Gubernur Pramono Hias Jakarta Sambut Ramadan 1447 H, Lebih Meriah

Senin, 16 Februari 2026 - 07:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Ist)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memastikan Ibu Kota bakal tampil lebih meriah saat menyambut Ramadan dan Idul Fitri 1447 H.

Pemprov DKI akan memasang ornamen khusus bertema Ramadan dan Lebaran di sejumlah titik strategis Jakarta.

Pramono menyampaikan hal itu saat menghadiri Silaturahmi Akbar Kaum Betawi di Museum MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (15/2/2026).

“Nanti mulai 18 Februari, Jakarta berubah menyambut Ramadan dan Idul Fitri. Tidak kalah dengan Natal maupun Imlek. Pokoknya saya buat Jakarta jauh lebih meriah,” tegasnya.

Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,21 Persen

Sebelumnya, Pramono memaparkan capaian ekonomi Jakarta yang melampaui rata-rata nasional. Pertumbuhan ekonomi Jakarta tercatat 5,21 persen, lebih tinggi dari nasional 5,11 persen.

Baca Juga :  Ledakan Dahsyat di SMAN 72 Jakarta, Pemprov DKI Tanggung Penuh Biaya Korban

Bahkan pada kuartal IV 2025, Jakarta tumbuh 5,71 persen—tertinggi dibanding daerah lain.

Menurutnya, capaian itu lahir dari kerja keras bersama seluruh elemen masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pertumbuhan ini tidak mungkin terjadi tanpa kerja keras kita bersama,” ujarnya.

Selanjutnya, Pramono memberi ruang luas bagi berbagai kegiatan untuk menstimulasi ekonomi, mulai dari perayaan Natal, Tahun Baru, hingga Imlek.

Namun demikian, ia menegaskan unsur budaya Betawi selalu dilibatkan dalam setiap acara resmi Pemprov DKI.

Ia mencontohkan gelaran Christmas Colossal di Jalan Sudirman–Thamrin serta pembukaan festival Imlek yang tetap menghadirkan tari Betawi di awal acara.

Baca Juga :  Gubernur DKI Lepas 584 “Pasukan Putih” Bantu Warga Rentan Jakarta

“Harus ada Betawinya. Akulturasi tidak akan terjadi kalau masyarakat Betawi tidak terlibat di depan,” katanya.

Ramadan Jadi Momentum Penggerak Ekonomi

Kini, Pemprov DKI bersiap menjadikan Ramadan 1447 H sebagai momentum penggerak ekonomi sekaligus penguat identitas budaya Jakarta.

Ornamen tematik, lampu hias, hingga dekorasi bernuansa Islami akan mempercantik jalan protokol dan ruang publik.

Langkah ini tidak hanya memperindah wajah kota, tetapi juga langsung menggerakkan UMKM, menggairahkan kuliner Ramadan, serta mendongkrak wisata belanja menjelang Lebaran.

Melalui konsep yang meriah dan inklusif, Pemprov DKI mendorong Jakarta tampil sebagai kota global yang tetap kokoh berakar pada budaya Betawi dan kearifan lokalnya. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Melampaui Positivisme: Mengenal Post-Positivisme dan Kritik Teori Kritis
Pindah Jalur, Ojol Tewas di Jalan Raya Sulawesi Usai Diseruduk Dump Truck
Positivisme di Era Big Data: Ketika Algoritma Menjadi Penentu Kebenaran Tunggal
Nenek Dibunuh Cucu di Siak, Leher Digorok dan Harta Dibawa Kabur
Positivisme Hukum: Mengapa Hukum Harus Terpisah dari Moralitas?
Meruntuhkan Kesombongan Induksi: Kritik Karl Popper terhadap Positivisme Logis
Agama Kemanusiaan: Upaya Terakhir Comte Menyatukan Masyarakat Tanpa Tuhan
Lebaran Betawi 2026 Digelar di Lapangan Banteng, Ini Rangkaian Acara dan Jadwalnya

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 20:43 WIB

Melampaui Positivisme: Mengenal Post-Positivisme dan Kritik Teori Kritis

Jumat, 3 April 2026 - 19:30 WIB

Pindah Jalur, Ojol Tewas di Jalan Raya Sulawesi Usai Diseruduk Dump Truck

Jumat, 3 April 2026 - 19:25 WIB

Positivisme di Era Big Data: Ketika Algoritma Menjadi Penentu Kebenaran Tunggal

Jumat, 3 April 2026 - 19:18 WIB

Nenek Dibunuh Cucu di Siak, Leher Digorok dan Harta Dibawa Kabur

Jumat, 3 April 2026 - 18:43 WIB

Positivisme Hukum: Mengapa Hukum Harus Terpisah dari Moralitas?

Berita Terbaru

Kedaulatan aturan di atas nilai. Positivisme hukum menawarkan kejernihan yuridis dengan menegaskan bahwa validitas hukum bergantung pada sumber otoritasnya, bukan pada standar moralitas yang subjektif. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Positivisme Hukum: Mengapa Hukum Harus Terpisah dari Moralitas?

Jumat, 3 Apr 2026 - 18:43 WIB