Bocah 6 Tahun Diduga Dibully Teman Bermain, CCTV Jadi Kunci Pengungkapan Kasus

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, penganiayaan. (Posnews/Ist)

Ilustrasi, penganiayaan. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kisah memilukan dialami MWP (6), bocah yang diduga menjadi korban perundungan hingga sempat kritis setelah mengalami insiden di Taman Kramat Pulo, Senen, Jakarta Pusat.

Sang ibu, Vira, langsung membawa anaknya ke rumah sakit setelah mengetahui kondisi putranya memburuk.

Vira awalnya membawa MWP ke fasilitas kesehatan terdekat. Namun, dokter kemudian merujuk korban ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) karena kondisi anaknya mengkhawatirkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepanikan keluarga semakin meningkat ketika MWP sempat berhenti bernapas. Tim medis langsung memberikan penanganan intensif hingga kondisi korban perlahan membaik dan sadar.

Setelah sadar, MWP mulai menceritakan kejadian yang dialaminya. Kepada ibunya, korban mengaku sering mendapat perlakuan kasar dari sejumlah anak yang biasa bermain bersamanya.

“Besok harinya dia bilang, ‘Mama, aku kemarin habis digebuk sama teman-teman’,” ujar Vira.

Diduga Jadi Korban Pemalakan Sebelum Perundungan

Vira mengungkapkan anaknya mengaku sering dimintai uang oleh teman-temannya saat bermain. Jika tidak memberikan uang, MWP disebut akan dijauhi dan tidak diajak bermain.

Baca Juga :  BGN Siapkan 4 Skema Makan Bergizi Gratis Selama Ramadan 2026, Ini Penjelasannya

“Katanya kalau main ke lapangan harus minta uang dulu. Kalau tidak dikasih uang, dia tidak ditemani,” kata Vira.

Menurut Vira, kejadian tersebut tidak hanya dialami putranya. Beberapa anak lain yang bermain di kawasan itu juga diduga mengalami hal serupa.

Ia menyebut uang yang diminta para pelaku diduga digunakan untuk membeli makanan ringan.

Perundungan terhadap MWP juga diduga terjadi sebelumnya. Beberapa minggu sebelum kejadian, sandal milik korban sempat disembunyikan oleh teman-temannya.

“Saya baru dengar dua kali. Yang sandal disembunyikan, lalu tidak lama terjadi kejadian ini,” ungkapnya.

Polisi Dalami Dugaan Kekerasan

Kasus tersebut kini ditangani Satres PPA-PPO Polres Metro Jakarta Pusat. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan rangkaian kejadian serta dugaan keterlibatan para pelaku.

Dua anak yang diduga terlibat, berinisial R (18) dan L (14), telah diperiksa. Keduanya sempat datang meminta maaf kepada keluarga korban sambil membawa bingkisan.

Baca Juga :  Petir Sambar Rumah di Desa Tenjoayu Serang, Sanah Terpental dan Warung Hangus

Bahkan, keluarga menyebut kedua terduga pelaku sempat bersujud saat bertemu ibu korban dalam proses mediasi.

Namun, Vira menolak penyelesaian damai dan memilih melanjutkan perkara melalui jalur hukum.

“Enggak, kami tidak berdamai. Saya ingin proses hukum berjalan dan pelaku segera ditangkap,” tegasnya.

Terduga Pelaku Bantah, CCTV Jadi Petunjuk

Salah satu terduga pelaku berinisial R menyampaikan alasan bahwa tindakan tersebut terjadi karena korban diduga lebih dulu berbuat iseng.

Namun, Vira membantah alasan tersebut setelah melihat rekaman CCTV yang berada di lokasi kejadian.

“Ternyata saya lihat CCTV tidak menunjukkan hal seperti itu,” ujar Vira.

Polisi kini mendalami rekaman CCTV, keterangan saksi, serta kondisi korban untuk mengungkap fakta sebenarnya dalam kasus dugaan perundungan yang membuat bocah enam tahun tersebut sempat kritis.

Kasus ini kembali menjadi perhatian publik karena melibatkan anak di bawah umur dan dugaan kekerasan yang terjadi di ruang publik.

Aparat mengingatkan masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak untuk mencegah kejadian serupa. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bos Jaringan Narkoba Australia Ditangkap di Bali, Angelo Pandeli Masuk Interpol Blue Notice
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ciduk 2 Kurir Narkoba di Tamansari, Sita 2,07 Kg Sabu
Tolak Perjodohan, Wanita di Banyuasin Diduga Rancang Pembunuhan Bersama Kekasih
Bocah 6 Tahun Diduga Korban Perundungan di Senen, Tubuh Tersetrum Tak Sadarkan Diri
Pelaku Curi HP Saat Pintu Rumah Terbuka di Kembangan Ditangkap Polisi
Viral Pelajar Dibacok di Palmerah Jakarta Barat, Korban Alami 7 Jahitan
Tabung Oksigen Terpental Saat Pengisian di Cilincing, Hantam Rumah dan Warung Warga
Isu Demo Besar Juni-Juli 2026, Kapolri Pastikan Polri Kawal Aksi Secara Humanis

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:23 WIB

Bocah 6 Tahun Diduga Dibully Teman Bermain, CCTV Jadi Kunci Pengungkapan Kasus

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:22 WIB

Bos Jaringan Narkoba Australia Ditangkap di Bali, Angelo Pandeli Masuk Interpol Blue Notice

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:09 WIB

Polres Pelabuhan Tanjung Priok Ciduk 2 Kurir Narkoba di Tamansari, Sita 2,07 Kg Sabu

Kamis, 11 Juni 2026 - 13:51 WIB

Tolak Perjodohan, Wanita di Banyuasin Diduga Rancang Pembunuhan Bersama Kekasih

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:21 WIB

Bocah 6 Tahun Diduga Korban Perundungan di Senen, Tubuh Tersetrum Tak Sadarkan Diri

Berita Terbaru

Terobosan besar di jalur diplomasi Teluk. Presiden Donald Trump mengeklaim Amerika Serikat dan Iran bersiap menandatangani kesepakatan damai akhir pekan ini untuk membuka kembali Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Mengaku Sangat Menyukai Inflasi AS

Jumat, 12 Jun 2026 - 10:41 WIB

Kebuntuan intelijen di Capitol Hill. Perpanjangan wewenang pengawasan asing Seksi 702 FISA terancam gagal akibat penolakan keras bipartisan atas penunjukan kontroversial Bill Pulte. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Sengketa Bill Pulte Membawa Program Intelijen

Jumat, 12 Jun 2026 - 09:38 WIB

Ketegangan imigrasi di Irlandia Utara. Polisi menahan seorang imigran asal Sudan atas kasus penikaman keji di tengah amuk massa anti-imigran di jalanan Belfast. Dok: (PA via AP)

INTERNASIONAL

Sidang Penikaman Belfast: Hadi Alodid Menghadapi Dakwaan

Jumat, 12 Jun 2026 - 08:35 WIB