Pramono Anung Ajak Warga Gotong Royong, 66 Titik Rawan Banjir Disasar

Minggu, 8 Februari 2026 - 11:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla memimpin kerja bakti massal gerakan Jaga Jakarta Bersih di Cipinang Melayu, Jakarta Timur. (Posnews/Ist)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla memimpin kerja bakti massal gerakan Jaga Jakarta Bersih di Cipinang Melayu, Jakarta Timur. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menggerakkan warga mengikuti kerja bakti massal melalui gerakan Jaga Jakarta Bersih yang berlangsung serentak di seluruh wilayah ibu kota, Minggu (8/2/2026).

Pramono turun langsung memimpin kerja bakti di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, sekaligus menegaskan komitmen Pemprov DKI menumbuhkan budaya gotong royong demi menjaga kebersihan lingkungan dan menekan risiko banjir.

“Hari ini kita melaksanakan kerja bakti gotong royong secara serentak di seluruh Jakarta. Gerakan ini kita sebut Jaga Jakarta Bersih,” ujar Pramono usai kegiatan.

Selain itu, Pramono memastikan Pemprov DKI Jakarta segera menyusun Peraturan Gubernur (Pergub) yang mengatur kewajiban kerja bakti warga secara lebih rinci, terstruktur, dan berkelanjutan.

Baca Juga :  Aktivis Andrie Yunus Jalani Operasi Ketiga, Mata Kanan Bocor Parah dan Trauma Berat

“Kami akan segera membuat Pergub agar pelaksanaannya lebih detail dan jelas,” tegasnya.

Di sela kegiatan, Pramono sempat melontarkan candaan saat berdialog dengan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla.

Ia menyebut dirinya dan JK lebih berperan dalam merumuskan kebijakan dibanding turun langsung membersihkan gorong-gorong.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami dibesarkan dalam teknokrasi. Yang bekerja itu pikiran dan otak,” ucap Pramono sambil tertawa.

Meski demikian, Pramono mengaku siap turun langsung jika diperlukan. Ia bahkan menyebut publik akan terkejut jika seorang gubernur masuk gorong-gorong saat kerja bakti.

Lebih jauh, Pramono mengungkapkan gerakan Jaga Jakarta Bersih melibatkan sedikitnya 171.134 orang setiap pekan.

Baca Juga :  459 Kades Terjerat Korupsi, Kejagung Luncurkan Jaksa Garda Desa

Angka itu menunjukkan tingginya partisipasi warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Sementara itu, Pemprov DKI juga terus menggenjot normalisasi sungai sebagai solusi jangka panjang pengendalian banjir.

Sejumlah sungai prioritas meliputi Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut.

“Normalisasi Sungai Ciliwung sudah mulai berjalan. Pembebasan lahannya hampir selesai,” ungkap Pramono.

Untuk mendukung program tersebut, Pemprov DKI mengerahkan 60 unit ekskavator, 144 dump truck, dan mengoperasikan alat berat di 66 titik rawan banjir di Jakarta.

Dengan kolaborasi warga dan penguatan kebijakan, Pramono optimistis Jakarta dapat menjadi kota yang lebih bersih, sehat, dan tangguh menghadapi ancaman banjir. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Melampaui Positivisme: Mengenal Post-Positivisme dan Kritik Teori Kritis
Pindah Jalur, Ojol Tewas di Jalan Raya Sulawesi Usai Diseruduk Dump Truck
Positivisme di Era Big Data: Ketika Algoritma Menjadi Penentu Kebenaran Tunggal
Nenek Dibunuh Cucu di Siak, Leher Digorok dan Harta Dibawa Kabur
Positivisme Hukum: Mengapa Hukum Harus Terpisah dari Moralitas?
Meruntuhkan Kesombongan Induksi: Kritik Karl Popper terhadap Positivisme Logis
Agama Kemanusiaan: Upaya Terakhir Comte Menyatukan Masyarakat Tanpa Tuhan
Lebaran Betawi 2026 Digelar di Lapangan Banteng, Ini Rangkaian Acara dan Jadwalnya

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 20:43 WIB

Melampaui Positivisme: Mengenal Post-Positivisme dan Kritik Teori Kritis

Jumat, 3 April 2026 - 19:30 WIB

Pindah Jalur, Ojol Tewas di Jalan Raya Sulawesi Usai Diseruduk Dump Truck

Jumat, 3 April 2026 - 19:25 WIB

Positivisme di Era Big Data: Ketika Algoritma Menjadi Penentu Kebenaran Tunggal

Jumat, 3 April 2026 - 19:18 WIB

Nenek Dibunuh Cucu di Siak, Leher Digorok dan Harta Dibawa Kabur

Jumat, 3 April 2026 - 18:43 WIB

Positivisme Hukum: Mengapa Hukum Harus Terpisah dari Moralitas?

Berita Terbaru

Kedaulatan aturan di atas nilai. Positivisme hukum menawarkan kejernihan yuridis dengan menegaskan bahwa validitas hukum bergantung pada sumber otoritasnya, bukan pada standar moralitas yang subjektif. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Positivisme Hukum: Mengapa Hukum Harus Terpisah dari Moralitas?

Jumat, 3 Apr 2026 - 18:43 WIB