KYIV, POSNEWS.CO.ID – Sirene peringatan udara meraung tanpa henti selama lebih dari sepuluh jam di ibu kota Ukraina. Rusia melancarkan serangan masif dari Jumat malam hingga Sabtu (29/11/2025) pagi.
Skala serangan kali ini sangat mengejutkan. Tercatat, Moskow melepaskan kombinasi mematikan yang terdiri dari 596 drone dan 36 rudal berbagai tipe. Seketika, langit Kyiv berubah menjadi medan pertempuran udara yang sengit.
Angkatan Udara Ukraina bekerja keras menghalau gempuran tersebut. Mereka berhasil menembak jatuh 558 drone dan 19 rudal. Namun, sisa proyektil yang lolos tetap menimbulkan kerusakan fatal.
Gelap Gulita dan Korban Jiwa
Dampak serangan ini langsung melumpuhkan infrastruktur energi vital. Akibatnya, lebih dari 500.000 warga Kyiv terbangun tanpa aliran listrik di tengah suhu yang membeku antara 4 hingga 8 derajat Celcius.
Nahasnya, serangan ini juga merenggut nyawa warga sipil. Tiga orang tewas, termasuk seorang wanita berusia 74 tahun di wilayah Kyiv. Selain itu, puluhan orang lainnya mengalami luka-luka akibat reruntuhan bangunan dan pecahan kaca.
Kementerian Energi Ukraina melaporkan pemadaman listrik meluas hingga ke wilayah Kharkiv. Beruntung, tim teknisi bergerak cepat memulihkan pasokan bagi 360.000 pelanggan pada Sabtu siang.
Diplomasi di Tengah Perang
Ironisnya, eskalasi ini terjadi saat upaya diplomatik sedang mencapai fase krusial. Delegasi tingkat tinggi Ukraina tengah dalam perjalanan menuju Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Delegasi tersebut kini dipimpin oleh Rustem Umerov, Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional. Pasalnya, ketua negosiator sebelumnya, Andriy Yermak, baru saja mengundurkan diri secara mengejutkan pada Jumat lalu akibat skandal korupsi.
Rencananya, Umerov akan bertemu dengan orang-orang kepercayaan Donald Trump di Florida akhir pekan ini. Nama-nama besar seperti Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan utusan khusus Steve Witkoff siap menyambut mereka.
Presiden Volodymyr Zelenskyy menegaskan posisi negaranya. “Kami akan menyempurnakan langkah-langkah untuk menentukan cara mengakhiri perang secara bermartabat,” ujarnya.
Balas Dendam ke Kilang Minyak
Di sisi lain, Ukraina tidak tinggal diam menerima pukulan. Pasukan khusus Ukraina melancarkan serangan balasan yang presisi.
Mereka berhasil menghantam terminal minyak utama milik Caspian Pipeline Consortium (CPC) di wilayah Novorossiysk, Rusia. Lantas, operasi terminal tersebut terhenti akibat kerusakan pada titik tambat kapal tanker.
Andriy Kovalenko, kepala kontra-disinformasi Ukraina, mengonfirmasi serangan tersebut. Menurutnya, serangan drone laut ini bertujuan memutus urat nadi ekonomi perang Moskow.
Kini, mata dunia tertuju pada pertemuan di Florida. Apakah diplomasi mampu meredam gemuruh ledakan di Kyiv? Atau, perang justru akan semakin membara menjelang musim dingin yang keras?
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















