Budi Santoso Buka Pasar Murah Kemendag Jelang Ramadan 2026, Libatkan 75 UMKM

Rabu, 18 Februari 2026 - 17:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mendag Budi Santoso membuka pasar murah Kemendag di Jakarta. (Posnews/Ist)

Mendag Budi Santoso membuka pasar murah Kemendag di Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Perdagangan Budi Santoso membuka pasar murah di lapangan parkir Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (18/2/2026). Kegiatan ini digelar menyambut Ramadan dan Idulfitri 2026.

Pasar murah berlangsung selama 18–20 Februari 2026. Koperasi Pemasaran Niaga Sejahtera, koperasi pegawai Kemendag, menjadi inisiator kegiatan ini.

Mendag yang akrab disapa Busan menegaskan, pasar murah membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau. Selain itu, kegiatan ini menjadi panggung promosi bagi 75 pelaku UMKM.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pasar murah ini menjaga daya beli sekaligus mendukung stabilitas harga menjelang Ramadan,” tegasnya.

Ia berharap pasokan pangan tetap aman dan harga terkendali selama bulan puasa. Dengan demikian, masyarakat dapat beribadah lebih tenang.

Tanpa APBN, Libatkan 75 UMKM

Pasar murah ini digelar tanpa menggunakan anggaran APBN. Koperasi mengelolanya secara mandiri melalui kolaborasi internal.

Baca Juga :  Cuaca Jabodetabek 1 Juni 2026: Jakarta Berawan, Sejumlah Wilayah Diguyur Hujan

Sekretaris Jenderal Kemendag sekaligus Ketua Koperasi, Isy Karim, memastikan kegiatan ini murni hasil inisiatif koperasi. Ia menargetkan pasar murah bisa digelar rutin dengan skala lebih besar.

Koperasi Pemasaran Niaga Sejahtera berdiri sejak 1978. Saat ini, koperasi memiliki 1.210 anggota atau sekitar 42 persen dari total pegawai Kemendag.

Pengunjung memanfaatkan pasar murah untuk membeli minyak goreng, sembako, hingga pakaian. Endang, warga Pejambon, berharap pilihan kebutuhan pokok semakin lengkap.

Sementara itu, Tasya, pegawai Kemendag, mengaku terbantu karena tidak perlu berbelanja jauh atau daring. Ia menilai kegiatan ini memudahkan perantau mendapatkan pangan lokal dari berbagai daerah.

Harga Bapok Nasional Relatif Terkendali

Kemendag terus memantau harga melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Data per 13 Februari 2026 menunjukkan harga rata-rata nasional relatif stabil. Daging sapi tercatat Rp133.618/kg dan bawang putih Rp36.875/kg.

Baca Juga :  Indonesia dan Mesir Percepat Perundingan Dagang PTA dan FTA

Harga MINYAKITA turun menjadi Rp16.020/liter dari sebelumnya Rp16.800/liter. Meski masih di atas HET Rp15.700/liter, tren ini dinilai positif setelah terbitnya Permendag Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat.

Namun, beberapa komoditas masih di atas harga acuan. Daging ayam ras tercatat Rp40.259/kg (HA Rp40.000/kg) dan telur ayam ras Rp30.570/kg (HA Rp30.000/kg).

Mendag menegaskan pemerintah terus berkoordinasi dengan kementerian terkait, pemerintah daerah, dan Satgas Pangan untuk menjaga pasokan serta distribusi.

Terkait lonjakan harga cabai rawit, ia menjelaskan curah hujan tinggi mengganggu distribusi meski produksi mencukupi.

“Kami pastikan pasokan cukup. Jika ada kenaikan harga, kami telusuri penyebabnya dan segera tindak lanjuti,” tegasnya.

Dengan langkah ini, Kemendag menargetkan stabilitas harga bahan pokok tetap terjaga sepanjang Ramadan 2026. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kopi, Teh dan Kakao Indonesia Siap Serbu Pasar Global di TEI 2026
Prabowo: Ada Ancaman, Jangan Gentar! Rp52 Triliun Kekayaan Negara Diselamatkan
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Jadi UU, Ini yang Diatur
Rp250 Juta Demi Bisa Pakai HP di Rutan Pondok Bambu, Ombudsman Buka Suara
Terungkap! PB Indra Kenz Dicabut, Proses Remisi Jadi Sorotan
Pegawai Rutan Depok Diduga Bantu Sediakan Narkoba untuk Pesta di Balik Jeruji
Pemerintah Tak Izinkan Konser Israel Houghton di Indonesia, Ini Alasannya
Kalapas Cibinong Wisnu Hani Dipecat sebagai ASN, 17 Pegawai Kena Sanksi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:32 WIB

Kopi, Teh dan Kakao Indonesia Siap Serbu Pasar Global di TEI 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:01 WIB

Prabowo: Ada Ancaman, Jangan Gentar! Rp52 Triliun Kekayaan Negara Diselamatkan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:13 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Resmi Jadi UU, Ini yang Diatur

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Rp250 Juta Demi Bisa Pakai HP di Rutan Pondok Bambu, Ombudsman Buka Suara

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Terungkap! PB Indra Kenz Dicabut, Proses Remisi Jadi Sorotan

Berita Terbaru