Misteri Thomas Harriot: Penemu Sejati Hukum Snellius

Selasa, 6 Januari 2026 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Ia menemukan bintik matahari sebelum Galileo dan hukum refraksi sebelum Snell. Namun, ketakutan akan gereja dan penyakit misterius membuatnya terkubur dalam bayang-bayang. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Ia menemukan bintik matahari sebelum Galileo dan hukum refraksi sebelum Snell. Namun, ketakutan akan gereja dan penyakit misterius membuatnya terkubur dalam bayang-bayang. Dok: Istimewa.

OXFORD, POSNEWS.CO.ID – Dunia fisika mengenal hukum pembiasan cahaya sebagai Hukum Snellius, dinamai untuk menghormati Willobrord Snell yang menemukannya pada 1621. Namun, tumpukan kertas tua di Oxford menyingkap fakta sejarah yang mengejutkan: seorang ilmuwan Inggris telah menemukan prinsip tersebut dua dekade lebih awal, tetapi memilih bungkam hingga akhir hayatnya.

Namanya adalah Thomas Harriot (1560-1621). Ia hidup sezaman dengan Shakespeare dan Galileo, bahkan disebut oleh biografernya sebagai “matematikawan paling mendalam dan ilmuwan eksperimental paling metodis di Inggris pada masanya.” Sayangnya, dunia hampir melupakannya.

Lebih Dulu dari Para Raksasa

Harriot bukanlah ilmuwan sembarangan. Sebagai matematikawan, ia memperkenalkan simbol “>” (lebih besar) dan “<” (lebih kecil) yang masih kita pakai hingga hari ini. Tak hanya itu, dalam bidang astronomi, ia adalah orang pertama di Inggris yang menggunakan teleskop untuk mengamati langit.

Ia membuat sketsa bulan pada 1609 dan mengamati satelit Jupiter—yang juga ditemukan Galileo—antara 1610 hingga 1612. Hebatnya, Harriot bahkan menemukan bintik matahari (sunspots) dan menghitung periode rotasi matahari, sebuah pencapaian luar biasa pada zamannya.

Baca Juga :  Mengapa Masalah Dunia Berlari Lebih Cepat dari Solusi Kita?

Namun, kontribusi terbesarnya yang tersembunyi ada di bidang optik. Catatan pribadinya menunjukkan bahwa ia telah melakukan eksperimen ekstensif tentang pembiasan cahaya pada tahun 1590-an. Faktanya, ia menemukan hukum sinus (sine law) setidaknya seawal tahun 1602—jauh sebelum Snell atau Descartes memikirkannya.

Ia juga mempelajari dispersi prisma 60 tahun sebelum Isaac Newton dan memahami pembiasan pelangi sebelum Descartes.

Petualang di Dunia Baru

Sebelum tenggelam dalam lensa dan angka, Harriot adalah seorang petualang. Ia bersahabat dengan Sir Walter Raleigh dan ikut dalam ekspedisi kolonisasi ke Virginia, Amerika Utara, pada 1585.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sana, Harriot tidak sekadar berwisata. Ia mengamati topografi, flora, dan fauna dengan teliti. Bahkan, ia mempelajari bahasa penduduk asli Algonquian dan membuat transkripsi fonetiknya. Laporannya yang berjudul A Briefe and True Report of the New Found Land of Virginia (1588) menjadi satu-satunya karya besar yang ia terbitkan semasa hidup.

Mengapa Memilih Diam?

Harriot rajin berkorespondensi dengan ilmuwan top Eropa, termasuk Johannes Kepler. Sayangnya, hubungan mereka tidak mulus. Kepler, yang frustrasi dengan data Ptolemy yang salah, meminta bantuan data refraksi dari Harriot. Harriot mengirimkan sebagian data pada 1606, namun menolak memberikan rincian lebih lanjut. Kepler pun menyerah karena “keengganan” Harriot.

Baca Juga :  Pakistan Resmikan Kapal Selam Kelas Hangor Pertama di China

Mengapa Harriot menyimpan penemuannya? Ia beralasan kesehatan yang buruk menghalanginya. Namun, sejarawan menduga ada alasan yang lebih gelap: ketakutan terhadap institusi keagamaan Inggris abad ke-17 yang sangat curiga terhadap karya ilmuwan. Memublikasikan temuan yang menantang dogma bisa berujung fatal.

Harta Karun di Gudang Henry Percy

Produktivitas Harriot menurun drastis setelah ia menderita kanker hidung, yang akhirnya merenggut nyawanya pada 1621. Akan tetapi, ceritanya tidak berakhir di liang lahat.

Ribuan lembar catatan matematika dan observasinya sempat dianggap hilang, hingga akhirnya ditemukan kembali pada 1784 di perkebunan Henry Percy. Sayangnya, upaya Oxford University Press untuk menerbitkannya terbengkalai selama berabad-abad.

Baru pada paruh kedua abad ke-20, para sarjana mulai serius mempelajari “harta karun” intelektual ini. Pengakuan pun perlahan tumbuh. Thomas Harriot bukan sekadar catatan kaki dalam sejarah; ia adalah raksasa yang memilih berdiri dalam diam.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026
Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit
Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman
10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone
Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres
AS Tarik 5.000 Pasukan dari Jerman Setelah Perselisihan Trump-Merz
Viral Dosen UIN Jambi Digerebek Istri di Kos Bersama Mahasiswi, Jabatan Dicopot
Pria di Pool Bus MGI Sukabumi Tewas Ditusuk dan Dikeroyok, Polisi Buru Pelaku

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:40 WIB

BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 09:59 WIB

10 Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon Selatan, Hezbollah Balas dengan Drone

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Berita Terbaru

Transformasi di garis depan. Presiden Volodymyr Zelenskyy mengumumkan reformasi sistemik militer Ukraina mulai Juni 2026 guna mengatasi kekurangan personel dan meningkatkan kesejahteraan pasukan infanteri. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Minggu, 3 Mei 2026 - 12:12 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pemerintahan Trump Tuduh Era Biden Targetkan Umat Beriman

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:08 WIB

Ketegangan agama dan politik. Satuan Tugas Penghapusan Bias Anti-Kristen merilis laporan 200 halaman yang menuduh pemerintahan Joe Biden melakukan diskriminasi sistemik terhadap umat Kristen melalui kebijakan pendidikan, hukum, dan simbol negara. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Klaim Permusuhan Berakhir Guna Hindari Izin Kongres

Minggu, 3 Mei 2026 - 08:57 WIB