PASAMAN, POSNEWS.CO.ID β Duka menyelimuti warga Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Dua Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat.
Banjir melanda permukiman setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut selama berjam-jam pada Jumat (18/9/2026).
Derasnya hujan membuat Sungai Aek Koronok dan Sungai Batang Jember Tonang Raya meluap. Air kemudian menerjang permukiman warga sekitar pukul 16.00 WIB.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah kepanikan warga menyelamatkan diri, seorang warga bernama Amrianto (49) dilaporkan hilang setelah terseret arus.
Hingga perkembangan terakhir, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban.
BPBD Pasaman, Basarnas, TNI, Polri, pemerintah setempat, dan warga terus menyisir aliran sungai serta kawasan sekitar lokasi kejadian.
Hujan Lebat Picu Sungai Meluap
BNPB mencatat hujan berintensitas lebat mengguyur Kecamatan Dua Koto sejak sekitar pukul 14.00 hingga 18.00 WIB. Kondisi tersebut meningkatkan debit sungai hingga akhirnya meluap ke kawasan permukiman.
Banjir kemudian merendam rumah warga dan berdampak pada lahan pertanian. Kondisi ini menunjukkan bahwa hujan deras dalam durasi panjang tetap dapat memicu bencana hidrometeorologi, termasuk di tengah periode musim kemarau.
Karena itu, warga yang tinggal di sekitar aliran sungai perlu meningkatkan kewaspadaan ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dalam waktu lama.
55 Rumah dan Lima Hektare Lahan Terdampak
Berdasarkan pendataan sementara BNPB, banjir berdampak terhadap sekitar 55 kepala keluarga dan 55 unit rumah.
Selain itu, dua rumah mengalami kerusakan, sedangkan sekitar lima hektare lahan pertanian ikut terdampak.
Bencana tersebut juga membuat tiga kepala keluarga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat. Beruntung, laporan BNPB menyebut air mulai surut pada Sabtu (19/9).
Namun, surutnya air belum berarti persoalan selesai. Warga masih harus membersihkan rumah, memastikan kondisi lingkungan aman, serta memulihkan aktivitas sehari-hari dan lahan pertanian yang terdampak.
Pencarian Amrianto Terus Dilakukan
Di tengah proses pemulihan, pencarian terhadap Amrianto menjadi prioritas.
Tim gabungan menyisir aliran Sungai Aek Koronok dan area di sekitar lokasi banjir. Petugas juga terus mengumpulkan informasi dari warga untuk mempersempit area pencarian.
Kalaksa BPBD Pasaman Mardianto sebelumnya mengatakan tim gabungan masih melakukan pencarian korban.
βTim gabungan dari Basarnas, BPBD Pasaman, TNI, Polri, bersama warga setempat hingga kini masih menyisir aliran Sungai Aek Koronok dan area sekitar untuk pencarian korban,β ujarnya, Minggu (20/9/2026).
Kondisi tersebut menyisakan keprihatinan bagi keluarga dan masyarakat setempat. Di saat warga mulai berupaya membersihkan dampak banjir, satu keluarga masih menunggu kabar tentang keberadaan Amrianto.
Warga Diminta Tak Mendekati Sungai Saat Hujan Deras
BNPB mengingatkan masyarakat yang tinggal di sekitar sungai agar tidak beraktivitas di dekat aliran air ketika hujan berintensitas tinggi berlangsung dalam waktu lama.
Warga juga diminta segera menuju tempat yang lebih aman apabila melihat tanda-tanda kenaikan debit atau muka air sungai.
Selain itu, masyarakat perlu mengetahui jalur evakuasi, menyiapkan kebutuhan dasar dan obat-obatan, serta menyimpan dokumen penting di tempat yang mudah dibawa ketika keadaan darurat terjadi.
Langkah sederhana tersebut penting karena banjir dapat datang dengan cepat setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu.
Bantuan Darurat dan Pemulihan Dibutuhkan
Warga terdampak kini tidak hanya membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Mereka juga membutuhkan dukungan dalam proses pemulihan rumah, lahan pertanian, sarana air bersih, serta fasilitas umum yang terdampak.
Pemerintah daerah bersama BPBD dan unsur terkait perlu memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi sekaligus melakukan asesmen terhadap kerusakan.
Di sisi lain, masyarakat dapat membantu melalui penyaluran bantuan secara terkoordinasi agar kebutuhan warga benar-benar sampai kepada mereka yang terdampak.
Bencana di Simpang Tonang kembali mengingatkan bahwa kesiapsiagaan tidak mengenal musim.
Ketika hujan turun deras dalam waktu lama, warga di sekitar sungai perlu segera membaca tanda bahaya dan mengutamakan keselamatan.
Sebab, beberapa menit untuk mengambil keputusan dapat menjadi sangat berarti ketika arus air mulai berubah menjadi ancaman. **
Editor : Hadwan












