Ayam Goreng Krispi Ternyata Berisi 17,11 Gram Sabu, Gagal Masuk Lapas Surabaya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Lapas Surabaya menemukan paket diduga sabu yang disembunyikan dalam ayam goreng. (Posnews/Ist)

Petugas Lapas Surabaya menemukan paket diduga sabu yang disembunyikan dalam ayam goreng. (Posnews/Ist)

SIDOARJO, POSNEWS.CO.ID – Ayam goreng krispi yang dibawa seorang perempuan lansia ke Lapas Kelas I Surabaya ternyata menyimpan barang terlarang.

Di balik potongan makanan itu, petugas menemukan empat klip berisi kristal diduga sabu dengan total berat bruto 17,11 gram.

Upaya penyelundupan tersebut terbongkar saat petugas melakukan pemeriksaan barang bawaan pengunjung pada Selasa (6/10/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketelitian petugas menggagalkan narkotika masuk ke lingkungan lapas.

Pengunjung berinisial AM (62), warga Surabaya, datang untuk menjenguk warga binaan berinisial BSN (21) yang sedang menjalani hukuman dalam perkara narkotika.

Namun, pemeriksaan petugas menemukan kejanggalan pada ayam goreng yang dibawa AM. Petugas kemudian membongkar makanan tersebut dan menemukan empat klip plastik berisi kristal yang diduga sabu.

Empat Klip Disembunyikan di Dalam Ayam

Empat klip tersebut masing-masing memiliki berat bruto 4,12 gram, 4,83 gram, 3,78 gram, dan 4,24 gram.

Jika dijumlahkan, berat keseluruhannya mencapai 17,11 gram.

Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) Kelas I Surabaya, Anak Agung Gde Joni Purnama Putera, mengatakan petugas mencurigai bentuk dan tekstur potongan ayam yang dibawa pengunjung.

Baca Juga :  Imigrasi Berlakukan Pencegahan 20 Hari terhadap Febrie Adriansyah dan Don Ritto

Kecurigaan itu kemudian ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lebih mendalam. Hasilnya, petugas menemukan paket yang diduga berisi sabu tersebut sebelum makanan masuk ke area lapas.

Modus tersebut menunjukkan bahwa upaya memasukkan narkotika ke lapas bisa memanfaatkan barang yang terlihat biasa.

Karena itu, pemeriksaan makanan dan barang bawaan menjadi bagian penting dalam sistem pengamanan.

Pemeriksaan Mengarah ke Tiga Warga Binaan

Setelah menemukan paket tersebut, petugas memeriksa BSN. Dari pemeriksaan awal, BSN mengaku ayam goreng itu sebenarnya ditujukan kepada warga binaan lain berinisial MAB (28).

MAB kemudian diperiksa. Dari pengembangan tersebut, muncul nama warga binaan lain berinisial DD (28) yang diduga berperan mengatur komunikasi dengan pihak di luar lapas untuk pengadaan barang yang diduga narkotika.

Penyidik kini mendalami peran masing-masing. Termasuk bagaimana barang tersebut diperoleh, siapa yang mengirimkannya, serta bagaimana paket itu bisa sampai kepada AM.

Dengan demikian, keterlibatan masing-masing pihak masih harus dibuktikan melalui penyidikan. Polisi belum dapat menyimpulkan peran mereka hanya berdasarkan pemeriksaan awal.

Paket Diserahkan di Luar Lapas

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, paket makanan tersebut tidak langsung berasal dari dalam lapas.

Baca Juga :  15 Ribu Korban, Dana Rp2,4 T Raib - Dude Herlino Terseret Kasus DSI Angkat Bicara

Paket yang telah disisipi barang diduga sabu disebut diserahkan kepada AM melalui pertemuan di luar lapas. Setelah itu, AM membawa ayam goreng tersebut ketika datang menjenguk BSN.

Namun, rencana tersebut kandas setelah petugas memeriksa makanan secara teliti.

Kasus itu kemudian dilimpahkan kepada Satresnarkoba Polresta Sidoarjo. Polisi menerima barang bukti dan pihak-pihak yang diduga berkaitan dengan upaya penyelundupan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Lapas Perketat Pengawasan

Kepala Lapas Kelas I Surabaya melalui Ka KPLP Anak Agung Gde Joni menegaskan pengawasan terhadap barang bawaan pengunjung akan terus diperketat.

Pihak lapas juga menempatkan pemberantasan narkotika sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari peredaran barang terlarang.

Ketelitian petugas kali ini menjadi faktor penting. Sebab, makanan yang tampak seperti bekal biasa ternyata diduga digunakan sebagai media menyembunyikan narkotika.

Peristiwa tersebut sekaligus menjadi peringatan bahwa penyelundupan narkotika ke dalam lapas dapat menggunakan berbagai modus.

Karena itu, pemeriksaan ketat harus terus dilakukan tanpa mengabaikan prosedur dan hak para pengunjung.

Kini, Polresta Sidoarjo masih mendalami kasus tersebut, termasuk asal-usul barang, jaringan komunikasi, serta peran AM dan tiga warga binaan yang diperiksa. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ditagih Angsuran, Pria 63 Tahun Bacok Penagih hingga Tewas lalu Coba Akhiri Hidup
Plafon SDN 2 Cepoko Sragen Mendadak Ambruk, 2 Guru Jadi Korban
Bayi 7 Hari Ditinggal di Kursi, Sepasang Mahasiswa Ditangkap Polisi
Pria Tewas di Area Kampus Medan, Polisi Periksa Dugaan Jatuh dari Gedung
15 Kendaraan Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang, Sopir Truk Patah Kaki
Longboat Kabur ke PNG, 200 Butir Amunisi Dibuang ke Laut dan Berhasil Diamankan
Koper Dibuka, 5 Kg Sabu Ditemukan! Marcel Diduga Hendak Kirim ke Palembang
Ajakan Seks Rp300 Ribu Ditolak, Pria di Labura Tewas Ditebas Celurit 5 Kali

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Ayam Goreng Krispi Ternyata Berisi 17,11 Gram Sabu, Gagal Masuk Lapas Surabaya

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Ditagih Angsuran, Pria 63 Tahun Bacok Penagih hingga Tewas lalu Coba Akhiri Hidup

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Plafon SDN 2 Cepoko Sragen Mendadak Ambruk, 2 Guru Jadi Korban

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:29 WIB

Bayi 7 Hari Ditinggal di Kursi, Sepasang Mahasiswa Ditangkap Polisi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:10 WIB

Pria Tewas di Area Kampus Medan, Polisi Periksa Dugaan Jatuh dari Gedung

Berita Terbaru

Sennheiser merilis headphone Momentum 5 dengan kualitas suara superior, baterai lepas-pasang 57 jam, dan perkiraan harga Rp6,3 juta. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Sennheiser Merilis Headphone Nirkabel Momentum 5

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:10 WIB