Bundaran HI Jadi Pusat Tahun Baru 2026, Pramono Anung Pilih Lagu “Jangan Menyerah”

Senin, 22 Desember 2025 - 19:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabut polusi menyelimuti kawasan Jakarta pada pagi hari saat kualitas udara masuk kategori tidak sehat menurut IQAir. (Posnews/Kominfo)

Kabut polusi menyelimuti kawasan Jakarta pada pagi hari saat kualitas udara masuk kategori tidak sehat menurut IQAir. (Posnews/Kominfo)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi menetapkan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, sebagai titik utama perayaan malam Tahun Baru 2026.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno dipastikan hadir langsung menyambut detik-detik pergantian tahun di lokasi ikonik tersebut.

Pramono menegaskan, seluruh pimpinan daerah sepakat memusatkan perayaan di Bundaran HI.

“Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekda akan berada di satu titik, yaitu Bundaran HI,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/12/2025).

D’Masiv Guncang Bundaran HI

Selain itu, Pemprov DKI menyiapkan D’Masiv sebagai bintang utama di panggung Bundaran HI. Band papan atas tersebut dijadwalkan membawakan lagu ‘Jangan Menyerah’ tepat saat pergantian tahun.

Baca Juga :  Lahan Pemakaman di Jakarta Menipis, Gubernur DKI Siapkan Solusi Buka TPU Baru

Menurut Pramono, pemilihan lagu tersebut sarat makna dan empati, mengingat banyak daerah di Indonesia tengah dilanda bencana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Lagu ‘Jangan Menyerah’ kami pilih untuk memberi semangat dan penguatan moral bagi masyarakat,” tegasnya.

Titik Perayaan Dipangkas

Sejalan dengan itu, Pemprov DKI memangkas jumlah titik perayaan malam Tahun Baru 2026. Dari semula 14 lokasi, kini hanya delapan titik yang digelar di sejumlah kawasan Jakarta.

Baca Juga :  Jakarta dan KemenPPPA Perkuat Program Kurangi Kekerasan Perempuan dan Anak

Beberapa lokasi yang selama ini menjadi pusat keramaian, seperti Monas, tidak lagi menjadi titik utama.

“Beberapa titik tradisi kami kurangi, termasuk Monas,” kata Pramono.

Meski demikian, Monas tetap masuk rangkaian perayaan. Namun, Pemprov DKI hanya menghadirkan video mapping tanpa mengundang kerumunan massa.

Selain Bundaran HI, perayaan Tahun Baru 2026 juga digelar di Kota Tua dan Lapangan Banteng, dengan konsep pengamanan ketat dan ramah masyarakat.

Pemprov DKI menegaskan, seluruh rangkaian perayaan dirancang aman, tertib, dan tetap mengedepankan kepedulian sosial di tengah situasi nasional.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB