Donald Trump Tolak Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Minggu, 27 September 2026 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka Selat Hormuz. Simak detail tanggapan AS, isu nuklir Iran, dan dampak ekonomi global. Dok: Istimewa.

Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka Selat Hormuz. Simak detail tanggapan AS, isu nuklir Iran, dan dampak ekonomi global. Dok: Istimewa.

POSNEWS.CO.ID, WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Penolakan Proposal Iran oleh Donald Trump

Iran mengusulkan penghentian pertempuran kawasan Timur Tengah dalam waktu tujuh hari.

Utusan Qatar menyampaikan proposal tersebut saat Sidang Umum PBB berlangsung.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat berada dalam posisi menang.

Ia menyebut Iran kehabisan dana akibat penutupan jalur pelayaran vital.

Baca Juga :  Dunia Anarki: Mengapa Perang Tak Terhindarkan

Bahkan, Trump menilai pihak lawan terdesak sehingga mengajukan kesepakatan damai.

Dampak Konflik Ekonomi dan Sengketa Program Nuklir

Amerika Serikat memberlakukan blokade ekonomi untuk menekan pemerintah Iran.

Sementara itu, konflik tujuh bulan telah mengganggu arus minyak dunia.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan kesiapan menggelar negosiasi.

Meski demikian, Iran menolak tuntutan pemangkasan program pengayaan uranium mereka.

Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan Iran siap mempertahankan diri dari ancaman.

Baca Juga :  Trump Ancam Penjarakan Jurnalis Terkait Bocoran Penyelamatan Pilot di Iran

Eskalasi Pertempuran dan Risikip Ekonomi Global

Konflik bersenjata ini meletus sejak serangan AS dan Israel pada Februari.

Serangan susulan telah menewaskan ribuan jiwa serta merusak perekonomian Iran.

Selain itu, sekutu Iran menargetkan kilang minyak serta jalur pelayaran.

Laporan media menyebut Trump mempertimbangkan kampanye pengeboman baru pascapemilu sela.

Dengan demikian, ketegangan kawasan Timur Tengah masih membahayakan ekonomi global.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland
Kelompok Pengawas Pemerintah Menggugat Jared Kushner
Kondisi Kesehatan Paus Leo XIV Membaik Pasca Operasi
Kelompok Houthi Mengancam Akan Terus Menggempur
SpaceX Membatasi Layanan Starlink Militer Ukraina
Zelenskyy Sebut Rusia Tetap Menyerang Fasilitas Energi
Kelompok Houthi Mengancam Amerika Serikat Pasca Serangan
Aparat Federal Amerika Serikat Menggeledah Kediaman DPR

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:34 WIB

Kelompok Pengawas Pemerintah Menggugat Jared Kushner

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Kondisi Kesehatan Paus Leo XIV Membaik Pasca Operasi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Kelompok Houthi Mengancam Akan Terus Menggempur

Kamis, 15 Oktober 2026 - 07:22 WIB

SpaceX Membatasi Layanan Starlink Militer Ukraina

Berita Terbaru

Denmark menegaskan eksplorasi sumber daya alam Greenland oleh AS harus mematuhi hukum lokal dan tidak mendapat keistimewaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland

Kamis, 15 Okt 2026 - 15:40 WIB