Gaya Viral PM Sanae Takaichi Pikat Pemilih Muda Jepang

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menghadapi era turbulensi. Perdana Menteri Sanae Takaichi mempercepat penguatan militer Jepang melalui peninjauan ulang kebijakan keamanan guna mengantisipasi ancaman baru di kawasan Asia-Pasifik. Dok: Istimewa.

Menghadapi era turbulensi. Perdana Menteri Sanae Takaichi mempercepat penguatan militer Jepang melalui peninjauan ulang kebijakan keamanan guna mengantisipasi ancaman baru di kawasan Asia-Pasifik. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Tas tangan yang ia bawa habis terjual, pena merah mudanya menjadi viral, bahkan camilan favoritnya kini sangat diminati. Pemimpin Jepang berusia 64 tahun, Sanae Takaichi, memicu demam luar biasa di kalangan pemuda yang berpotensi membawanya pada kemenangan pemilu besar.

Berbagai jajak pendapat menunjukkan bahwa fenomena Sanakatsu atau “Sanamania” membantu memberikan mandat mutlak bagi perdana menteri perempuan pertama Jepang ini. Dukungan massal tersebut kemungkinan besar akan memuluskan rencana belanja negara yang ia janjikan untuk membangkitkan ekonomi Jepang yang lesu.

Pengaruh Viral di Media Sosial

Takaichi membangun pengikut di media sosial yang jauh melampaui para pesaingnya, baik di dalam internal partai LDP maupun pihak oposisi. Saat ini, ia memiliki sekitar 2,6 juta pengikut di platform X. Angka ini sangat kontras dengan pemimpin partai oposisi utama, Yoshihiko Noda, yang hanya memiliki sekitar 64.000 pengikut.

Unggahan viralnya menonjol di tengah politik Jepang yang biasanya kaku. Selain itu, publik sangat menyukai klip video saat ia bermain drum untuk lagu hit “Golden” bersama Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung. Video lain yang memperlihatkan dirinya menyanyikan lagu “Happy Birthday” dalam bahasa Italia untuk PM Giorgia Meloni juga mendapatkan sambutan hangat dari netizen.

Magnet bagi Pemilih di Bawah 30 Tahun

Hal yang paling mengejutkan adalah daya tarik pemimpin konservatif ini di mata pemilih berusia di bawah 30 tahun. Sebuah jajak pendapat baru-baru ini memperkirakan dukungan anak muda terhadapnya mencapai lebih dari 90%. Padahal, tingkat popularitas keseluruhannya berada di angka 60%.

Popularitas ini berdampak langsung pada sektor bisnis. Takanori Kobayashi, direktur perusahaan pembuat tas kulit hitam seharga $900 yang sering Takaichi bawa, mengaku terkejut dengan antusiasme pembeli muda. “Biasanya orang berusia 40-an atau 50-an yang membeli tas ini,” ujar Kobayashi di pabriknya di Nagano. Namun, media sosial telah mengubah segalanya karena kini pelanggan berusia 20-an dan 30-an rela mengantre hingga sembilan bulan untuk mendapatkan produk tersebut.

Baca Juga :  Pecah Kongsi di Teluk: Saudi Gempur Kargo UEA di Yaman

Strategi Politik “Gaya Presiden”

Saat mengumumkan pemilu sela pada 19 Januari lalu, Takaichi menjadikan pemungutan suara tersebut sebagai referendum de facto atas kepemimpinannya. Ia menawarkan kebijakan ekspansi fiskal dan rencana penguatan pertahanan untuk menghadapi kekuatan militer China.

Para analis menilai pendekatan Takaichi sangat tidak biasa karena ia berkampanye dengan gaya yang menyerupai pemilihan presiden. “Ia memiliki cara berbicara yang jelas dan tegas,” kata Takeo Fujimura, seorang pekerja administrasi berusia 24 tahun yang menjadi relawan kampanye. Menurutnya, energi positif Takaichi beresonansi sangat kuat dengan kaum muda Jepang. Meski beberapa pemilih masih mengkhawatirkan inflasi dan pelemahan yen, pesona personal Takaichi terbukti mampu menghidupkan kembali peruntungan partai LDP yang sebelumnya sempat merosot.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Reuters

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar
Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela
Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok
Raksasa Teknologi Dunia Serap Mineral Milisi M23

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 17:59 WIB

Tragedi Pesawat Terjun Payung di Missouri: 12 Tewas Setelah Pesawat Jatuh dan Terbakar

Senin, 15 Juni 2026 - 08:35 WIB

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:14 WIB

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:03 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Berita Terbaru