Aksi Tolak Kenaikan BBM di Jakarta Pusat Disorot, Potensi Gejolak Politik Menguat

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gejolak Ekonomi dan Politik Jadi Sorotan Usai Demo BBM di Jakarta. (Posnews/Ist)

Gejolak Ekonomi dan Politik Jadi Sorotan Usai Demo BBM di Jakarta. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM non-subsidi di Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026) malam, memunculkan sinyal meningkatnya suhu politik dan sosial di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan sebagian masyarakat.

Meski hanya melibatkan sekitar 25 peserta, massa sempat menyalakan api kecil di badan jalan. Aksi tersebut menunjukkan potensi eskalasi apabila pemerintah tidak segera merespons berbagai persoalan ekonomi secara tepat.

Sejumlah pengamat menilai kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya hidup, dan energi kerap memicu gelombang protes yang lebih besar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Isu ekonomi dan wacana aksi “Reformasi Jilid II” terus ramai di media sosial dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga :  BMKG Ingatkan Warga Jabodetabek, Hujan Deras dan Petir Mengancam Hari Ini

Karena itu, aparat dan pemerintah perlu mewaspadai meluasnya aksi serupa yang berpotensi menarik dukungan masyarakat.

Waspadai Potensi Gejolak Politik

Meski aparat berhasil mengendalikan situasi di Cikini dan mencegah kerusuhan, aksi tanpa pemberitahuan resmi itu tetap menunjukkan adanya dinamika sosial yang perlu dicermati.

Sejumlah pihak menilai persoalan ekonomi, ketidakpuasan publik, dan mobilisasi opini di media sosial berpotensi memicu gejolak politik pada paruh kedua 2026.

Dalam situasi tersebut, pemerintah perlu memperkuat komunikasi publik, membuka ruang dialog, dan merespons aspirasi masyarakat secara cepat, selain menjaga keamanan.

Polisi Gerak Cepat Cegah Kericuhan

Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan jajarannya langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan masyarakat.

“Kami langsung membubarkan massa dan memadamkan api,” kata Braiel.

Baca Juga :  Timur Tengah Memanas: AS Kirim Lusinan Jet Tempur F-15E

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri mengatakan massa hanya memakai sebagian lajur Jalan Cikini Raya sehingga lalu lintas tetap berjalan.

Sekitar pukul 21.30 WIB, massa membubarkan diri dan aparat mengembalikan situasi ke kondisi normal.

Stabilitas Nasional Jadi Perhatian

Peristiwa di Cikini mengingatkan pemerintah untuk tidak hanya mengandalkan aparat keamanan, tetapi juga merespons persoalan masyarakat dengan cepat.

Jika pemerintah mengelola aspirasi publik melalui dialog dan kebijakan yang tepat, pemerintah dapat menekan potensi gejolak sosial maupun politik.

Sebaliknya, jika berbagai keluhan masyarakat terus menumpuk, kelompok-kelompok tertentu berpotensi menggelar aksi yang lebih besar di berbagai daerah. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ribuan Mahasiswa Siap Aksi di Bundaran HI Besok, Bawa 5 Tuntutan
KPK Belum Dalami Dugaan Amplop untuk Menhut, Fokus Kasus Kuansing
Jual Beli Data hingga Judol Meresahkan, Kapolri dan Menkomdigi Perkuat Kolaborasi
MUI Soroti Klaim Imam Mahdi di Bangkalan, Korban Rugi Rp1,3 Miliar
Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari, BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Akhir Tahun
Harta Pejabat Tak Sesuai LHKPN Bisa Dirampas? Ini Usulan Wakil Ketua KPK
Api Masih Mengintai di Lahan Gambut, 17.942 Hektare Karhutla Belum Padam
Kapal Bawa 1,16 Ton Ketamin, Kapolri Ingatkan Modus Narkotika Cair lewat Vape

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Ribuan Mahasiswa Siap Aksi di Bundaran HI Besok, Bawa 5 Tuntutan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:24 WIB

KPK Belum Dalami Dugaan Amplop untuk Menhut, Fokus Kasus Kuansing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:36 WIB

MUI Soroti Klaim Imam Mahdi di Bangkalan, Korban Rugi Rp1,3 Miliar

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari, BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Akhir Tahun

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:03 WIB

Harta Pejabat Tak Sesuai LHKPN Bisa Dirampas? Ini Usulan Wakil Ketua KPK

Berita Terbaru