Bentrokan Berdarah di Menteng Tewaskan 1 Orang, Berawal dari Persoalan Sarapan

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, bentrok warga. (Posnews/ist)

Ilustrasi, bentrok warga. (Posnews/ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bentrokan berdarah pecah di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat (Jakpus), Minggu (26/7/2026). Keributan itu menewaskan satu orang.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dalam kondisi kritis. Namun, nyawanya tidak tertolong.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan polisi membawa dua korban ke RSCM. Satu di antaranya meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari dua orang yang diamankan dari TKP masih dalam kondisi kritis saat dibawa. Namun, ketika di rumah sakit ada satu yang sudah meninggal,” kata Roby kepada wartawan di lokasi, Minggu (26/7/2026).

Bentrokan Berawal dari Masalah Sarapan

Polisi menerima laporan keributan sekitar pukul 10.00 WIB. Menurut Roby, bentrokan bermula saat sekelompok orang hendak membeli sarapan.

Salah satu dari mereka diduga merasa tidak mendapat pelayanan yang baik. Mereka kemudian menggeber sepeda motor dan meninggalkan lokasi.

Namun, kelompok itu kembali bersama sejumlah rekannya. Mereka diduga merusak gerobak penjual nasi uduk.

Baca Juga :  3 Pelajar Penyiram Air Keras ke Siswa SMK di Jakpus Ditangkap, Dua Masih di Bawah Umur

“Dia pergi, kemudian datang lagi dengan membawa teman-temannya merusak gerobak penjual nasi uduk atau sarapan tersebut,” ujar Roby.

Aksi tersebut memicu kemarahan warga. Warga kemudian menyerang tempat kelompok tersebut hingga bentrokan pecah.

Dua Orang Kritis, Satu Meninggal

Polisi menemukan dua orang dalam kondisi kritis di lokasi. Keduanya langsung dibawa ke RSCM, tetapi satu korban akhirnya meninggal dunia.

Selain itu, polisi mengamankan dua orang dari kelompok luar untuk dimintai keterangan di Polsek Menteng. Sementara itu, satu kelompok warga yang terlibat berjumlah sekitar enam orang.

Polisi masih mendalami peran masing-masing pihak dalam bentrokan maut tersebut.

Warga Sebut Knalpot Brong Jadi Pemicu

Pedagang kaki lima di sekitar lokasi, Rusdi, menyebut keributan juga dipicu suara knalpot brong.

Menurutnya, sekelompok pemuda menggeber sepeda motor hingga mengganggu warga. Teguran warga kemudian memicu ketegangan.

“Awalnya, bawa motor knalpotnya berisik, digeber-geber, enggak terima ada yang negur,” ujar Rusdi.

Keributan kemudian meluas setelah massa dari luar berdatangan.

Rumah dan Motor Terbakar

Bentrokan semakin panas. Sebuah rumah yang diduga berkaitan dengan kelompok pemuda tersebut terbakar.

Baca Juga :  Keluarga Tak Saksikan Ekshumasi Sutrimo, Penyidik Fokus Ungkap Kematian

Satu unit sepeda motor juga hangus dilalap api.

Polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran serta pihak yang bertanggung jawab. Sejumlah orang juga dilaporkan mengalami luka-luka.

Brimob Turun Amankan Lokasi

Personel Brimob dan jajaran Polres Metro Jakarta Pusat diterjunkan untuk mengendalikan situasi.

Polisi membubarkan massa dan mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat maupun mengetahui kejadian tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat membenarkan adanya keributan antarkelompok warga.

“Iya, ada kejadian keributan kelompok warga,” kata Roby.

Polisi kini masih mendalami seluruh rangkaian bentrokan yang menewaskan satu orang tersebut.

Konflik Sepele Berujung Maut

Bentrokan di Jalan Tambak menjadi pengingat bahwa persoalan kecil dapat berubah menjadi tragedi.

Masalah saat membeli sarapan, suara knalpot brong, teguran warga, hingga aksi perusakan akhirnya memicu kekerasan.

Akibatnya, rumah terbakar, kendaraan hangus, sejumlah orang terluka, dan satu nyawa melayang.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak mudah terpancing emosi atau provokasi. Perselisihan sebaiknya diselesaikan secara damai dan melibatkan aparat apabila situasi mulai memanas.

Polisi masih menyelidiki kasus bentrokan berdarah tersebut untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

1.257 Bal Pakaian Bekas Ditemukan di Subang, Bareskrim Telusuri Jaringan Impor
Bukan Sampaikan Aspirasi, 19 Pendemo Ini Malah Bawa Sajam & Alat Vandalisme
Tawuran Maut Kebon Jeruk Demi Eksistensi di Medsos, 19 Orang Diamankan
Polisi Pantau Pergerakan Pelajar di Jakut, Antisipasi Ikut Demo di Pusat Kota
Mahasiswa Gagal Long March ke Bundaran HI, Demo di Sudirman Diadang Aparat
Polri dan Tiongkok Perkuat Aliansi Bongkar Clandestine Lab 1,2 Ton Sabu di Aceh
Viral Warga Ambil Besi Proyek Jembatan Rusun, Begini Penjelasan Polsek Cilincing
Sopir Maxim Dibacok Penumpang hingga 22 Jahitan, Begini Kronologinya

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:19 WIB

1.257 Bal Pakaian Bekas Ditemukan di Subang, Bareskrim Telusuri Jaringan Impor

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Bukan Sampaikan Aspirasi, 19 Pendemo Ini Malah Bawa Sajam & Alat Vandalisme

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Tawuran Maut Kebon Jeruk Demi Eksistensi di Medsos, 19 Orang Diamankan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Polisi Pantau Pergerakan Pelajar di Jakut, Antisipasi Ikut Demo di Pusat Kota

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Mahasiswa Gagal Long March ke Bundaran HI, Demo di Sudirman Diadang Aparat

Berita Terbaru