JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Periksa celana jeans yang sedang Anda pakai sekarang. Besar kemungkinan, Anda akan menemukan saku mungil berbentuk persegi empat di dalam saku depan kanan.
Banyak orang mengira tempat sempit itu berfungsi untuk menyimpan uang koin kembalian. Ada juga yang menggunakannya untuk menaruh kunci motor atau tiket parkir.
Namun, tebakan-tebakan tersebut kurang tepat secara historis. Saku kecil itu sebenarnya memiliki fungsi asli yang jauh lebih spesifik dan “mahal” pada zamannya.
“Watch Pocket” Tahun 1873
Kita harus memutar waktu kembali ke abad ke-19 untuk menemukan jawabannya. Tepatnya, pada tahun 1873 saat Levi Strauss dan Jacob Davis mematenkan desain celana kerja mereka yang legendaris.
Dalam arsip sejarah Levi’s, saku tersebut memiliki nama resmi “Watch Pocket”. Sesuai namanya, saku itu berfungsi sebagai tempat khusus untuk menyimpan jam saku (pocket watch).
Kala itu, jam tangan belum populer. Kaum pria, terutama para koboi dan pekerja tambang di Amerika Serikat, mengandalkan jam saku berantai untuk melihat waktu.
Melindungi Aset Koboi
Mengapa mereka butuh saku khusus? Pasalnya, para koboi sering bekerja keras menunggang kuda atau menggali tanah. Jika mereka menaruh jam saku di saku rompi (seperti kebiasaan pria kantoran), jam itu mudah terjatuh dan pecah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Levi Strauss melihat masalah ini. Lantas, ia merancang saku sempit yang pas dengan ukuran jam saku standar. Desain ini menjaga jam tetap “terkunci” aman di pinggang, tidak terguncang, dan terlindung dari goresan peralatan kerja.
Evolusi dari Korek Api hingga AirPods
Zaman berubah, teknologi pun berganti. Jam tangan mulai menggantikan jam saku pada awal abad ke-20. Meskipun fungsi aslinya punah, produsen jeans tetap mempertahankan saku tersebut.
Uniknya, fungsi saku itu berevolusi mengikuti gaya hidup pemakainya. Pada era pertengahan abad ke-20, orang sering menyebutnya sebagai saku korek api. Ukurannya sangat pas untuk menaruh pemantik Zippo.
Kemudian, orang mulai menggunakannya untuk menyimpan koin, tiket bis, hingga kondom. Di era digital ini, saku tersebut menemukan jodoh barunya. Banyak anak muda menggunakannya untuk menyimpan AirPods atau flashdisk agar tidak hilang di tas besar.
Tradisi di Atas Fungsi
Pada akhirnya, keberadaan saku kecil ini mengajarkan kita tentang kekuatan tradisi dalam desain busana. Levi’s dan merek lain bisa saja menghilangkannya untuk menghemat biaya produksi.
Akan tetapi, mereka memilih untuk mempertahankannya. Saku mungil itu telah menjadi identitas visual yang ikonik. Celana jeans rasanya “kurang jeans” tanpa kehadiran kotak kecil di pinggang kanan itu.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















