Langit Kyiv Membara Jelang Negosiasi: Rusia Luncurkan 600 Drone, Delegasi Ukraina Terbang ke AS

Minggu, 30 November 2025 - 12:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Diplomasi di tengah hujan api. Rusia gempur Ukraina dengan 600 drone saat delegasi Kyiv terbang ke AS untuk bahas damai. Simak eskalasi perang terbaru ini. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Diplomasi di tengah hujan api. Rusia gempur Ukraina dengan 600 drone saat delegasi Kyiv terbang ke AS untuk bahas damai. Simak eskalasi perang terbaru ini. Dok: Istimewa.

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Sirene peringatan udara meraung tanpa henti selama lebih dari sepuluh jam di ibu kota Ukraina. Rusia melancarkan serangan masif dari Jumat malam hingga Sabtu (29/11/2025) pagi.

Skala serangan kali ini sangat mengejutkan. Tercatat, Moskow melepaskan kombinasi mematikan yang terdiri dari 596 drone dan 36 rudal berbagai tipe. Seketika, langit Kyiv berubah menjadi medan pertempuran udara yang sengit.

Angkatan Udara Ukraina bekerja keras menghalau gempuran tersebut. Mereka berhasil menembak jatuh 558 drone dan 19 rudal. Namun, sisa proyektil yang lolos tetap menimbulkan kerusakan fatal.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gelap Gulita dan Korban Jiwa

Dampak serangan ini langsung melumpuhkan infrastruktur energi vital. Akibatnya, lebih dari 500.000 warga Kyiv terbangun tanpa aliran listrik di tengah suhu yang membeku antara 4 hingga 8 derajat Celcius.

Baca Juga :  Bibit Siklon Tropis 97S Menguat Cepat, BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem di Indonesia Timur

Nahasnya, serangan ini juga merenggut nyawa warga sipil. Tiga orang tewas, termasuk seorang wanita berusia 74 tahun di wilayah Kyiv. Selain itu, puluhan orang lainnya mengalami luka-luka akibat reruntuhan bangunan dan pecahan kaca.

Kementerian Energi Ukraina melaporkan pemadaman listrik meluas hingga ke wilayah Kharkiv. Beruntung, tim teknisi bergerak cepat memulihkan pasokan bagi 360.000 pelanggan pada Sabtu siang.

Diplomasi di Tengah Perang

Ironisnya, eskalasi ini terjadi saat upaya diplomatik sedang mencapai fase krusial. Delegasi tingkat tinggi Ukraina tengah dalam perjalanan menuju Amerika Serikat.

Delegasi tersebut kini dipimpin oleh Rustem Umerov, Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional. Pasalnya, ketua negosiator sebelumnya, Andriy Yermak, baru saja mengundurkan diri secara mengejutkan pada Jumat lalu akibat skandal korupsi.

Rencananya, Umerov akan bertemu dengan orang-orang kepercayaan Donald Trump di Florida akhir pekan ini. Nama-nama besar seperti Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan utusan khusus Steve Witkoff siap menyambut mereka.

Baca Juga :  Wakapolri Dedi Prasetyo Tinjau Pasien Korban Demo DPR/MPR di RS Bhayangkara

Presiden Volodymyr Zelenskyy menegaskan posisi negaranya. “Kami akan menyempurnakan langkah-langkah untuk menentukan cara mengakhiri perang secara bermartabat,” ujarnya.

Balas Dendam ke Kilang Minyak

Di sisi lain, Ukraina tidak tinggal diam menerima pukulan. Pasukan khusus Ukraina melancarkan serangan balasan yang presisi.

Mereka berhasil menghantam terminal minyak utama milik Caspian Pipeline Consortium (CPC) di wilayah Novorossiysk, Rusia. Lantas, operasi terminal tersebut terhenti akibat kerusakan pada titik tambat kapal tanker.

Andriy Kovalenko, kepala kontra-disinformasi Ukraina, mengonfirmasi serangan tersebut. Menurutnya, serangan drone laut ini bertujuan memutus urat nadi ekonomi perang Moskow.

Kini, mata dunia tertuju pada pertemuan di Florida. Apakah diplomasi mampu meredam gemuruh ledakan di Kyiv? Atau, perang justru akan semakin membara menjelang musim dingin yang keras?

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Donald Trump Tolak Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Paus Leo XIV Pimpin Misa Terbuka di Champs-Élysées Paris
Penembakan Massal di Afrika Selatan Menewaskan 27 Orang
Melania Trump dan Peng Liyuan Kunjungi Museum Seni Asia
Benjamin Netanyahu Sebut Tuduhan Genosida Kebohongan
PM Jepang Sanae Takaichi Hadapi Dilema Diplomasi
Board of Peace Ajukan Rencana Rekonstruksi Gaza
Senat Italia Sahkan Aturan Kerangka Hukum Energi Nuklir

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 19:30 WIB

Donald Trump Tolak Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Minggu, 27 September 2026 - 19:00 WIB

Paus Leo XIV Pimpin Misa Terbuka di Champs-Élysées Paris

Minggu, 27 September 2026 - 18:44 WIB

Penembakan Massal di Afrika Selatan Menewaskan 27 Orang

Sabtu, 26 September 2026 - 16:15 WIB

Melania Trump dan Peng Liyuan Kunjungi Museum Seni Asia

Sabtu, 26 September 2026 - 14:13 WIB

Benjamin Netanyahu Sebut Tuduhan Genosida Kebohongan

Berita Terbaru

Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka Selat Hormuz. Simak detail tanggapan AS, isu nuklir Iran, dan dampak ekonomi global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Tolak Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Minggu, 27 Sep 2026 - 19:30 WIB

Paus Leo XIV memimpin misa terbuka di Champs-Élysées Paris yang menghimpun 800 ribu warga. Simak detail kunjungan dan pesan perdamaiannya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Pimpin Misa Terbuka di Champs-Élysées Paris

Minggu, 27 Sep 2026 - 19:00 WIB

Ilustrasi, Penembakan massal di Afrika Selatan menewaskan sedikitnya 27 orang di Wedela dan Lwandle. Simak rincian kejadian dan tanggapan pemerintah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Massal di Afrika Selatan Menewaskan 27 Orang

Minggu, 27 Sep 2026 - 18:44 WIB

Pasien RSUD Kabupaten Bekasi dievakuasi setelah asap muncul dari ruang ICU Gedung E1 Cibitung

JABODETABEK

RSUD Cibitung Kebakaran, Pasien ICU Berhamburan Dievakuasi

Minggu, 27 Sep 2026 - 16:59 WIB