Jakarta dan KemenPPPA Perkuat Program Kurangi Kekerasan Perempuan dan Anak

Kamis, 28 Agustus 2025 - 07:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi membahas program pengurangan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jakarta. (Dok- Diskominfo DKI JKT)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi membahas program pengurangan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jakarta. (Dok- Diskominfo DKI JKT)

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menerima Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (27/8). Pertemuan ini menegaskan kerja sama Pemprov DKI Jakarta dan KemenPPPA untuk mengurangi kekerasan terhadap perempuan dan anak di ibu kota.

Pramono langsung meminta Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta menindaklanjuti program ini dan menegaskan keinginannya menjadikan Jakarta role model kota ramah perempuan dan anak.

Baca Juga :  Open House Istana Lebaran 2026 Dibuka, 5.000 Warga Bisa Hadir Mulai Pukul 12.00 WIB

Menteri Arifatul menjelaskan program utama yang akan dijalankan:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Ruang Bersama Indonesia, kelanjutan program desa/kelurahan ramah anak dan perempuan.

  • Perluasan layanan call center 129 untuk penanganan kasus.

  • Pengembangan satu data perempuan dan anak berbasis desa dan kelurahan.

Berdasarkan analisis KemenPPPA, faktor utama kekerasan perempuan dan anak meliputi ekonomi, pola asuh keluarga, pengaruh gadget, lingkungan, dan pernikahan usia anak.

Baca Juga :  Dari Panen Es di Danau hingga Mesin Kulkas Penyelamat

Arifatul menekankan peran keluarga sebagai solusi utama. “Keluarga menjadi solusi penyelesaian masalah. Kami berharap menguatkan keluarga, memperkuat perempuan, dan melindungi anak-anak,” katanya.

Dengan langkah ini, Pemprov DKI Jakarta dan KemenPPPA berkomitmen menekan angka kekerasan perempuan dan anak melalui program terpadu dan berkelanjutan. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Selebriti Lawan Deepfake AI dengan Hukum Trademark
Dendam Lama Meledak di Panggung Nikahan, Lansia Tanjung Priok Ditangkap
AS Wajibkan Pelamar Green Card Ajukan Aplikasi dari Negara Asal
Ledakan Gas Tewaskan 90 Pekerja, Bencana Terburuk dalam 17 Tahun
Ini Tampang Kecot Rampok Wanita Bogor, Mobil Dijual Murah buat Judol dan Foya-foya
Lebih 202 Ribu Jemaah Indonesia Siap Jalani Puncak Haji Armuzna
Marinir AS Uji HIMARS untuk Tangkal Agresi China
Sopir Diduga Mengantuk, Innova Rombongan DPR RI Hantam Dump Truk

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:57 WIB

Selebriti Lawan Deepfake AI dengan Hukum Trademark

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:57 WIB

Dendam Lama Meledak di Panggung Nikahan, Lansia Tanjung Priok Ditangkap

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:36 WIB

AS Wajibkan Pelamar Green Card Ajukan Aplikasi dari Negara Asal

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:33 WIB

Ledakan Gas Tewaskan 90 Pekerja, Bencana Terburuk dalam 17 Tahun

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:55 WIB

Ini Tampang Kecot Rampok Wanita Bogor, Mobil Dijual Murah buat Judol dan Foya-foya

Berita Terbaru

Taylor Swift hingga Matthew McConaughey kini menggunakan hukum merek dagang untuk melindungi wajah dan suara mereka dari kloning kecerdasan buatan. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Selebriti Lawan Deepfake AI dengan Hukum Trademark

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:57 WIB

Pemerintahan Donald Trump mewajibkan warga asing yang mencari izin tinggal tetap (green card) untuk meninggalkan Amerika Serikat dan mengajukan aplikasi dari negara asal mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Wajibkan Pelamar Green Card Ajukan Aplikasi dari Negara Asal

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:36 WIB

Tragedi di kedalaman bumi. Ledakan gas dahsyat di tambang batu bara Liushenyu, China, merenggut setidaknya 90 nyawa, memicu seruan Presiden Xi Jinping untuk memperketat standar keselamatan kerja nasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ledakan Gas Tewaskan 90 Pekerja, Bencana Terburuk dalam 17 Tahun

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:33 WIB