PYONGYANG, POSNEWS.CO.ID – Presiden Tiongkok Xi Jinping mengirimkan pesan terima kasih yang hangat kepada pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un. Langkah taktis ini menyusul selesainya kunjungan kenegaraan bersejarah Xi ke Pyongyang selama dua hari kemarin.
Konsensus Penting dan Babak Sejarah Baru
Dalam pesan resmi tersebut, Xi menegaskan bahwa kedua negara telah mencapai berbagai konsensus penting yang bersifat strategis. Sebab, Tiongkok dan Korea Utara ingin menyelaraskan langkah untuk menjaga perdamaian regional serta global secara aktif.
Sementara itu, media resmi Korea Utara KCNA memublikasikan seluruh isi surat ucapan terima kasih tersebut pada hari Rabu. Xi menilai kunjungan singkatnya telah sukses memperdalam rasa saling percaya di antara kedua belah pihak. Dengan demikian, hubungan bilateral antara Beijing dan Pyongyang kini resmi memasuki babak sejarah baru yang lebih kokoh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kerja Sama Praktis di Berbagai Sektor
Tiongkok dan Korea Utara menyepakati perluasan kerja sama taktis secara menyeluruh di lapangan hulu. Sebagai contoh, kedua negara akan meningkatkan kolaborasi di sektor pertanian, teknologi, perdagangan, serta pembangunan infrastruktur.
Kantor berita Tiongkok Xinhua menegaskan bahwa kerja sama praktis ini merupakan motor penggerak utama hubungan bilateral. Oleh sebab itu, kedua pemimpin berkomitmen untuk menjaga saluran komunikasi strategis secara intensif dan berkelanjutan.
Selain itu, Tiongkok mendesak pembukaan kembali seluruh pintu perbatasan darat demi kelancaran logistik pasca-pandemi. Akibatnya, kedua belah pihak juga harus segera memulihkan rute penerbangan sipil dan perjalanan kereta api penumpang internasional.
Penghormatan Militer dan Kunjungan Sekolah Politik
Sebelum kembali ke Beijing, kedua pemimpin negara juga melakukan serangkaian kegiatan simbolis yang penuh makna. Sebagai contoh, Xi dan Kim memberikan penghormatan khusus di Menara Persahabatan Tiongkok-Korea di Pyongyang. Sebab, monumen bersejarah tersebut mengenang jasa para tentara Tiongkok yang gugur selama masa Perang Korea.
Selanjutnya, mereka juga menyempatkan diri untuk meninjau sekolah pelatihan kader politik khusus milik partai berkuasa. Pada akhirnya, dunia kini menanti apakah penguatan aliansi ini mampu mengubah dinamika pertahanan global di kawasan Asia Timur.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












