JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Siapa yang tidak kenal dengan Sinetron Si Doel Anak Sekolah di tahun 90-an. Namun itu hanya kisah di layar kaca, Si Doel yang sebenarnya di dunia nyata ternyata memang ada.
Ia adalah seorang siswa SD bernama Hafithar yang membuat jagat maya heboh. Bocah asal Tangerang itu viral karena setiap hari harus berangkat sekolah ke Klender sejak pukul 03.00 dini hari.
Aksi perjuangannya menggetarkan hati publik hingga membuat Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, mengundangnya secara khusus.
Melalui akun Instagram @si.rano, terlihat Hafithar datang bersama gurunya ke kantor Rano Karno. Mantan pemeran Si Doel itu tampak menyambut Hafithar dengan antusias.
“Ini dia nih yang bapak tonton tiap hari. Hebat kamu, Nak,” sambut Rano saat berjabat tangan dengan Hafithar.
Selanjutnya, Rano menanyakan rutinitas berat yang setiap hari ditempuh Hafithar. Sang bocah menjawab polos, ia harus berangkat pukul 03.00 pagi agar tiba di sekolah tepat waktu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jam berapa jalan dari rumah?” tanya Rano.
“Jam 3 subuh,” jawab Hafithar.
Transit Dua Kali, Mental Baja Bikin Rano Kagum
Dalam perjalanannya, Hafithar mengaku harus transit dua kali naik KRL sebelum sampai ke sekolahnya di Klender. Mendengar itu, Rano langsung tercengang dan menyebut Hafithar sebagai Si Doel asli karena tekadnya menuntut ilmu.
“Dia ini Si Doel yang asli. Tinggal di Cisauk, sekolah di Jakarta, tiap hari jam 3 pagi jalan. Bayangin tuh,” ujar Rano kagum.
Setelah puas berbincang, Rano mengajak Hafithar bertemu skuad Persija Jakarta. Di momen itu, Hafithar diberikan sebuah bola yang ditandatangani para pemain Persija sebagai bentuk apresiasi atas semangat belajarnya.
“Terima kasih ya Nak. Kamu sekolah di Jakarta ya, nanti bapak urus,” tutup Rano.
Unggahan Rano Karno tentang Hafithar sudah ditonton lebih dari ratusan ribu kali dalam 24 jam.
Tagar #Hafithar, #SiDoelAsli, dan #PerjuanganSekolah mulai trending di platform X.
Dinas Pendidikan DKI disebut tengah mengumpulkan data terkait sekolah dan jarak tempuh Hafithar untuk memastikan hak pendidikannya terpenuhi.
Komunitas pengguna KRL melaporkan bahwa rute Cisauk → Tanah Abang → Jatinegara → Klender memang membutuhkan waktu panjang, terutama pagi hari. (red)





















