Buronan Narkoba 2 Wanita Diburu, Polisi Ungkap Peran Licin di Balik Layar

Rabu, 22 April 2026 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Poster daftar pencarian orang (DPO) dua perempuan Indriati dan Nasrah buronan kasus narkoba jaringan sabu di Makassar yang dirilis Bareskrim Polri. (Posnews/Ist)

Poster daftar pencarian orang (DPO) dua perempuan Indriati dan Nasrah buronan kasus narkoba jaringan sabu di Makassar yang dirilis Bareskrim Polri. (Posnews/Ist)

MAKASSAR, POSNEWS.CO.ID – Bareskrim Polri menggeber perburuan dua buronan kasus narkotika di Makassar, Sulawesi Selatan.

Dua perempuan yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) ini diduga menjadi otak dan pengendali jaringan sabu lintas wilayah yang siap merusak ribuan jiwa.

Kedua buronan tersebut yakni Indriati dan Nasrah. Penyidik menegaskan, keduanya bukan pemain baru—mereka diduga kuat sebagai residivis yang kembali mengendalikan bisnis haram dari balik jaringan terorganisir.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi memburu Indriati (32), perempuan kelahiran Polewali yang diduga menjadi pengendali utama peredaran sabu di Makassar.

Sementara itu, Nasrah (30), yang juga merupakan istri dari tersangka Muh Yusran Aditya, berperan sebagai pengendali lapangan sekaligus pengedar.

Keduanya diketahui tinggal di wilayah Kota Makassar dan memiliki ciri fisik serupa: tinggi sekitar 150 cm, berambut hitam lurus, berkulit sawo matang, serta tidak memiliki tato.

Baca Juga :  Sebulan Diburu, Pria yang Diduga Siram Istri Siri dengan Air Keras di Jambi Ditangkap

Peran Kunci dalam Sindikat Narkoba

Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Handik Zusen mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan, kedua pelaku aktif mengatur distribusi sabu dengan sistem rapi dan terstruktur.

“Mereka memerintahkan kurir mengambil barang dari luar daerah, lalu mendistribusikannya di Makassar dengan metode “tempel” hingga penjualan eceran,” ungkap Kombes Handik, Rabu (22/4/2026)

Tak tanggung-tanggung, jaringan ini juga menyamarkan bisnis narkoba dengan kedok usaha laundry untuk mengelabui warga sekitar.

Modus ini dinilai licin dan berbahaya karena menyasar lingkungan permukiman.

Polisi menjerat kedua buronan dengan pasal berlapis, termasuk Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Ancaman hukumannya tidak main-main—bisa mencapai pidana mati atau penjara seumur hidup.

Baca Juga :  Mesir Harap Kebijakan Ekspor Satu Pintu CPO Berjalan Mulus

Kasus ini mencuat setelah pengungkapan besar pada 19 April 2026 di dua lokasi berbeda di Makassar.

Dalam operasi itu, polisi lebih dulu menangkap kurir Muh Yusran Aditya dan menyita sabu seberat lebih dari 5 kilogram.

Polisi Sebar Nomor Hotline

Bareskrim Polri kini mengajak masyarakat ikut memburu dua buronan tersebut.

Warga yang mengetahui keberadaan Indriati atau Nasrah diminta segera melapor ke penyidik melalui nomor 082272274949 atau 08121385050.

Polisi menegaskan tidak akan memberi ruang bagi jaringan narkoba. Perburuan terus digencarkan hingga ke akar-akarnya.

“Siapa pun yang terlibat, pasti kami kejar. Tidak ada tempat aman bagi pelaku narkotika,” tegas penyidik.

Kini, dua nama itu jadi target utama. Waktu terus berjalan—dan pengejaran semakin panas. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

110 Aset Disita dalam Kasus Dana Syariah, Ribuan Korban Menanti Kepastian
Harta Pejabat Tak Sesuai LHKPN Bisa Dirampas? Ini Usulan Wakil Ketua KPK
Dini Hari di Cakung, 8 Remaja Diamankan Bersama Celurit Panjang
Terbongkar, Solar Olahan Diduga Dipoles agar Mirip BBM Industri Asli
Api Masih Mengintai di Lahan Gambut, 17.942 Hektare Karhutla Belum Padam
Terjatuh Usai 2 Motor Bersenggolan di Depok, Penumpang Vario Tewas Terlindas Truk
Datang untuk Memijat, Malah Dianiaya: Terapis di Johar Baru Diperas Rp600 Ribu
Operasi Patuh 2026 Segera Dimulai, Pengendara Lawan Arus Jadi Perhatian Polisi

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:21 WIB

110 Aset Disita dalam Kasus Dana Syariah, Ribuan Korban Menanti Kepastian

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:03 WIB

Harta Pejabat Tak Sesuai LHKPN Bisa Dirampas? Ini Usulan Wakil Ketua KPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Dini Hari di Cakung, 8 Remaja Diamankan Bersama Celurit Panjang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Terbongkar, Solar Olahan Diduga Dipoles agar Mirip BBM Industri Asli

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:23 WIB

Api Masih Mengintai di Lahan Gambut, 17.942 Hektare Karhutla Belum Padam

Berita Terbaru

Hiu viral Bukang-i kembali menerobos masuk ke kanal kota Busan Korea Selatan. Simak kronologi upaya evakuasi dan respon pengunjung. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan

Senin, 26 Okt 2026 - 06:00 WIB