bentrokan unjuk rasa pelajar di Prancis memanas setelah ledakan granat polisi melukai tangan remaja 15 tahun menjelang aksi nasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Unjuk Rasa Pelajar di Prancis Memanas Usai Ledakan

Rabu, 7 Okt 2026 - 07:53 WIB