Pria Tanpa Identitas Tewas Tertabrak KA Sancaka di Jembatan Rel Berbah Sleman

Minggu, 9 November 2025 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Seorang pria tanpa identitas (Mr. X) tewas setelah tertabrak KA Sancaka di jembatan rel Berbah, Sleman, Minggu (9/11) siang. Nahas, tubuhnya jatuh ke sungai di bawahnya. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Seorang pria tanpa identitas (Mr. X) tewas setelah tertabrak KA Sancaka di jembatan rel Berbah, Sleman, Minggu (9/11) siang. Nahas, tubuhnya jatuh ke sungai di bawahnya. Dok: Istimewa.

SLEMAN, POSNEWS.CO.ID – Warga menemukan seorang pria tanpa identitas dalam kondisi tewas mengenaskan di bawah Jembatan Sungai Tepus, Dusun Mangunan, Kalitirto, Berbah, Sleman, pada Minggu (9/11/2025) siang. Pihak berwenang memastikan korban tewas setelah tertabrak Kereta Api (KA) 81 Sancaka relasi Surabaya-Yogyakarta.

Kapolsek Berbah, AKP Dwi Daryanto, mengonfirmasi peristiwa tersebut. Lebih lanjut, ia menerangkan, pihaknya menerima laporan kejadian nahas itu sekitar pukul 11.20 WIB.

“Kami menerima laporan adanya orang tertemper kereta api di Jembatan Sungai Tepus. Setelah itu, petugas piket kami segera meluncur ke lokasi kejadian,” kata AKP Dwi saat dihubungi wartawan, Minggu.

Kronologi dari Masinis

Berdasarkan keterangan yang polisi himpun, insiden bermula ketika KA 81 Sancaka melintas dari arah timur ke barat di KM 156+5/6, yang merupakan lokasi jembatan tersebut.

Baca Juga :  Alvaro Kiano Ditemukan Tewas Setelah 8 Bulan Hilang, Polisi Amankan Tersangka

Menjelang lokasi kejadian, masinis kereta melihat korban sedang berjalan kaki di atas rel jembatan. Posisi korban berjalan searah dengan laju kereta api.

“Masinis sudah berupaya memberikan peringatan dengan membunyikan semboyan 35 (klakson kereta) berulang kali,” jelas AKP Dwi.

Akan tetapi, ia melanjutkan, karena jarak yang sudah terlalu dekat, masinis tidak bisa menghindari tabrakan. Kereta api akhirnya menyerempet tubuh korban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Akibat temperan tersebut, korban terpental dan jatuh dari atas jembatan ke bibir Sungai Tepus di bawahnya,” tambahnya.

Ditemukan oleh Pemancing

Keterangan saksi mata di lokasi menguatkan kronologi tersebut. Seorang pemancing yang berada di sekitar lokasi awalnya mengira benda yang mengapung di saluran air hanyalah sampah.

Baca Juga :  Mayat Bayi Diseret Anjing di Malang, Ibu Ternyata Siswi SMK di Bawah Umur

“Tadi saya lagi mancing, terus ada simbah yang bilang kayaknya itu jenazah. Begitu dicek, ternyata benar,” ujar salah satu saksi di lokasi kejadian.

Akibatnya, korban meninggal dunia seketika di lokasi kejadian. Petugas kepolisian bersama tim medis kemudian segera tiba di lokasi untuk mengevakuasi jenazah dengan dibantu warga.

Ciri-ciri dan Identifikasi

Hingga berita ini rilis, pihak berwenang belum mengetahui identitas korban.

Adapun ciri-ciri korban adalah laki-laki, dengan perkiraan usia sekitar 65 tahun, tinggi badan 173 sentimeter, kulit sawo matang, dan rambut hitam.

“Saat kejadian, korban mengenakan kaus berwarna coklat berlengan pendek dengan celana panjang warna hitam dan sendal jepit,” pungkas Kapolsek.

Sementara itu, jenazah korban sudah dibawa ke RS Bhayangkara untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB