JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah akhirnya bergerak cepat. Kemendiktisaintek membebaskan UKT bagi mahasiswa yang terdampak banjir dan longsor di Aceh–Sumatra.
Langkah ini menjadi bagian dari tahap pemulihan bencana yang dimulai Januari 2026.
Direktur Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek, Fauzan Adziman, menegaskan pembebasan UKT berlaku 1–2 semester untuk mahasiswa terdampak atau berasal dari keluarga korban bencana.
“Pembebasan UKT kami siapkan untuk mahasiswa terdampak,” ujar Fauzan dalam rapat dengan Komisi X DPR RI, Senin (8/12/2025).
18.824 Mahasiswa & 1.306 Dosen Jadi Korban
Data Kemendiktisaintek mencatat:
- 18.824 mahasiswa terdampak
- 1.306 dosen terdampak
- 60 perguruan tinggi ikut terdampak
(Aceh 31 kampus, Sumut 14 kampus, Sumbar 15 kampus)
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
7 Program Pemulihan Mulai Januari 2026
Selain pembebasan UKT, pemerintah menyiapkan tujuh langkah pemulihan, yakni:
- Dapur umum di kampus-kampus terdampak.
- UAS fleksibel untuk mahasiswa korban bencana.
- Penggalangan bantuan darurat: makanan, pakaian, air bersih, tenaga medis.
- Tim psikososial untuk mahasiswa, dosen, dan warga.
- Bantuan fasilitas pembelajaran dan pemulihan kelas.
- Pemulihan sarana belajar & sosial.
- Rehabilitasi jangka menengah mulai Januari 2026.
Bantuan Hidup Rp75,9 Miliar
Kemendiktisaintek mengalokasikan Rp75.966.474.452 untuk bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen.
- Rincian Korban Bencana
- Aceh: 1.183 dosen, 15.801 mahasiswa
- Sumatra Utara: 20 dosen, 2.408 mahasiswa
- Sumatra Barat: 103 dosen, 615 mahasiswa (red)





















