AS Gempur Sasaran Militer Iran Pasca-Serangan Kapal Tanker

Rabu, 8 Juli 2026 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan buntu di Doha. Delegasi Amerika Serikat dan Iran mengakhiri perundingan tidak langsung tanpa menghasilkan kemajuan perdamaian yang nyata. Dok: REUTERS/Stringer

Jalan buntu di Doha. Delegasi Amerika Serikat dan Iran mengakhiri perundingan tidak langsung tanpa menghasilkan kemajuan perdamaian yang nyata. Dok: REUTERS/Stringer

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Pasukan militer Amerika Serikat kembali melancarkan gempuran udara berskala besar ke wilayah pesisir Iran.

Gelombang Serangan Baru Militer Amerika Serikat

Komando Sentral AS (CENTCOM) mengumumkan serangan udara tersebut melalui media sosial. Militer AS menargetkan sistem pertahanan udara milik Iran.

Pasukan AS juga menghancurkan sistem pengawasan pantai serta peluncur rudal. Gempuran udara ini menyasar fasilitas pelabuhan militer Iran.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah tegas ini bertujuan memberikan konsekuensi berat bagi pelaku penyerangan kapal. Pemerintah AS ingin mengamankan jalur pelayaran internasional tersebut.

Pejabat militer memproyeksikan operasi udara ini akan berlangsung selama beberapa jam. Skala gempuran kali ini jauh lebih besar daripada serangan bulan lalu.

Baca Juga :  Diplomasi Asia Tengah: Wang Yi Desak Rekonsiliasi Damai Afghanistan-Pakistan

Laporan Ledakan di Pesisir Selatan Iran

Warga mendengar suara ledakan keras di kawasan pesisir selatan Iran. Dentuman keras mengguncang wilayah Qeshm, Bandar Abbas, dan Sirik.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengecam keras aksi militer tersebut. Gharibabadi menilai gempuran Amerika Serikat merusak kesepakatan damai sementara.

Eskalasi bersenjata ini meletus saat Presiden Donald Trump menghadiri KTT NATO. Saat ini Trump sedang berada di Ankara bersama para sekutu Eropa.

AS Cabut Izin Penjualan Minyak Iran

Pemerintah Amerika Serikat langsung mengambil tindakan ekonomi tegas. Washington mencabut kembali izin penjualan minyak mentah milik Iran.

Sebelumnya, AS memberikan pelonggaran sanksi sebagai bagian dari kesepakatan sementara. Pejabat Gedung Putih menilai provokasi Iran di Selat Hormuz merusak stabilitas.

Kementerian Luar Negeri Iran langsung memprotes keras keputusan sepihak tersebut. Iran menuntut AS bertanggung jawab atas dampak pelanggaran komitmen ini.

Baca Juga :  Benteng Arktik: Kanada dan Prancis Buka Konsulat di Nuuk

Kebakaran Kapal Tanker dan Kecaman Qatar

Tiga kapal tanker mengalami serangan proyektil misterius di dekat perairan Oman. Satu kapal tanker pengangkut gas alam cair (LNG) mengalami kebakaran hebat.

Dua kapal dagang lainnya hanya menderita kerusakan struktural ringan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar Majed Al-Ansari mengecam insiden tersebut.

Satu kapal tanker milik Qatar bernama Al Rekayyat menjadi korban serangan. Qatar menuntut pertanggungjawaban hukum secara penuh dari pemerintah Teheran.

Prosesi Pemakaman Ali Khamenei di Kota Qom

Di tengah situasi tegang, prosesi pemakaman Ali Khamenei tetap berlangsung. Petugas membawa peti jenazah sang mantan pemimpin menuju kota suci Qom.

Ratusan ribu pelayat berjalan kaki memadati area Masjid Jamkaran. Pemimpin Agung baru Ayatollah Mojtaba Khamenei masih absen dari publik.

Mojtaba masih menyembunyikan diri untuk memulihkan luka akibat serangan udara. Petugas akan membawa jenazah menuju kota suci Najaf di Irak.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan
Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida
Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah
Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan
Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros
Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris
Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan
Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:57 WIB

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:41 WIB

Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:29 WIB

Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:00 WIB

Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:29 WIB

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Berita Terbaru