Moskow Ancam Serangan Masif ke Kyiv Jelang Peringatan

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keteguhan di tengah perang. Warga Kyiv dan kedutaan asing mengabaikan ancaman serangan sistematis Rusia dan memilih untuk melanjutkan kehidupan normal. Dok: REUTERS/Pavel Klimov

Keteguhan di tengah perang. Warga Kyiv dan kedutaan asing mengabaikan ancaman serangan sistematis Rusia dan memilih untuk melanjutkan kehidupan normal. Dok: REUTERS/Pavel Klimov

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Rusia menyatakan rencana untuk meluncurkan serangan sistematis terhadap target militer di Kyiv. Selain itu, Moskow menargetkan pusat pengambilan keputusan utama Ukraina. Pemerintah Rusia juga mendesak orang asing untuk meninggalkan kota secepat mungkin.

Langkah ini muncul sehari setelah Rusia melancarkan salah satu serangan paling mematikan tahun ini. Oleh karena itu, ketegangan di ibu kota Ukraina mencapai titik yang sangat krusial.

Ukraina Tolak “Pemerasan” Rusia

Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, menanggapi ancaman tersebut dengan tegas. Ia mendesak seluruh sekutu Kyiv untuk tidak menyerah pada “pemerasan Rusia.” Kepala misi Uni Eropa di Kyiv juga memberikan pernyataan serupa. Ia menegaskan bahwa blok tersebut tidak akan pergi ke mana pun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Rusia menginginkan ketakutan, kepanikan, dan isolasi bagi Ukraina,” ujar Katarina Mathernova, kepala misi Uni Eropa, melalui media sosial. Selanjutnya, ia menegaskan kembali bahwa Uni Eropa tetap berada di Kyiv dan terus mendukung Ukraina dalam menghadapi ancaman ini.

Baca Juga :  Trump Ngotot Rebut Greenland, Pembicaraan Washington Berakhir Buntu

Penggunaan Rudal Hipersonik Oreshnik

Dalam eskalasi terbaru, Rusia menembakkan rudal hipersonik Oreshnik di dekat Kyiv. Militer Rusia tercatat telah menggunakan senjata berkemampuan nuklir ini sebanyak tiga kali selama empat tahun perang berlangsung.

Selain itu, Presiden Volodymyr Zelenskyy melaporkan bahwa serangan akhir pekan lalu merusak sekitar 300 fasilitas di seluruh Kyiv. Salah satu bangunan yang terdampak adalah museum baru yang memperingati bencana nuklir Chornobyl 1986. “Tidak ada satu ruangan pun yang tersisa di Museum Nasional Chornobyl tanpa kerusakan,” ungkap Vitalina Martynovska selaku direktur museum.

Serangan Udara di Berbagai Wilayah

Ukraina terus mengalami gempuran di berbagai wilayah. Serangan rudal dan drone Rusia menewaskan sedikitnya dua orang di Merefa, dekat Kharkiv. Tidak hanya itu, serangan serupa menewaskan dua orang di desa Vilnyansk, wilayah Zaporizhzhia, dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Baca Juga :  KM Maulana-30 Hangus Terbakar di Tengah Laut Lampung, 25 Selamat, 8 ABK Hilang

Sebaliknya, Ukraina juga membalas dengan melancarkan serangan drone ke wilayah Rusia. Pemerintah Rusia melaporkan satu warga sipil tewas di wilayah perbatasan Belgorod. Drone Ukraina juga menghantam gedung bertingkat di kawasan elit Moskow, meskipun tidak ada laporan mengenai korban jiwa di ibu kota Rusia tersebut.

Menanti Respons Internasional

Upaya perdamaian yang dimediasi oleh Amerika Serikat saat ini menemui jalan buntu. Perang telah menjadi konflik paling mematikan di Eropa sejak Perang Dunia II. Moskow tetap menuntut penarikan mundur Ukraina dari empat wilayah timur sebagai syarat negosiasi.

Singkatnya, tuntutan Rusia ini tetap mustahil bagi Kyiv. Dengan demikian, masyarakat internasional terus mengamati perkembangan di Kyiv. Ketegangan ini membuktikan bahwa diplomasi internasional masih menghadapi hambatan besar dalam menghentikan spiral kekerasan di tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Koin Dolar Bergambar Wajah Trump Resmi Dijual Rabu Ini
Trump Sebut Lega Pangeran Harry dan Meghan Markle
Drone Rusia Serang Kyiv Tujuh Hari Berturut-turut
AS dan Australia Sepakat Perkuat Kehadiran Militer AS di Australia
Trump Usul Ganti Nama Selat Hormuz Jadi Trump Strait
AS-Iran Baku Serang, Kekhawatiran Perang Kembali Meletus
Putin Sebut Kemunduran Rusia-Jepang Kesalahan Tokyo
Kemlu AS Usulkan Orang Tua Wajib Buktikan Status

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 12:08 WIB

Koin Dolar Bergambar Wajah Trump Resmi Dijual Rabu Ini

Jumat, 4 September 2026 - 11:00 WIB

Trump Sebut Lega Pangeran Harry dan Meghan Markle

Jumat, 4 September 2026 - 10:00 WIB

Drone Rusia Serang Kyiv Tujuh Hari Berturut-turut

Jumat, 4 September 2026 - 09:48 WIB

AS dan Australia Sepakat Perkuat Kehadiran Militer AS di Australia

Kamis, 3 September 2026 - 09:56 WIB

Trump Usul Ganti Nama Selat Hormuz Jadi Trump Strait

Berita Terbaru

U.S. Mint resmi jual koin satu dolar bergambar wajah Trump untuk rayakan 250 tahun kemerdekaan AS, picu kritik soal aturan federal. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Koin Dolar Bergambar Wajah Trump Resmi Dijual Rabu Ini

Jumat, 4 Sep 2026 - 12:08 WIB

Pemerintahan Trump ajukan banding darurat ke Mahkamah Agung soal pembatasan surat suara pos jelang pemilu sela November. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Sebut Lega Pangeran Harry dan Meghan Markle

Jumat, 4 Sep 2026 - 11:00 WIB

Drone Rusia hantam Kyiv tujuh hari berturut-turut, lukai 11 orang, rusak bangunan universitas dan permukiman di tengah eskalasi serangan Moskow. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Drone Rusia Serang Kyiv Tujuh Hari Berturut-turut

Jumat, 4 Sep 2026 - 10:00 WIB

Ilustrasi, AS dan Australia sepakat perkuat kehadiran militer AS di Australia dan percepat kerja sama pertahanan di tengah kekhawatiran pembangunan militer China. Dok: Britannica.

INTERNASIONAL

AS dan Australia Sepakat Perkuat Kehadiran Militer AS di Australia

Jumat, 4 Sep 2026 - 09:48 WIB