PATI, POSNEWS.CO.ID – Kehidupan rumah tangga yang selama ini dikenal rukun mendadak berakhir tragis.
Seorang perempuan lanjut usia berinisial J ditemukan meninggal dunia setelah diduga dibacok suaminya sendiri menggunakan kapak di rumah mereka, Dukuh Kinjeng, Desa Sugihrejo, Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Tragedi berdarah pada Sabtu (7/11/2026) sore itu membuat warga sekitar gempar. Keluarga korban tak kuasa menahan kesedihan ketika jenazah perempuan tersebut dievakuasi petugas menggunakan ambulans.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di rumah pasangan tersebut, RT 01/RW 04. Suami korban yang berinisial H diduga menyerang istrinya menggunakan kapak hingga menyebabkan luka serius pada bagian leher dan dada.
Korban mengalami pendarahan hebat dan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Ironisnya, warga selama ini mengenal pasangan lanjut usia tersebut sebagai keluarga yang hidup rukun.
Kepala Desa Sugihrejo, Tri Setyanto, mengaku terkejut karena tidak pernah mendengar persoalan rumah tangga yang mencolok di antara keduanya.
Kabar kekerasan yang berujung maut itu pun mengundang perhatian warga. Mereka berdatangan dan berkerumun di sekitar rumah korban, sementara polisi bergerak menuju lokasi.
Suami Diamankan Polisi, Warga Kepung Lokasi
Kapolsek Gabus Iptu Suprapto membenarkan adanya peristiwa dugaan pembunuhan yang melibatkan pasangan suami istri tersebut.
Suprapto mengatakan, polisi menerima laporan masyarakat sekitar pukul 15.30 WIB. Setelah itu, petugas langsung mendatangi rumah korban untuk mengamankan lokasi dan menangani kejadian.
Polisi kemudian mengamankan H di kediamannya. Petugas membawa pria lanjut usia tersebut ke Mapolresta Pati untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Kita secepat mungkin kita tangani dan dari Inafis Polresta Pati juga segera ke lokasi kejadian. Untuk permasalahannya, kita belum tahu,” ungkap Suprapto dalam rekaman video yang beredar.
Jenazah Dibawa ke Rumah Sakit untuk Autopsi
Selain mengamankan terduga pelaku, jajaran Polsek Gabus bersama tim Inafis Polresta Pati melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Penyidik mengumpulkan barang bukti dan memeriksa sejumlah petunjuk untuk merekonstruksi peristiwa yang merenggut nyawa korban.
Sementara itu, petugas mengevakuasi jenazah J ke RSUD RAA Soewondo Pati untuk menjalani autopsi. Pemeriksaan tersebut bertujuan memastikan penyebab kematian dan mendukung proses penyidikan.
Hingga Minggu (8/11/2026), polisi belum mengungkap motif di balik dugaan pembacokan tersebut.
Penyidik masih memeriksa H dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi sebelum tragedi itu berlangsung.
Kasus ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga sekaligus pertanyaan besar bagi warga. Pasangan yang selama ini dikenal hidup rukun justru terlibat dalam tragedi kekerasan yang berakhir dengan hilangnya nyawa.
Polisi kini terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap motif, kronologi, serta rangkaian peristiwa secara utuh. **
Editor : Hadwan













