BNN Temukan 12 Cairan Vape Pakai Narkoba, Komjen Suyudi Sebut “3 Hisap Langsung Nagih”

Minggu, 26 Oktober 2025 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menunjukkan barang bukti sabu cair dan padat hasil penggerebekan pabrik sabu di apartemen Cisauk, Tangerang. Dok: BNN

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menunjukkan barang bukti sabu cair dan padat hasil penggerebekan pabrik sabu di apartemen Cisauk, Tangerang. Dok: BNN

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bagi penikmat rokok untuk lepas dari kecanduan banyak yang beralih menggunakan rokok elektrik Vape. Namun bukannya kecanduan berkurang justru berpindah jadi kecanduan zat lain.

Bahkan jika tidak salah pilih justru menghisap cairan dalam vape mengandung narkotika. Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap temuan mengejutkan dari hasil uji laboratorium terhadap 340 cairan vape atau rokok elektrik.

Dari jumlah itu, 12 sampel terbukti mengandung zat psikoaktif baru (NPS) yang tergolong narkotika.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menyampaikan hasil itu saat memberikan pengarahan kepada ratusan pelajar dalam kegiatan Kemah Kebangsaan Bersih Narkoba (Bersinar) di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Sabtu (25/10/2025).

Hati-hati. Dari 340 sampel liquid vape yang diuji, 12 di antaranya positif narkotika. Salah satunya mengandung etomidate, zat yang sebentar lagi masuk golongan narkotika,” tegas Komjen Suyudi di depan peserta.

Baca Juga :  BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem 1–7 November 2025: Jakarta, Jabar dan Banten Siaga Banjir

Menurutnya, para pelajar harus lebih waspada karena bandar kini makin cerdik menyusupkan zat berbahaya ke dalam cartridge rokok elektrik isi ulang. Harga satu cairan bisa mencapai Rp2 juta hingga Rp5 juta, dan efeknya langsung memicu kecanduan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tiga kali isap saja bisa bikin nagih. Ngeri, kan? Jadi jangan pernah coba-coba, jangan main-main dengan narkotika,” ujarnya memperingatkan.

Komjen Suyudi menuturkan, vape kini jadi celah baru peredaran narkoba, terutama di kalangan anak muda. Ia menegaskan, rokok elektrik bukan sekadar gaya hidup, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan dan masa depan pelajar.

“Keren gayanya, tapi bahaya isinya. Jangan terkecoh,” kata Suyudi.

Baca Juga :  Badai Senyar dan Ditwah Mengamuk, 1.100 Nyawa Melayang di Indonesia hingga Sri Lanka

Ia juga menjelaskan, dampak narkotika tidak langsung terasa, tapi menghancurkan perlahan. Pengguna bisa mengalami gangguan otak, gangguan jantung, hingga kematian.

Awalnya telmi, pelupa, lama-lama otak rusak. Banyak yang akhirnya sakau dan ketakutan seolah kematian sudah di depan mata,” ungkapnya.

Suyudi menegaskan, BNN tak bisa bekerja sendiri. Ia meminta para pelajar menjadi agen pencegahan narkoba di sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar.

“Saya titip, glorifikasikan gerakan antinarkoba. Jadilah pelajar sehat, kuat, dan berani menolak narkoba,” pesannya.

Komjen Suyudi juga mengingatkan masyarakat agar tidak memusuhi korban penyalahgunaan narkoba.

Mereka saudara kita. Ajak, rangkul, dan bawa ke tempat rehabilitasi. Bukan dikucilkan,” tegasnya menutup sambutan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global
Tantangan Ekonomi Perempuan dalam Ekonomi Gig

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:00 WIB

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Berita Terbaru

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB

Ilustrasi, Modernisasi vs Tradisi. Kyoto mengkaji rencana pelonggaran batas tinggi bangunan dari 31 meter menjadi 60 meter guna menarik investasi, memicu perdebatan mengenai identitas visual ibu kota kuno Jepang tersebut. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun

Minggu, 29 Mar 2026 - 18:00 WIB