POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Penolakan Proposal Iran oleh Donald Trump
Iran mengusulkan penghentian pertempuran kawasan Timur Tengah dalam waktu tujuh hari.
Utusan Qatar menyampaikan proposal tersebut saat Sidang Umum PBB berlangsung.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat berada dalam posisi menang.
Ia menyebut Iran kehabisan dana akibat penutupan jalur pelayaran vital.
Bahkan, Trump menilai pihak lawan terdesak sehingga mengajukan kesepakatan damai.
Dampak Konflik Ekonomi dan Sengketa Program Nuklir
Amerika Serikat memberlakukan blokade ekonomi untuk menekan pemerintah Iran.
Sementara itu, konflik tujuh bulan telah mengganggu arus minyak dunia.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan kesiapan menggelar negosiasi.
Meski demikian, Iran menolak tuntutan pemangkasan program pengayaan uranium mereka.
Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan Iran siap mempertahankan diri dari ancaman.
Eskalasi Pertempuran dan Risikip Ekonomi Global
Konflik bersenjata ini meletus sejak serangan AS dan Israel pada Februari.
Serangan susulan telah menewaskan ribuan jiwa serta merusak perekonomian Iran.
Selain itu, sekutu Iran menargetkan kilang minyak serta jalur pelayaran.
Laporan media menyebut Trump mempertimbangkan kampanye pengeboman baru pascapemilu sela.
Dengan demikian, ketegangan kawasan Timur Tengah masih membahayakan ekonomi global.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













