POSNEWS.CO.ID, RIYADH – Pemerintah Arab Saudi menyiapkan langkah militer baru di kawasan Yaman.
Strategi Operasi dan Jalur Pelayaran
Pemerintah Arab Saudi merancang operasi militer besar-besaran untuk menggempur milisi Houthi.
Operasi ini bertujuan utama mengamankan Selat Bab el-Mandeb di Laut Merah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebab, kelompok Houthi menguasai jalur pelayaran strategis tersebut pada bulan lalu.
Selain itu, Arab Saudi mempertimbangkan serangan terkoordinasi di beberapa provinsi Yaman.
Wilayah sasaran tersebut mencakup Al-Bayda, Marib, Taiz, hingga Al-Jawf.
Arab Saudi akan mengerahkan lebih dari 100.000 prajurit darat Yaman.
Sementara itu, jet tempur Arab Saudi bakal memberikan dukungan penuh dari udara.
Bantuan Logistik dan Intelijen Sekutu
Amerika Serikat memberikan bantuan intelijen dan penasihat militer untuk Arab Saudi.
Namun, Presiden Donald Trump menolak permintaan serangan udara secara langsung.
Sementara itu, Pakistan mengirimkan puluhan ribu prajurit untuk menjaga perbatasan Arab Saudi.
Pakistan juga memasok sistem pertahanan udara dan artileri ringan ke Aden.
Bahkan, Turki turut mengerahkan drone tempur guna mendukung operasi keamanan tersebut.
Prancis juga menyiagakan sistem pertahanan militer untuk melindungi kota pelabuhan Yanbu.
Tantangan Pasukan Lokal Yaman
Arab Saudi menilai negosiasi damai tidak mungkin berjalan tanpa penguasaan Bab el-Mandeb.
Oleh karena itu, Riyadh memilih jalur militer guna memulihkan stabilitas perdagangan global.
Namun, faksi-faksi anti-Houthi di Yaman masih menghadapi tantangan perpecahan internal.
Analis menilai keberhasilan operasi sangat bergantung pada performa pasukan lokal Yaman.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













