Balita Tewas Akibat Ledakan Gas LPG 3 Kg di Pekalongan Selatan, 3 Keluarga Luka Bakar

Senin, 3 November 2025 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Ledakan dari tabung Gas Melon bocor. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, Ledakan dari tabung Gas Melon bocor. (Posnews/Ist)

PEKALONGAN, POSNEWS.CO.ID — Ibu rumah tangga jangan aggap remeh dengan tabung gas yang bocor. Begitu ada tercium aroma gas segera bawa tabung gas keluar rumah dan buka fentelasi udara di rumah untuk menghindari ledakan.

Kali ini justru ledakan gas LPG 3 kilogram kembali terjadi di Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan, dan menewaskan balita berusia 3 tahun. Tiga anggota keluarga lainnya juga mengalami luka bakar serius akibat insiden maut tersebut.

Korban meninggal bernama Harisan Arka (3). Sementara ayahnya Fatidhotul Ilmi Lahiran (38), ibunya Halimatus Sa’diyah (31), serta adiknya yang masih berusia 4 bulan masih berjuang melawan luka bakar dan menjalani perawatan intensif di RSUD Bendan.

Baca Juga :  Uang Rampasan Korupsi Taspen Dikembalikan, Sisa Rp100 Miliar Masih Hilang

Insiden ini terjadi di rumah kos Gang 1 Buaran Kradenan, Pekalongan Selatan.

Kapolsek Pekalongan Selatan, Kompol Aries Tri Hartanto, menjelaskan bahwa ledakan terjadi saat keluarga memasak di dalam rumah kontrakan. Dugaan sementara, kebocoran gas LPG memicu ledakan sesaat setelah kompor dinyalakan.

“Kejadiannya Minggu, 2 November, sekitar pukul 17.30 WIB. Setelah ledakan, warga langsung menolong korban dan membawa ke RS Bendan. Namun balita atas nama Harisan Arka meninggal dunia,” ungkap Kompol Aries, Senin (3/11/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, polisi langsung bergerak setelah mendapat informasi dari media sosial dan mendatangi lokasi kejadian untuk pemeriksaan.

Baca Juga :  AI Elon Musk Tersandung Skandal Pornografi Anak dan Deepfake

Gas Melon Kembali Makan Korban

Kasus ini menambah daftar panjang ledakan tabung gas LPG 3 kg yang menelan korban di berbagai daerah. Selain menewaskan balita, insiden ini juga meninggalkan luka mendalam bagi keluarga yang masih dirawat.

Hingga kini, pihak kepolisian terus mendalami penyebab pasti ledakan dan mengimbau masyarakat lebih waspada terhadap kebocoran gas saat memasak.

Dengan terus berulangnya kasus serupa, masyarakat diminta lebih berhati-hati dalam penggunaan LPG di rumah, termasuk memeriksa selang, regulator, dan ventilasi dapur.

Tragedi di Pekalongan ini menjadi alarm kuat soal keselamatan gas rumah tangga, terutama bagi pengguna LPG 3 kg. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB