TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Tas tangan yang ia bawa habis terjual, pena merah mudanya menjadi viral, bahkan camilan favoritnya kini sangat diminati. Pemimpin Jepang berusia 64 tahun, Sanae Takaichi, memicu demam luar biasa di kalangan pemuda yang berpotensi membawanya pada kemenangan pemilu besar.
Berbagai jajak pendapat menunjukkan bahwa fenomena Sanakatsu atau “Sanamania” membantu memberikan mandat mutlak bagi perdana menteri perempuan pertama Jepang ini. Dukungan massal tersebut kemungkinan besar akan memuluskan rencana belanja negara yang ia janjikan untuk membangkitkan ekonomi Jepang yang lesu.
Pengaruh Viral di Media Sosial
Takaichi membangun pengikut di media sosial yang jauh melampaui para pesaingnya, baik di dalam internal partai LDP maupun pihak oposisi. Saat ini, ia memiliki sekitar 2,6 juta pengikut di platform X. Angka ini sangat kontras dengan pemimpin partai oposisi utama, Yoshihiko Noda, yang hanya memiliki sekitar 64.000 pengikut.
Unggahan viralnya menonjol di tengah politik Jepang yang biasanya kaku. Selain itu, publik sangat menyukai klip video saat ia bermain drum untuk lagu hit “Golden” bersama Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung. Video lain yang memperlihatkan dirinya menyanyikan lagu “Happy Birthday” dalam bahasa Italia untuk PM Giorgia Meloni juga mendapatkan sambutan hangat dari netizen.
Magnet bagi Pemilih di Bawah 30 Tahun
Hal yang paling mengejutkan adalah daya tarik pemimpin konservatif ini di mata pemilih berusia di bawah 30 tahun. Sebuah jajak pendapat baru-baru ini memperkirakan dukungan anak muda terhadapnya mencapai lebih dari 90%. Padahal, tingkat popularitas keseluruhannya berada di angka 60%.
Popularitas ini berdampak langsung pada sektor bisnis. Takanori Kobayashi, direktur perusahaan pembuat tas kulit hitam seharga $900 yang sering Takaichi bawa, mengaku terkejut dengan antusiasme pembeli muda. “Biasanya orang berusia 40-an atau 50-an yang membeli tas ini,” ujar Kobayashi di pabriknya di Nagano. Namun, media sosial telah mengubah segalanya karena kini pelanggan berusia 20-an dan 30-an rela mengantre hingga sembilan bulan untuk mendapatkan produk tersebut.
Strategi Politik “Gaya Presiden”
Saat mengumumkan pemilu sela pada 19 Januari lalu, Takaichi menjadikan pemungutan suara tersebut sebagai referendum de facto atas kepemimpinannya. Ia menawarkan kebijakan ekspansi fiskal dan rencana penguatan pertahanan untuk menghadapi kekuatan militer China.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para analis menilai pendekatan Takaichi sangat tidak biasa karena ia berkampanye dengan gaya yang menyerupai pemilihan presiden. “Ia memiliki cara berbicara yang jelas dan tegas,” kata Takeo Fujimura, seorang pekerja administrasi berusia 24 tahun yang menjadi relawan kampanye. Menurutnya, energi positif Takaichi beresonansi sangat kuat dengan kaum muda Jepang. Meski beberapa pemilih masih mengkhawatirkan inflasi dan pelemahan yen, pesona personal Takaichi terbukti mampu menghidupkan kembali peruntungan partai LDP yang sebelumnya sempat merosot.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia
Sumber Berita: Reuters



















