Iran Tawarkan Konsesi Uranium demi Pencabutan Sanksi AS

Senin, 16 Februari 2026 - 07:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wajah ganda kekuasaan. Iran melancarkan penangkapan massal terhadap tokoh reformis di dalam negeri sambil menawarkan konsesi nuklir kepada Amerika Serikat di meja perundingan Oman. Dok: Istimewa.

Wajah ganda kekuasaan. Iran melancarkan penangkapan massal terhadap tokoh reformis di dalam negeri sambil menawarkan konsesi nuklir kepada Amerika Serikat di meja perundingan Oman. Dok: Istimewa.

TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Proses diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat memasuki babak baru yang krusial. Kedua negara sepakat untuk melangsungkan putaran kedua perundingan nuklir tidak langsung di Jenewa pada Selasa mendatang.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Politik, Majid Takht Ravanchi, mengonfirmasi jadwal tersebut dalam wawancara dengan BBC pada hari Minggu. Ia menegaskan bahwa bola kini berada di tangan Amerika Serikat untuk membuktikan keinginan nyata dalam mencapai kesepakatan.

Tawaran Pengenceran Uranium 60 Persen

Sebagai bentuk keseriusan diplomatik, Iran menawarkan untuk mengencerkan cadangan uranium mereka yang telah diperkaya hingga tingkat 60 persen. Langkah ini bertujuan untuk meredakan kekhawatiran internasional mengenai potensi eskalasi menuju senjata nuklir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun demikian, Takht Ravanchi menekankan bahwa tawaran tersebut memiliki syarat mutlak. “Kami siap mendiskusikan masalah nuklir ini jika mereka (AS) siap berbicara mengenai pencabutan sanksi ekonomi,” tegasnya. Menurutnya, pemulihan ekonomi Iran tetap menjadi prioritas utama dalam setiap meja perundingan.

Baca Juga :  Pemerintah Usul Denda KTP Hilang, DPR Ingatkan Risiko Pungli dan Beban Warga

Garis Merah: Isu Rudal dan Kedaulatan Energi

Meskipun menunjukkan fleksibilitas pada aspek nuklir, Teheran tetap memegang teguh “garis merah” mereka pada sektor pertahanan lainnya. Takht Ravanchi secara eksplisit menyatakan bahwa program rudal balistik Iran tidak dapat dinegosiasikan.

Selain itu, ia menutup pintu bagi tuntutan Amerika Serikat mengenai penghentian total pengayaan uranium (zero enrichment) di tanah Iran. “Sejauh menyangkut Teheran, isu ‘zero enrichment’ sudah tidak ada lagi di atas meja,” ujarnya. Iran meyakini bahwa Washington telah menyadari bahwa fokus perundingan harus tetap pada masalah nuklir guna mencapai kesepakatan yang bermartabat bagi kedua pihak.

Baca Juga :  Menjinakkan Pikiran: Seni Melawan Overthinking di Malam Hari

Peringatan Terhadap Penumpukan Militer AS

Dinamika diplomatik ini berlangsung di tengah ketegangan militer yang meningkat di Asia Barat. Takht Ravanchi melontarkan kritik keras terhadap penguatan pasukan Amerika Serikat di kawasan tersebut. Ia memperingatkan bahwa setiap tindakan agresi militer akan memicu perang regional yang traumatis.

“Semua orang akan menderita, terutama pihak yang memulai agresi tersebut,” kata Takht Ravanchi. Ia memastikan bahwa Iran akan merespons setiap ancaman eksistensial secara proporsional. Walaupun situasi sedang memanas, Iran tetap bertolak ke Jenewa dengan harapan besar. Teheran menilai hasil perundingan di Muscat, Oman, pada 6 Februari lalu telah bergerak ke arah yang positif. Kini, dunia menanti apakah pertemuan di Jenewa mampu melahirkan terobosan nyata bagi stabilitas global.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Pelajar Dibacok di Palmerah Jakarta Barat, Korban Alami 7 Jahitan
Takaichi dan Anwar Ibrahim Sepakati Kemitraan Energi Baru
Tabung Oksigen Terpental Saat Pengisian di Cilincing, Hantam Rumah dan Warung Warga
Cuaca Jabodetabek Hari Ini Cerah Berawan, Suhu Udara Capai 34 Derajat Celsius
Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos
Isu Demo Besar Juni-Juli 2026, Kapolri Pastikan Polri Kawal Aksi Secara Humanis
Kapolri Siapkan Nobar Piala Dunia 2026 Gratis di Mabes, Polda hingga Polsek
Roberto Sánchez Unggul Tipis Atas Keiko Fujimori

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:30 WIB

Viral Pelajar Dibacok di Palmerah Jakarta Barat, Korban Alami 7 Jahitan

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:12 WIB

Takaichi dan Anwar Ibrahim Sepakati Kemitraan Energi Baru

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:07 WIB

Tabung Oksigen Terpental Saat Pengisian di Cilincing, Hantam Rumah dan Warung Warga

Kamis, 11 Juni 2026 - 05:35 WIB

Cuaca Jabodetabek Hari Ini Cerah Berawan, Suhu Udara Capai 34 Derajat Celsius

Rabu, 10 Juni 2026 - 18:43 WIB

Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos

Berita Terbaru

Mengamankan jalur energi regional. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dan PM Malaysia Anwar Ibrahim memperkuat kemitraan maritim serta jaminan pasokan LNG di tengah krisis Timur Tengah. (David Mareuil/Pool Photo via AP)

INTERNASIONAL

Takaichi dan Anwar Ibrahim Sepakati Kemitraan Energi Baru

Kamis, 11 Jun 2026 - 06:12 WIB

Duka di Mindanao. Tim penyelamat menyisir puing-puing bangunan komersial di General Santos pasca-gempa bumi dahsyat magnitudo 7,8 yang menewaskan puluhan warga. Dok: REUTERS/Noel Celis

INTERNASIONAL

Tim Penyelamat Terus Cari Korban Tertimbun di General Santos

Rabu, 10 Jun 2026 - 18:43 WIB