Trump Bubarkan Riset Iklim NCAR, Tuduh Ilmuwan Sebarkan Alarmisme

Kamis, 18 Desember 2025 - 08:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Bekerja lebih sedikit, hidup lebih bermakna. Saat dunia menghadapi krisis iklim, gerakan ekonomi tanpa pertumbuhan (steady-state economy) menawarkan jalan keluar menuju kehidupan yang lebih tenang dan berkelanjutan. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Bekerja lebih sedikit, hidup lebih bermakna. Saat dunia menghadapi krisis iklim, gerakan ekonomi tanpa pertumbuhan (steady-state economy) menawarkan jalan keluar menuju kehidupan yang lebih tenang dan berkelanjutan. Dok: Istimewa.

BOULDER, POSNEWS.CO.ID – Komunitas ilmiah Amerika Serikat (AS) sedang terguncang hebat. Pemerintahan Presiden Donald Trump mengambil langkah drastis dengan membubarkan Pusat Nasional Penelitian Atmosfer yang berbasis di Boulder, Colorado.

Fasilitas yang selama ini dipuja sebagai “permata mahkota” penelitian iklim itu kini menghadapi vonis mati. Russell Vought, direktur anggaran Gedung Putih, mengumumkan keputusan tersebut melalui media sosial.

Alasannya sangat politis. Vought menuduh NCAR sebagai “salah satu sumber terbesar alarmisme iklim di negara ini”. Oleh karena itu, operasional fasilitas tersebut akan dihentikan dan dipindahkan ke entitas lain di bawah pengawasan National Science Foundation.

“Tinjauan komprehensif sedang berlangsung,” tulis Vought.

“Permata Mahkota” yang Dihancurkan

Keputusan ini langsung memicu reaksi keras. Roger Pielke Jr., peneliti senior di American Enterprise Institute, mengecam langkah tersebut. Padahal, lembaga think tank tempatnya bernaung biasanya beraliran konservatif.

Baca Juga :  Lindungi Istri dari Jambret, Pria Sleman Terancam 6 Tahun Penjara - Disorot DPR

“Fasilitas ini adalah permata mahkota perusahaan ilmiah AS dan pantas untuk ditingkatkan, bukan ditutup,” tegas Pielke kepada USA Today.

Menurutnya, AS tidak boleh membuat keputusan picik dan dendam hanya karena politik iklim yang panas. Jika diteruskan, AS berisiko kehilangan status sebagai pemimpin global dalam ilmu atmosfer.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Gubernur: Keselamatan Publik Terancam

Gubernur Colorado, Jared Polis, turut membunyikan alarm bahaya. Ia menilai pembubaran ini mempertaruhkan keselamatan nyawa rakyat Amerika.

“Perubahan iklim itu nyata, tetapi pekerjaan NCAR jauh melampaui ilmu iklim,” jelas Polis.

Faktanya, NCAR menyediakan data vital mengenai peristiwa cuaca ekstrem seperti kebakaran hutan dan banjir. Data ini sangat krusial untuk menyelamatkan nyawa dan harta benda saat bencana melanda.

Fasilitas ini mempekerjakan sekitar 830 staf. Selain itu, mereka mengoperasikan dua pesawat riset atmosfer dan mengelola fasilitas superkomputer pemerintah di Wyoming. Laboratorium Mesa yang ikonik di Boulder juga akan ditutup total.

Baca Juga :  200 Pasukan dan Drone MQ-9 Reaper Dikerahkan Lawan Militan

Perang Melawan “Woke Science”

Langkah ini sejalan dengan retorika Trump yang sering menyebut perubahan iklim sebagai “penipuan”. Gedung Putih menuduh NCAR mengikuti arah “woke” yang mereka benci.

Pejabat administrasi membidik proyek-proyek spesifik. Contohnya, Rising Voices Center yang berupaya menggabungkan sains dengan keadilan bagi masyarakat adat. Riset tentang turbin angin juga menjadi sasaran tembak karena Trump berulang kali mencelanya.

Sebelumnya, pemerintahan Trump juga telah mengusulkan pemotongan dana sebesar 30 persen untuk Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA). Kini, masa depan riset cuaca AS berada di ujung tanduk, terjepit di antara fakta sains dan agenda politik.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kadiv Humas Polri Pastikan Seleksi Akpol Bersih, Transparan, dan Tanpa Jalur Khusus
Lapas Indonesia Nyaris Kolaps, 278 Ribu Penghuni Berdesakan di Kapasitas 146 Ribu
Bareskrim Bongkar 655 Kasus BBM dan LPG Subsidi Ilegal, 672 Tersangka Diringkus
Astronot Artemis II Pecahkan Rekor Jarak Terjauh Manusia dari Bumi
BNN Usul Vape Dilarang, Temuan Etomidate hingga Sabu di Rokok Elektrik Bikin Geger
Trump Ancam Penjarakan Jurnalis Terkait Bocoran Penyelamatan Pilot di Iran
P21! Bareskrim Polri Limpahkan Tersangka dan 30 Kg Sabu ke Kejari Badung Bali
Trump Beri Ultimatum 24 Jam Saat Iran Tuntut Akhir Perang

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 17:26 WIB

Kadiv Humas Polri Pastikan Seleksi Akpol Bersih, Transparan, dan Tanpa Jalur Khusus

Selasa, 7 April 2026 - 16:47 WIB

Lapas Indonesia Nyaris Kolaps, 278 Ribu Penghuni Berdesakan di Kapasitas 146 Ribu

Selasa, 7 April 2026 - 16:33 WIB

Bareskrim Bongkar 655 Kasus BBM dan LPG Subsidi Ilegal, 672 Tersangka Diringkus

Selasa, 7 April 2026 - 16:06 WIB

Astronot Artemis II Pecahkan Rekor Jarak Terjauh Manusia dari Bumi

Selasa, 7 April 2026 - 16:03 WIB

BNN Usul Vape Dilarang, Temuan Etomidate hingga Sabu di Rokok Elektrik Bikin Geger

Berita Terbaru

Sejarah baru di luar angkasa. Kru Artemis II melampaui rekor jarak Apollo 13 yang telah bertahan selama 56 tahun, membawa manusia lebih dekat ke ambisi pangkalan bulan permanen dan misi Mars. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Astronot Artemis II Pecahkan Rekor Jarak Terjauh Manusia dari Bumi

Selasa, 7 Apr 2026 - 16:06 WIB