Kerusuhan WNA China di Tambang Emas Ketapang, 26 Orang Diamankan Imigrasi

Selasa, 16 Desember 2025 - 15:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerusuhan WNA China di Tambang Emas Ketapang, Dua Kendaraan Perusahaan Rusak, Kalimantan Barat. (Posnews/Ist)

Kerusuhan WNA China di Tambang Emas Ketapang, Dua Kendaraan Perusahaan Rusak, Kalimantan Barat. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imipas, Yuldi Yusman, akhirnya angkat bicara terkait kerusuhan yang melibatkan warga negara asing (WNA) asal China di Ketapang, Kalimantan Barat.

Hingga Selasa (16/12/2025), sebanyak 26 WNA telah diamankan dan kini berada di Kantor Imigrasi Ketapang untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut.

Selanjutnya, Yuldi menegaskan aparat gabungan masih melakukan pendalaman kasus bersama Polda Kalimantan Barat.

Imigrasi menerima laporan resmi dari jajaran wilayah dan memastikan seluruh WNA yang terlibat sudah berada dalam pengawasan ketat negara.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Tahu Tepo: 5 Kuliner Wajib Coba yang Bikin Kangen Ngawi

Proses hukum pun kini berjalan paralel dengan pemeriksaan administrasi keimigrasian.

“Saat ini proses pendalaman dilakukan oleh pihak kepolisian. Berdasarkan laporan Kantor Imigrasi Kalimantan Barat, WNA yang terlibat sudah diamankan di Kantor Imigrasi Ketapang,” ujar Yuldi di Kantor Ditjen Imigrasi, Jakarta Selatan, Selasa (16/12/2025).

Lebih lanjut, Yuldi mengungkapkan jumlah WNA yang diamankan berpotensi bertambah. Dari total 34 WNA yang berada di lokasi kejadian, sebagian belum diamankan karena alasan administratif dan kondisi kesehatan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua orang tercatat mengurus perpanjangan visa di Pontianak, satu WNA menjalani perawatan medis, sementara tiga lainnya berada di penginapan kawasan Tumbang Titi.

Baca Juga :  Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sebagai informasi, kerusuhan tersebut terjadi di area pertambangan emas PT Sultan Rafli Mandiri (PT SRM).

Sejumlah WNA asal China diduga melakukan perusakan dan penyerangan dengan membawa senjata tajam jenis parang serta airsoft gun.

Akibat insiden itu, lima anggota TNI mengalami serangan, sementara dua unit kendaraan perusahaan dilaporkan rusak.

Aparat keamanan memastikan situasi kini berangsur kondusif, namun proses hukum tetap berlanjut. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri
Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap
Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS
Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok
Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi
Tabrak Lari di Kalimalang, Pedagang Buah Terluka Parah – Polisi Buru Sopir Pajero Hitam
BMKG Warning Cuaca Banten, Hujan Lebat dan Angin Kencang 3-8 Mei 2026
Zelenskyy Rombak Struktur Tentara dan Naikkan Gaji Prajurit

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:21 WIB

Pembunuhan Bocah Aborigin Picu Kerusuhan Massa dan Aksi Main Hakim Sendiri

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:20 WIB

Warung Sembako di Kalideres Ternyata Jual Obat Keras Ilegal, 2 Pengedar Ditangkap

Minggu, 3 Mei 2026 - 14:17 WIB

Raul Castro Pimpin Longmarch Hari Buruh di Tengah Blokade Minyak AS

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:29 WIB

Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:15 WIB

Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi

Berita Terbaru

Inggris dalam siaga

INTERNASIONAL

Essa Suleiman Didakwa Percobaan Pembunuhan, Inggris Siaga Tinggi

Minggu, 3 Mei 2026 - 13:15 WIB