Heboh OTT KPK di Jakut, Menkeu Tegaskan Pendampingan Hukum untuk Pegawai Pajak

Minggu, 11 Januari 2026 - 00:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan terkait pegawai pajak Jakarta Utara yang terjaring OTT KPK. (Posnews/Ist)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan terkait pegawai pajak Jakarta Utara yang terjaring OTT KPK. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya angkat bicara terkait pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap pengurangan nilai pajak di Jakarta Utara.

Purbaya menegaskan, Kementerian Keuangan akan memberikan pendampingan hukum kepada pegawai pajak yang terlibat.

Namun, ia memastikan langkah tersebut tidak dimaksudkan untuk mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan.

“Pendampingan hukum tetap kami berikan karena bagaimanapun yang bersangkutan adalah pegawai Kementerian Keuangan. Namun, proses hukum tetap berjalan sebagaimana mestinya,” kata Purbaya saat berada di Banda Aceh, Sabtu (10/1/2026).

Pendampingan Hukum, Bukan Intervensi

Lebih lanjut, Purbaya menekankan bahwa pendampingan hukum merupakan prosedur normal dalam institusi negara.

Baca Juga :  BMKG Ingatkan Warga Jabodetabek, Hujan Deras dan Petir Mengancam Hari Ini

Oleh karena itu, Kemenkeu tidak akan membiarkan pegawainya menghadapi proses hukum sendirian, tanpa mencampuri kewenangan aparat penegak hukum.

“Pendampingan bukan berarti intervensi. Proses hukum tetap kami hormati sepenuhnya,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

OTT KPK di Jakarta Utara

Sebelumnya, KPK menggelar OTT di Jakarta Utara pada Sabtu (10/1/2026). Dalam operasi senyap tersebut, tim satgas KPK mengamankan pejabat DJP Kemenkeu Kantor Wilayah Jakarta Utara beserta sejumlah pihak lain.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya OTT tersebut. Ia menyebut pegawai pajak yang diamankan diduga terlibat dalam praktik suap pengurangan nilai pajak.

“Benar, pegawai pajak Kantor Wilayah Jakarta Utara,” ujar Fitroh kepada wartawan.

Baca Juga :  PBB Cemas: Gencatan Senjata Gaza Rapuh di Hari ke-100

Meski demikian, KPK belum membeberkan identitas lengkap para pihak yang diamankan. Berdasarkan informasi sementara, salah satu pihak yang ditangkap berstatus pejabat setingkat kepala kantor pajak, bersama pihak terkait lainnya.

Selain mengamankan para terduga pelaku, KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai dalam OTT tersebut. Fitroh menyebut, nilai uang yang diamankan mencapai ratusan juta rupiah, termasuk mata uang asing (valas).

“Jumlah pastinya masih dihitung. Sementara ada ratusan juta rupiah dan juga valas,” ungkapnya.

Saat ini, seluruh pihak yang diamankan telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan intensif.

KPK masih terus mendalami perkara ini guna menentukan status hukum para terduga pelaku.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi
Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82
Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi
20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan
Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton
Kyoto Pertimbangkan Bangun Gedung 60 Meter dekat Stasiun
Update Arus Balik Lebaran 2026, 186 Ribu Kendaraan Serbu Jabodetabek
Membongkar Bias Gender dalam Studi Keamanan Global

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:54 WIB

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:47 WIB

Timur Tengah Membara: Houthi Serang Israel Saat AS Terjunkan Divisi Airborne ke-82

Minggu, 29 Maret 2026 - 20:00 WIB

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 19:30 WIB

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Maret 2026 - 18:30 WIB

Ancaman Nuklir Permanen: Kim Jong Un Pantau Uji Coba Mesin Rudal Berdaya Dorong 2.500 Kiloton

Berita Terbaru

Membalikkan keadaan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim telah mengubah peta geopolitik Timur Tengah melalui ekspor teknologi pencegat drone ke negara-negara Teluk yang kini menjadi target serangan Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy Jual Teknologi Drone ke Teluk demi Devisa dan Energi

Minggu, 29 Mar 2026 - 21:54 WIB

Pemberontakan sipil di seluruh negeri. Gelombang ketiga aksi

INTERNASIONAL

Jutaan Warga AS Turun ke Jalan Protes Kebijakan Deportasi

Minggu, 29 Mar 2026 - 20:00 WIB

Sisi gelap perang energi. Sekitar 20.000 pelaut sipil kini terperangkap di kawasan Teluk, menghadapi kelangkaan pasokan dasar dan ancaman serangan udara saat operator kapal mulai mengabaikan hak-hak keselamatan mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

20.000 Pelaut di Selat Hormuz Alami Krisis Pangan

Minggu, 29 Mar 2026 - 19:30 WIB