Buntut Komentar PM Takaichi, China Kirim Kapal ke Senkaku dan Drone Dekat Jepang

Minggu, 16 November 2025 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, China kirim kapal penjaga pantai ke Senkaku (Diaoyu) dan drone militer di dekat Taiwan, sebagai balasan atas komentar PM Jepang Sanae Takaichi soal

Ilustrasi, China kirim kapal penjaga pantai ke Senkaku (Diaoyu) dan drone militer di dekat Taiwan, sebagai balasan atas komentar PM Jepang Sanae Takaichi soal "ancaman" Taiwan. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Perseteruan diplomatik antara China dan Jepang kini bereskalasi ke aksi militer dan tekanan ekonomi. Pada Minggu (15/11/2025), China secara terbuka mengirim formasi kapal Penjaga Pantai (CCG) ke perairan Kepulauan Senkaku (Diaoyu). Selain itu, Taiwan melaporkan puluhan pesawat dan drone militer China berpatroli di dekat wilayah udara Jepang.

Langkah-langkah provokatif ini adalah buntut kemarahan Beijing atas komentar Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengenai Taiwan pekan lalu.

Eskalasi Militer di Senkaku dan Selat Taiwan

Secara rinci, China Coast Guard mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa formasi kapal 1307 melakukan “patroli penegakan hak” di perairan teritorial Diaoyu. Tentu saja, Jepang (yang mengelola pulau itu sebagai Senkaku) menganggap patroli ini sebagai pelanggaran kedaulatan. Meskipun kedua negara sering berhadapan di area ini, waktu patroli kali ini jelas merupakan sinyal politik.

Secara bersamaan, Kementerian Pertahanan Taiwan merilis laporan aktivitas militer China dalam 24 jam terakhir. Mereka mendeteksi 30 pesawat militer China dan 7 kapal angkatan laut beroperasi di sekitar pulau itu.

Baca Juga :  Gubernur Hiroshima dan Walikota Nagasaki Bersatu Lawan Rencana Nuklir PM Takaichi

Lebih penting lagi, peta yang kementerian rilis menunjukkan beberapa drone China terbang di antara Taiwan dan pulau-pulau terluar Jepang. Drone-drone itu terlihat terbang sangat dekat dengan Pulau Yonaguni, yang jaraknya hanya 110 km dari Taiwan.

Komentar Takaichi dan Ancaman ‘Potong Kepala’

Semua eskalasi ini bermula pada 7 November. Saat itu, PM Takaichi menyatakan di parlemen bahwa hipotetis serangan China ke Taiwan dapat merupakan “situasi yang mengancam kelangsungan hidup” Jepang. Ini adalah istilah hukum yang mengizinkan Tokyo merespons secara militer.

Padahal, para pemimpin Jepang sebelumnya selalu menghindari penyebutan Taiwan untuk menjaga “ambiguitas strategis”.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Akibatnya, Beijing meledak dalam kemarahan. Puncaknya, Konsul Jenderal China di Osaka, Xue Jian, mengunggah komentar (yang kemudian dihapus) bahwa “kepala kotor yang menjulurkan dirinya harus dipotong.”

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek 5–7 November 2025, Hujan Ringan hingga Lebat Guyur Bogor dan Tangerang

Peringatan Perjalanan dan Pelajar

Jepang segera melayangkan protes resmi atas ancaman diplomat itu. Akan tetapi, China justru menggandakan tekanannya di berbagai lini:

  1. Diplomatik: Beijing memanggil Duta Besar Jepang untuk menyampaikan protes resmi, langkah yang pertama kali mereka lakukan dalam lebih dari dua tahun.
  2. Perjalanan: Pada Jumat, China mengeluarkan peringatan yang mengingatkan warganya agar berhati-hati saat bepergian ke Jepang. Kemudian, tiga maskapai China mengumumkan tiket ke Jepang bisa diubah atau direfund gratis.
  3. Pendidikan: Pada Minggu, Beijing semakin meningkatkan tekanan. Pemerintah mendesak warganya untuk “mempertimbangkan kembali dengan cermat” rencana belajar di Jepang. Langkah ini dapat berdampak negatif pada universitas-universitas Jepang, mengingat 123.000 pelajar China adalah kelompok mahasiswa asing terbesar di sana.

Media pemerintah China turut memanaskan situasi. Sebuah editorial menuduh Takaichi melakukan “aksi politik yang sangat provokatif dan pada dasarnya sesat,” serta memperingatkan bahwa konflik dapat menyeret Amerika Serikat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ben-Gvir Tuai Kecaman Internasional Pasca-Video Ejekan Aktivis Gaza
Sopir Taksi Mogok di Rel Bekasi Timur Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Kelalaian
Ukraina Perkuat Perbatasan Utara di Tengah Tekanan Rusia
Jelang Iduladha, Satpol PP Bongkar Lapak Kurban Liar di Johar Baru dan Tanah Abang
Pendaki Singapura Tewas di Gunung Dukono, Polisi Bongkar Kelalaian Open Trip
WHO Tetapkan Status Darurat Internasional di Tengah Konflik
Menteri HAM Dorong Penghapusan Jejak Digital bagi Terdakwa Tak Bersalah
Solidaritas di Beijing: China dan Rusia Kecam Kebijakan Rudal Trump

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:42 WIB

Ben-Gvir Tuai Kecaman Internasional Pasca-Video Ejekan Aktivis Gaza

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:58 WIB

Sopir Taksi Mogok di Rel Bekasi Timur Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Kelalaian

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:38 WIB

Ukraina Perkuat Perbatasan Utara di Tengah Tekanan Rusia

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:06 WIB

Jelang Iduladha, Satpol PP Bongkar Lapak Kurban Liar di Johar Baru dan Tanah Abang

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:42 WIB

Pendaki Singapura Tewas di Gunung Dukono, Polisi Bongkar Kelalaian Open Trip

Berita Terbaru

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, memicu kemarahan global setelah mengunggah video yang mengejek aktivis bantuan Gaza yang sedang ditahan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ben-Gvir Tuai Kecaman Internasional Pasca-Video Ejekan Aktivis Gaza

Kamis, 21 Mei 2026 - 20:42 WIB

Langkah preventif di Kyiv. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengerahkan pasukan tambahan ke wilayah utara dan meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Belarus guna menangkal ancaman serangan baru Rusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ukraina Perkuat Perbatasan Utara di Tengah Tekanan Rusia

Kamis, 21 Mei 2026 - 18:38 WIB